alexametrics
20.9 C
Malang
Wednesday, 6 July 2022

Balada Playboy Cap Kampung

KOTA BATU – Jangan tanyakan berapa penghasilan Markucel, 35, asal Desa Sidomulyo, Kecamatan/Kota Batu, ini. Karena pekerjaannya yang serabutan membuat pemasukannya tak menentu. Namun urusan gendakan atau WIL (wanita idaman lain), suami Markonah, 32, ini bisa dibilang playboy cap kampung.

Meski sudah beristri dan dikaruniai dua orang anak, perangai Markucel soal asmara tak berubah. Dia masih suka menggoda perempuan yang menurut dia cantik. Perbuatannya itu bisa dibilang iseng-iseng berhadiah. Jika perempuan yang digoda merespons, Markucel pun menggila.

Kondisi tersebut sering kali membuat rumah tangga pasangan suami istri (pasutri) itu dirundung cekcok. Apalagi Markonah juga sempat mendamprat suaminya yang ketahuan menggoda janda yang masih tetangganya sendiri.

Nah, karena beberapa kali mendapati suaminya masih main mata dengan perempuan lain, Markonah pun jadi superprotektif. Saat Markucel pamitan hendak mengunjungi rumah adiknya di Pasuruan bulan Oktober lalu, dia tak memperbolehkannya. Alasanya, waktu yang diberikan suaminya untuk keluarga sangat minim.

”Padahal mereka memiliki dua anak yang masih kecil-kecil di bawah umur 10 tahun,” kata anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Batu Bripka Sonia.

Saat Markucel nekat tetap akan pergi, pertengkaran pun pecah. Markonah terus mengungkit permasalahan suaminya yang banyak menggoda perempuan di kampungnya. Karena sudah tersulut emosi, Markucel pun memarahi Markonah dan langsung menampar pipi kanannya sebanyak satu kali.

Tak ingin dirinya terus-terusan menjadi sansak hidup, Markonah pun melaporkan tindakan KDRT yang dilakukan suaminya ke Polres Batu. ”Namun beberapa waktu yang lalu, kedua belah pihak membawa surat keputusan bersama untuk berjanji akan membenahi rumah tangga mereka,” katanya. Tentunya dengan perjanjian Markucel tidak lagi ringan tangan dengan istrinya saat masalah melanda.

Pewarta: Nugraha

KOTA BATU – Jangan tanyakan berapa penghasilan Markucel, 35, asal Desa Sidomulyo, Kecamatan/Kota Batu, ini. Karena pekerjaannya yang serabutan membuat pemasukannya tak menentu. Namun urusan gendakan atau WIL (wanita idaman lain), suami Markonah, 32, ini bisa dibilang playboy cap kampung.

Meski sudah beristri dan dikaruniai dua orang anak, perangai Markucel soal asmara tak berubah. Dia masih suka menggoda perempuan yang menurut dia cantik. Perbuatannya itu bisa dibilang iseng-iseng berhadiah. Jika perempuan yang digoda merespons, Markucel pun menggila.

Kondisi tersebut sering kali membuat rumah tangga pasangan suami istri (pasutri) itu dirundung cekcok. Apalagi Markonah juga sempat mendamprat suaminya yang ketahuan menggoda janda yang masih tetangganya sendiri.

Nah, karena beberapa kali mendapati suaminya masih main mata dengan perempuan lain, Markonah pun jadi superprotektif. Saat Markucel pamitan hendak mengunjungi rumah adiknya di Pasuruan bulan Oktober lalu, dia tak memperbolehkannya. Alasanya, waktu yang diberikan suaminya untuk keluarga sangat minim.

”Padahal mereka memiliki dua anak yang masih kecil-kecil di bawah umur 10 tahun,” kata anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Batu Bripka Sonia.

Saat Markucel nekat tetap akan pergi, pertengkaran pun pecah. Markonah terus mengungkit permasalahan suaminya yang banyak menggoda perempuan di kampungnya. Karena sudah tersulut emosi, Markucel pun memarahi Markonah dan langsung menampar pipi kanannya sebanyak satu kali.

Tak ingin dirinya terus-terusan menjadi sansak hidup, Markonah pun melaporkan tindakan KDRT yang dilakukan suaminya ke Polres Batu. ”Namun beberapa waktu yang lalu, kedua belah pihak membawa surat keputusan bersama untuk berjanji akan membenahi rumah tangga mereka,” katanya. Tentunya dengan perjanjian Markucel tidak lagi ringan tangan dengan istrinya saat masalah melanda.

Pewarta: Nugraha

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/