Evakuasi KRL terguling dilakukan malam ini (Issak Ramadhani/JawaPos.com)

Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro menjelaskan, alternatif apabila tiga badan KRL nomor KA 1722 belum bisa diselesaikan malam ini, maka BPTJ akan menyiapkan alternatif angkutan bus yang disediakan di wilayah Bogor dan sekitarnya.

“Kami dari Dirjen Perkeretaapian dan PT KAI sudah menyiapkan alternatif angkutan massal bus. Nanti Senin besok kan pasti sibuk. Berharap (evakuasi) cepat dan bisa dioperasikan lagi. Alternatif angkutan ini diharapkan bisa membawa warga Bogor ke kota untuk berkerja,” ujar Edi saat berada di lokasi evakuasi, Minggu (10/3).

Kendati demikian, Edi belum bisa memastikan berapa kebutuhan bus yang akan disediakan BPTJ untuk membawa ratusan pekerja Bogor menuju ibu kota. Termasuk, titik penjemputan pekerja asal Bogor.

“Angkutan massal bus dari Bogor akan dikaji dengan BPTJ dihitung berapa jumlah kebutuhannya. Mudah-mudahan sih bisa selesai malam ini,” ujarnya.

Sementara, Vice President Komunikasi PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Eva Chairunisa mengatakan bahwa hingga saat ini Stasiun Cilebut Bogor sudah bisa dioperasikan. Sehingga, warga yang biasa menggunakan moda transportasi KRL dari Stasiun Bogor bisa menggunakan KRL di Stasiun Cilebut.

“Untuk Stasiun Cilebut sudah bisa beroperasi. Warga Bogor sementara waktu bisa menggunakan Stasiun Cilebut lebih dulu, bila malam ini masih belum selesai,” ujar Eva.

Disebutkan, proses evakuasi dilakukan secara bertahap. Pertama, petugas berupaya mengembalikan badan kereta ke perlintasan dengan Kereta Crane. Di waktu yang bersamaan, sarana dan prasarana dari mulai rel, hingga perlintasan arus listrik atas pun sedang diperbaiki.

“Tiang LLAJ sudah datang, kalau sudah kembalikan ke perlintasan. Dan memasang tiang LLAJ dan memperbaiki saluran listriknya,” pungkas Eva.

Dia menambahkan, saat peristiwa KRL terguling terjadi, kurang lebih ada 500 hingga 700 penumpang di dalam KA 1722.

“Kalau di akhir pekan memang jumlah penumpang tidak banyak. Hanya kisarang ratusan,” terangnya.

Editor           : Bintang Pradewo

Reporter      : Wildan Ibnu Walid