alexametrics
22.6 C
Malang
Wednesday, 23 September 2020

Tak Direstui Orang Tua, Pasutri Ini Berakhir Prahara

- Advertisement -
- Advertisement -

BANTUR – Sepuluh tahun lalu, atau tepatnya di tahun 2010, Markucel dan Markonah memutuskan menikah. Meski tak mendapatkan restu dari orang tua.
Prinsip keduanya, asal ada cinta, semua akan baik-baik saja. Meski Markucel dan Markonah memiliki perbedaan kultur dan agama.

Awalnya, semua memang baik-baik saja. Markucel-Markonah hidup bahagia, apalagi setelah dikaruniai seorang anak.
Namun, begitu memasuki tahun ketujuh usia pernikahan, situasinya berubah. Hidup bak roller coaster.

Usaha yang mereka rintis bersama berantakan gara-gara dititup rekan bisnis. Situasi tambah rumit ketika Markonah mulai sakit-sakitan.

Kesulitannya pun double ketika ibu Markonah juga sakit-sakitan.

Sampai pada suatu titik Markonah berpikir bahwa jangan-jangan prahara yang ia alami karena pernikahannya tak mendapatkan restu orang tua.

Keresahan itu pun dia sampaikan ke Markucel. Bukannya mendapatkan solusi, Markucel malah marah-marah.

Hari-hari berikutnya, hubungan pasutri ini memburuk. Belum lama ini, Markonah mengajukan gugatan cerai pada suaminya.
“Saya putuskan pulang (ke rumah orang tua di Bandung) daripada terus-terusan tersiksa,” ujar dia.

Pewarta: Biyan Mudzakiy
Editor: Indra M

- Advertisement -

Latest news

Pakar: ‘Pecahnya’ Suara NU Untungkan Incumbent

“Tapi kalau pengamatan saya, “pecahnya” suara NU akan untungkan incumbent. Dia bisa dapat dukungan kalangan NU dan nasional karena diusung partai nasional," kata pria yang juga menjadi Ketua Program Studi Magister Ilmu Sosial FISIP UB ini, Rabu (23/9).
- Advertisement -

PKKMB Uniga, Ajak Maba Tetap Semangat di Tengah Pandemi Covid-19

MALANG – Universitas Gajayana Malang menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2020 -2021. Dalam kegiatan yang digelar secara daring dan luring selama tiga hari tersebut, Uniga mengangkat tema Tetap Semangat di Era Pandemi Covid-19, Bersama Uniga Menjadi yang Terdepan dan Berkarakter.

PLN UP3 Malang Salurkan 50 Tong Sampah di Pantai Selatan

MALANG - Sebanyak 50 tong sampah dibagikan di daerah wilayah pantai selatan yakni, Pantai Balekambang dan Sendang Biru, kabupaten Malang dalam rangka “Word Clean Up Day 2020”, Selasa (22/9). Sebagai wujud kepedulian PLN terhadap lingkungan sekitar, karena saat ini sampah menjadi masalah serius terutama di daerah wisata terbuka seperti pantai.

Besok Pengundian Nomor Urut, KPU Batasi Tiap Paslon Bawa 12 Pendukung

Ketua KPU Kabupaten Malang Anis Suhartini menambahkan, semua yang hadir dalam kegiatan pengundian nomor urut paslon juga harus mengenakan protap kesehatan. Hal ini juga sudah diatur dalam aturan Pilkada serentak.

Related news

Ditinggal Jadi TKI, Istri Cari Getaran Pria Lain

Ibarat handphone, kalau ada pesan yang masuk, bisa bergetar. Begitulah bawaan Markonah. Ketika tidak ada getaran, dia akan mencari sinyal sumber getaran lain.

Balikan Ditolak, Bogem Bertindak

MALANG - Kembali kontak dengan mantan pacar bisa macam-macam hasilnya. Banyak kejadian sejoli yang telah putus lantas balikan lagi, tapi ada juga yang tetap berteman meski nyerempet-nyerempet mesra. Yang agak jarang terjadi, gegara bertemu dengan mantan pacar urusannya malah ke kantor polisi.

Istri Jadi Incaran Pria Lain

”Saya kan kerjanya di luar kota, palingan pulang dua minggu sekali. Di situlah dia (Markonah) sering bermain dengan laki-laki lain,” kata Markucel.

Jadi Sansak Hidup dan Diselingkuhi

Kesabaran Markonah menghadapi Markucel sudah habis. Gara-garanya, Markucel kembali berulah menjadikannya sansak hidup. Selain itu, beberapa kali Markucel ketahuan selingkuh.
- Advertisement -