alexametrics
25.1 C
Malang
Tuesday, 11 May 2021

Akhir Drama Rumah Tangga ’PNS’

MALANG – Sejak Oktober 2020 lalu, Markonah, 44, warga Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang sudah pisah ranjang dengan Markucel, 55. Momen itu bertepatan dengan gugatan cerainya ke Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang. Keputusan tersebut diambilnya setelah Markonah kehilangan kesabarannya.

Kepada koran ini, dia mengaku bila dalam beberapa tahun terakhir dia telah menjadi PNS (perempuan nihil sangu). Itu terjadi lantaran Markucel sudah lama tak menafkahinya. ”Jadi selama ini semua keperluan (rumah tangga) pakai biaya saya sendiri,” kata Markonah saat ditemui di PN Kota Malang beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, dia bisa menahan hasratnya untuk bercerai. Salah satu alasan dia yakni memikirkan perasaan sang anak. Di sisi lain, ibu mertua Markonah juga menjadi salah satu tokoh agama. Dengan hal itu, dia mencoba untuk ikut menjaga harkat dan martabat keluarganya dengan tidak melakukan perceraian.

”Jadi saya baru berani melayangkan gugatan cerai ini setelah ibu mertua saya meninggal,” kata dia. Saat ini prahara rumah tangga mereka tengah ditangani PN Kota Malang. Di tengah-tengah proses persidangan, dia kembali mendapat ujian kesabaran. ”Jadi dia (Markucel) menuduh saya sudah selingkuh dan juga dituduh tinggal dengan laki-laki lain di rumah,” jelas dia.

Padahal, Markonah mengatakan, semua orang juga tahu jika dirinya hanya tinggal dengan anak-anak. ”Karena tahu soal tuduhan itu, anak saya yang laki-laki selalu sigap men-support kasus perceraian ini. Dia sudah tak mau lagi sama papanya,” kata dia.

Kekecewaan anak laki-lakinya itu semakin bertambah ketika mengetahui papanya rela memakai jasa dua pengacara. ”Padahal selama ini untuk biaya kuliah anaknya, Markucel tak mau keluar uang sedikit pun,” pungkasnya.(rmc/ulf/c1/by)

MALANG – Sejak Oktober 2020 lalu, Markonah, 44, warga Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang sudah pisah ranjang dengan Markucel, 55. Momen itu bertepatan dengan gugatan cerainya ke Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang. Keputusan tersebut diambilnya setelah Markonah kehilangan kesabarannya.

Kepada koran ini, dia mengaku bila dalam beberapa tahun terakhir dia telah menjadi PNS (perempuan nihil sangu). Itu terjadi lantaran Markucel sudah lama tak menafkahinya. ”Jadi selama ini semua keperluan (rumah tangga) pakai biaya saya sendiri,” kata Markonah saat ditemui di PN Kota Malang beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, dia bisa menahan hasratnya untuk bercerai. Salah satu alasan dia yakni memikirkan perasaan sang anak. Di sisi lain, ibu mertua Markonah juga menjadi salah satu tokoh agama. Dengan hal itu, dia mencoba untuk ikut menjaga harkat dan martabat keluarganya dengan tidak melakukan perceraian.

”Jadi saya baru berani melayangkan gugatan cerai ini setelah ibu mertua saya meninggal,” kata dia. Saat ini prahara rumah tangga mereka tengah ditangani PN Kota Malang. Di tengah-tengah proses persidangan, dia kembali mendapat ujian kesabaran. ”Jadi dia (Markucel) menuduh saya sudah selingkuh dan juga dituduh tinggal dengan laki-laki lain di rumah,” jelas dia.

Padahal, Markonah mengatakan, semua orang juga tahu jika dirinya hanya tinggal dengan anak-anak. ”Karena tahu soal tuduhan itu, anak saya yang laki-laki selalu sigap men-support kasus perceraian ini. Dia sudah tak mau lagi sama papanya,” kata dia.

Kekecewaan anak laki-lakinya itu semakin bertambah ketika mengetahui papanya rela memakai jasa dua pengacara. ”Padahal selama ini untuk biaya kuliah anaknya, Markucel tak mau keluar uang sedikit pun,” pungkasnya.(rmc/ulf/c1/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru