Mindfulness Tekan Tawuran dan Bullying di Sekolah, O iya? - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA – Aksi tawuran, bullying, dan hoaks di sekolah bisa dicegah dengan mindfulness. Cara ini dianggap jitu karena seluruh aura positif siswa akan keluar.

Walaupun masih asing di kuping masyarakat awam, mindfulness sudah diterapkan di Amerika dan Eropa. Metode ini terbukti bisa mengurangi tingkat kenakalan anak dan remaja.

Hal inilah yang mendasari Global Sevilla School untuk mengadopsi metode mindfulness. Metode ini bahkan dimasukkan dalam kurikulum tambahan. Sekolah Perjanjian Kerja Sama (SPK) ini juga satu-satunya dan yang pertama kali menerapkan di Indonesia.

Direktur Global Sevilla Robertus Budi Setiono mengungkapkan, meski baru empat tahun menerapkan mindfulness, tapi efeknya luar biasa. Seluruh siswanya memiliki attitude positif. Dilihat dari sikap pemaaf, tidak ada ujaran kebencian, hoaks, bullying, dan lainnya.

“Satu hal positif lagi, siswa kami tidak pernah stress menghadapi Ujian Nasional. Mereka sangat enjoy dan tidak punya beban,” kata Robertus di sela-sela kegiatan mindfulness bagi guru-guru dan media di Kampus Global Sevilla, Sabtu (17/11).

Dia menambahkan, mindfulness kini mulai jadi tren di luar negeri. Indonesia, cepat atau lambat sudah harus mengadposinya. Apalagi tingkat stress anak-anak milenial saat ini makin bertambah.

Mindfulness adalah program untuk melatih kita agar menjadi sadar pada status pikiran dan status emotions pada moment sekarang. Sedangkan menurut banyak penelitian, mindfulness meditation adalah salah satu aktivitas untuk membantu mendapatkan kebahagiaan.

“Dengan mindfulness, kita diajari bagaimana memaafkan. Makanya sebelum mengajarkan kepada siswa, guru-gurunya kami latih agar tidak hanya tahu teori tapi juga prakteknya,” tutupnya. (esy/jpnn)