Insentif 2.000 Guru TPQ Ikut Mandek

Belum cairnya dana hibah yang bersumber dari APBD Kota Batu tahun 2018 masih memantik kontroversi. Sebab, tidak hanya cabang olahraga (cabor) dan takmir masjid hingga ormas (organisasi masyarakat) yang belum menerima haknya.

KOTA BATU – Belum cairnya dana hibah yang bersumber dari APBD Kota Batu tahun 2018 masih memantik kontroversi. Sebab, tidak hanya cabang olahraga (cabor) dan takmir masjid hingga ormas (organisasi masyarakat) yang belum menerima haknya.

Insentif bagi hampir 2.000 guru diniyah dan TPQ juga ikut mandek. Selama ini, para guru ngaji yang mengajar di madrasah diniyah (madin), pengajar di TPQ (taman pendidikan Al-Quran), dan hafiz (penghafal Alquran) di Kota Pari wisata memang mendapatkan insentif yang bersumber dari dana hibah APBD Kota Batu. Namun, sejak awal tahun hingga saat ini, belum ada tandatanda insentif yang biasa mereka
terima bakal dicairkan lagi.

Ketua Paguyuban Guru Diniyah Indonesia Kota Batu H M. Samsul Hidayat Sulaiman mengakui, untuk insentif bagi guru ngaji tahun ini memang belum cair. Namun, dia
menjelaskan, sejak tahun lalu pemberian insentif tersebut kadang dirapel satu semester sekali atau kadang lebih. ”Kalau pada 2017 lalu insentif tetap diberikan.

Insentif ini kan bantuan dari dana hibah, di bawah Kesra, kami tetap menerima,” kata pria yang akrab disapa Gus Samsul ituDi Kota Batu, jumlah guru diniyah sebanyak 300 orang. Sedangkan, guru TPQ berjumlah 1.600 orang, dan hafiz quran tercatat sebanyak 40 orang. Besaran insentif yang diberikan sendiri berbeda-beda. Guru diniyah mendapatkan Rp 250 ribu perbulan, guru TPQ menerima Rp 200 ribu perbulan, dan hafiz quran sebesar Rp 300
ribu per bulan.

Gus Samsul sendiri belum mengetahui apakah tahun ini bantuan tersebut tetap cair atau tidak. ”Karena kalau merujuk tahun lalu, pencairannya kan baru semester pertama atau
kira-kira bulan Juni. Namun, sampai saat ini masih belum ada pemberitahuan (akan cair
atau tidak),” kata dia. Gus Samsul sendiri berharap nantinya para guru diniyah, TPQ, dan hafiz tetap menerima insentif. ”Karena insentif itu kan bagian dari penghormatan guru diniyah.

Selama ini, siapa sih yang membayar guru diniyah?” ujarnya setengah bertanya. Menurut Gus Samsul, selama ini pendidikan diniyah juga gratis. ”Kalau (insentif, Red) di hilangkan, apakah tidak kasihan pada guru diniyah ini yang meluangkan waktu setiap hari untuk turut mencerdaskan anak bangsa?” imbuhnya. Karena itu, dia ber harap insentif tetap turun. Dulu, lanjut dia, insentif sempat akan dihilangkan.

”Namun, kami terus aktif komunikasikan lagi. Akhirnya ada. Saya bilang, apa tidak kasihan? Mereka ini kan yang mencerdaskan anak-anak di Kota Batu. Akhirnya tidak jadi dihilangkan,” ungkap dia. Seperti diberitakan sebelumnya, dana hibah untuk cabor dan bantuan operasional masjid dan musala di Kota Batu tak kunjung cair. Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Eddy Murtono menyebutkan, belum turunnya bantuan itu karena terbentur regulasi baru.

Yakni Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2018 yang mengatur tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang bersumber dari APBD. Sehingga, Pemkot Batu masih perlu menyinergikan aturan tersebut agar dana yang sudah diploting di APBD itu tetap bisa dicairkan.

Sementara itu, Ketua PC NU Kota Batu Ahmad Budiono mengaku tidak mem per masalahkan ada tidaknya bantuan dana hibah untuk organisasi nya. Sebagai ormas besar yang bergerak di bidang keagamaan, NU Kota Batu tidak mengharapkan hal itu. ”Namanya bantuan, mau diberi, ya alhamdulillah, tidak ya tidak masalah,” kata dia, kemarin. Baginya, sejak berdiri, NU justru lebih banyak membantu daripada menerima bantuan.

”Apa ormas ini berdiri karena ingin dana hibah? Tidak. Kami kan sejak awal organisasi yang mandiri,” terang Budiono. Karena itu, pihaknya merasa tak masalah apakah bantuan tersebut masih akan diberikan atau tidak. Pada tahun lalu, dia menyebut kan, PC NU Kota Batu memang mendapatkan bantuan hibah. ”Kalau tidak diberi, ya ora opo-opo, karena tujuan kami itu sejak awal bermanfaat bagi umat, bangsa, dan bernegara,” tutupnya.

Pewarta : Aris Dwi
Penyunting :Ahmad Yani
Copy Editor : Arief Rohman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here