alexametrics
23C
Malang
Tuesday, 2 March 2021

Balada Nasib Perempuan STM

MALANG KOTA – Jika hubungan rumah tangga tak bisa lagi dipertahankan, sudah sepatutnya mengurus perceraian ke pengadilan agama (PA). Bila tidak, apa yang dialami Markonah, 42, warga Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, ini bisa terjadi lagi. Dia yang ingin menikah lagi diketahui mengalami kesulitan. Sebab, perpisahannya dengan Markucel, 48, belum sah di mata negara. ”Karena dulu saya tidak mikir sejauh ini, tidak mikir kalau akan menikah lagi,” terang Markonah pada koran ini beberapa waktu lalu.

Seiring berjalannya waktu, Markonah mengaku kembali jatuh cinta dan ingin memulai membangun rumah tangga lagi. ”Saat ini saya sudah tidak tahu lagi keberadaannya (Markucel) di mana. Jadinya saya repot sekali waktu mengurus surat perceraian,” imbuhnya. Dia yang sudah menjadi perempuan STM (sudah terburu-buru menikah) akhirnya mengambil langkah instan, yakni menikah siri terlebih dulu. ”Yang penting menurut agama kan sudah sah. Nanti yang menurut negara bisa diurus bareng-bareng sama suami baru saya,” imbuh dia.

Dia mengakui bila keputusannya itu kini menjadi buah bibir tetangganya. ”Karena awalnya calon suami saya yang baru ini memang sering main ke rumah dan itu diketahui tetangga. Jadinya waktu kami sudah nikah siri, semakin menjadi omongan,” imbuhnya. Namun, hal itu tidak terlalu diambil pusing olehnya. Selagi dirinya merasa tidak melakukan hal-hal yang di luar batas, dia yakin keputusanya benar. ”Orang lain kan memang cuma bisa menilai meskipun tidak tahu yang sebenarnya,” tutupnya. (rmc/ulf/c1/by)

MALANG KOTA – Jika hubungan rumah tangga tak bisa lagi dipertahankan, sudah sepatutnya mengurus perceraian ke pengadilan agama (PA). Bila tidak, apa yang dialami Markonah, 42, warga Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, ini bisa terjadi lagi. Dia yang ingin menikah lagi diketahui mengalami kesulitan. Sebab, perpisahannya dengan Markucel, 48, belum sah di mata negara. ”Karena dulu saya tidak mikir sejauh ini, tidak mikir kalau akan menikah lagi,” terang Markonah pada koran ini beberapa waktu lalu.

Seiring berjalannya waktu, Markonah mengaku kembali jatuh cinta dan ingin memulai membangun rumah tangga lagi. ”Saat ini saya sudah tidak tahu lagi keberadaannya (Markucel) di mana. Jadinya saya repot sekali waktu mengurus surat perceraian,” imbuhnya. Dia yang sudah menjadi perempuan STM (sudah terburu-buru menikah) akhirnya mengambil langkah instan, yakni menikah siri terlebih dulu. ”Yang penting menurut agama kan sudah sah. Nanti yang menurut negara bisa diurus bareng-bareng sama suami baru saya,” imbuh dia.

Dia mengakui bila keputusannya itu kini menjadi buah bibir tetangganya. ”Karena awalnya calon suami saya yang baru ini memang sering main ke rumah dan itu diketahui tetangga. Jadinya waktu kami sudah nikah siri, semakin menjadi omongan,” imbuhnya. Namun, hal itu tidak terlalu diambil pusing olehnya. Selagi dirinya merasa tidak melakukan hal-hal yang di luar batas, dia yakin keputusanya benar. ”Orang lain kan memang cuma bisa menilai meskipun tidak tahu yang sebenarnya,” tutupnya. (rmc/ulf/c1/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru