KOTA MALANG – Diah Anggraeni. TKW asal Jalan Kebalen, Gg 6, RT 15 RW 02, Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang dipastikan akan segera pulang usai tertahan selama 12 tahun di Jordania.

Anak pertama dari 9 bersaudara itu akhirnya mendapatkan kesempatan untuk kembali ke kampung halaman setelah 12 tahun bekerja di Amman, Jordania, Timur Tengah dan tak pernah sekalipun pulang atau berkirim kabar.

Kini, pihak keluarga tengah menanti kepulangan Diah. Terutama sang ibunda, Prapti Utami, 53 dan salah seorang adiknya, Windi Astriati 27 yang sudah lama memendam rindu.

“Ya, senang akhirnya bisa pulang,” kata Windi. Sebelumnya pihak keluarga telah mendapatkan kabar dari KBRI melalui kelurahan pada bulan Desember 2018 lalu. Selama bekerja pada seorang majikan di Jordania, Diah dikabarkan mendapatkan perlakuan buruk sehingga membuatnya ingin segera dipulangkan.

Berikut radarmalang.id sajikan sederet faktanya :

1. Keberangkatan Diah tidak diketahui sama sekali oleh keluarga.

Diah Anggraeni diperkirakan berangkat pada 2006 silam. Saat kondisi perekonomian keluarga sedang sulit. Menurut Prapti, ia bahkan tidak tahu puteri sulungnya itu pergi kemana dan dengan siapa karena setelah pergi tidak pernah sekalipun memberikan kabar.

“Pokok pamitnya kerja, katanya mau mengubah nasib. Ngga tau juga,” kata Prapti

Menurutnya, 40 hari sebelum Diah pergi, ayahnya meninggal dunia. Juga selang beberapa hari, suami Diah pun menyusul tutup usia karena sakit.

“Dia pergi karena keadaan ekonomi, barangkali memikirkan adik dan anaknya,” jelasnya

2. Oleh majikan tidak digaji selama 12 Tahun dan diizinkan mandi sekali dalam satu bulan

Menurut Kepala Pos Pelayanan Penempatan dan Pelrindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Regional Malang, Muhammad Iqbal pihaknya memang menerima laporan terkait keberadaan Diah Anggraeni.

Perempuan yang diketahui berangkat secara ilegal itu bahkan mendapatkan perlakuan yang amat menyedihkan dari majikannya selama bekerja.

“Selama kerja 12 tahun tidak digaji, bahkan dilarang mandi. Itupun dikasih kesempatan mandi cuma sebulan sekali,” jelasnya saat dikonfirmasi.

3. Tak pernah berkirim kabar dan meninggalkan satu anak hingga kini 15 tahun

Sejak meninggalkan rumah pada 2006 lalu, Praptu mengaku tidak tahu menahu kabar putri sulungnya itu pergi kemana dan dengan siapa. Mengingat setelah pergi tidak pernah sekalipun memberikan kabar. “Sejak berangkat itu sudah ngga ada kontak,” pungkasnya.

Begitu pula sang adik, Windi Asriati. “Waktu itu saya masi 12 tahun nggak tahu apa-apa,” ungkap dia.

Setelah mendapatkan kabar dari KBRI melalui kelurahan pada Desember 2018 lalu, barulah pihak keluarga mengetahui jika anaknya menjadi pekerja tumah tangga di sana. Diah juga meninggalkan seorang putri yang saat ini sudah berusia 15 tahun.

4. Pihak keluarga sampai kehabisan foto untuk mencari Diah Anggraeni

Saking lamanya Diah tak kunjung ada kabar, pihak keluarga tidak tahu bagaimana perkembangan Diah. Keluarga hampir putus asa. Bahkan stok foto sampai habis digunakan untuk mencari.

“Sempat nyari sampai ke Madura, ke orang pinter, ngasih foto, sampai fotonya habis,” tandas wanita 53 tahun itu.

Pewarta : Feni Yusnia
Foto : Feni Yusnia
Penyunting : Fia