alexametrics
21 C
Malang
Wednesday, 10 August 2022

Keenakan Nganggur Berujung Pisah Ranjang

MALANG KOTA – Kesulitan ekonomi menjadi problematika pelik di banyak rumah tangga. Tak terkecuali biduk rumah tangga Markonah, 39, dan Markucel, 32, yang tinggal di Kecamatan Blimbing, Kota Malang, ini. Gegara Markucel lebih betah di rumah setelah usahanya bangkrut membuat rumah tangganya limbung.

Di awal pernikahan, Markucel dan Markonah memang bahagia. Apalagi keduanya sama-sama bekerja. ”Kami sama-sama bekerja, awalnya kami komitmen untuk saling bahu-membahu,” terang Markonah saat ditemui di Pengadilan Agama (PA) Kota Malang bulan lalu.
Namun, masalah muncul ketika pendapatan sang suami menurun drastis.

”Nyaris bangkrut usahanya, makanya dia lebih sering di rumah,” tambahnya. Meski sudah berusaha mencari penghasilan baru, ternyata tak semudah membalikkan tangan. Belakangan perangai Markucel juga berubah dengan sering marah-marah.

Kondisi inilah yang membuat Markonah merasa berat. Apalagi sebagai pengemudi ojek online, penghasilannya juga semakin seret. ”Jadi tidak menentu karena banyak driver juga, pacekliklah istilahnya,” ucap dia.

Sayang, meskipun sudah berkomitmen untuk sama-sama bekerja, Markucel malah terkesan nyaman dengan statusnya sebagai pengangguran. ”Jadi makin malas dia di rumah, saya disuruh kerja. Tentunya saya tidak terima karena bagaimana pun itu tanggung jawab kepala keluarga,” ujarnya.

Marah dan merasa tidak ada habisnya, Markonah sempat memutuskan pisah ranjang agar Markucel berubah. Namun, Markucel yang telah memberinya satu anak ini malah semakin menutup diri dan tak kunjung mendapatkan kerja. Setelah melewati beberapa kali sidang di PA, Markucel resmi menyandang status duda sejak Rabu lalu (4/11).

Pewarta: Biyan

MALANG KOTA – Kesulitan ekonomi menjadi problematika pelik di banyak rumah tangga. Tak terkecuali biduk rumah tangga Markonah, 39, dan Markucel, 32, yang tinggal di Kecamatan Blimbing, Kota Malang, ini. Gegara Markucel lebih betah di rumah setelah usahanya bangkrut membuat rumah tangganya limbung.

Di awal pernikahan, Markucel dan Markonah memang bahagia. Apalagi keduanya sama-sama bekerja. ”Kami sama-sama bekerja, awalnya kami komitmen untuk saling bahu-membahu,” terang Markonah saat ditemui di Pengadilan Agama (PA) Kota Malang bulan lalu.
Namun, masalah muncul ketika pendapatan sang suami menurun drastis.

”Nyaris bangkrut usahanya, makanya dia lebih sering di rumah,” tambahnya. Meski sudah berusaha mencari penghasilan baru, ternyata tak semudah membalikkan tangan. Belakangan perangai Markucel juga berubah dengan sering marah-marah.

Kondisi inilah yang membuat Markonah merasa berat. Apalagi sebagai pengemudi ojek online, penghasilannya juga semakin seret. ”Jadi tidak menentu karena banyak driver juga, pacekliklah istilahnya,” ucap dia.

Sayang, meskipun sudah berkomitmen untuk sama-sama bekerja, Markucel malah terkesan nyaman dengan statusnya sebagai pengangguran. ”Jadi makin malas dia di rumah, saya disuruh kerja. Tentunya saya tidak terima karena bagaimana pun itu tanggung jawab kepala keluarga,” ujarnya.

Marah dan merasa tidak ada habisnya, Markonah sempat memutuskan pisah ranjang agar Markucel berubah. Namun, Markucel yang telah memberinya satu anak ini malah semakin menutup diri dan tak kunjung mendapatkan kerja. Setelah melewati beberapa kali sidang di PA, Markucel resmi menyandang status duda sejak Rabu lalu (4/11).

Pewarta: Biyan

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/