alexametrics
25.1 C
Malang
Tuesday, 11 May 2021

Drama Pria SKCK

MALANG KOTA – Bekerja menjadi seorang kondektur bus antarkota membuat Markucel, 38, kerap hidup berjauhan dari Markonah, 44. Pekerjaan itu membuat pasangan suami istri (pasutri) dari Kecamatan Klojen itu jarang bertemu. Dari sanalah pundi-pundi masalah muncul. Dalam beberapa tahun belakangan, Markucel berubah menjadi pria SKCK (Setiap Kota Cari Kekasih). Tabiatnya itu akhirnya terbongkar sang istri.

”Suami dari klien saya itu memang jarang ada di rumah,” terang kuasa hukum Markonah yang tak mau disebut namanya. Awal terciumnya kedok Markucel terjadi pada bulan Desember 2017 lalu. Semua bermula ketika penghasilan Markucel seret. ”Biasanya sekali kasih ke istrinya itu Rp 3 juta, tapi makin ke sini makin berkurang uangnya,” imbuh sumber koran ini.

Baca juga : Terbuai Asmara Pemburu Rupiah

Beberapa waktu setelah itu, sang suami tidak bekerja lagi di PO bus tempatnya bekerja. Padahal kebutuhan rumah tangga sedang banyak-banyaknya. ”Ya sudah, kosong pendapatan. Sementara di rumah banyak yang perlu diganti, seperti lemari kayu dan lain-lain,” kata pengacara yang berkantor di Kecamatan Kedungkandang itu. Sejak saat itulah cekcok sering terjadi.

Dari problem itulah nama Srintil yang menjadi orang ketiga dalam hubungan rumah tangga keduanya naik ke permukaan. ”Selama ini memang disembunyikan, ternyata uangnya (Markucel) banyak lari ke selingkuhannya,” tambah sumber Jawa Pos Radar Malang.

Amarah Markonah akhirnya mencapai puncak ketika mendapati bukti-bukti perselingkuhan Markucel. Mereka pun sempat pisah ranjang selama satu bulan kemudian. Setelah itu, dia mengajukan gugatan cerai. Sejak 2020 lalu keduanya dinyatakan secara resmi telah berpisah. (biy/c1/by)

MALANG KOTA – Bekerja menjadi seorang kondektur bus antarkota membuat Markucel, 38, kerap hidup berjauhan dari Markonah, 44. Pekerjaan itu membuat pasangan suami istri (pasutri) dari Kecamatan Klojen itu jarang bertemu. Dari sanalah pundi-pundi masalah muncul. Dalam beberapa tahun belakangan, Markucel berubah menjadi pria SKCK (Setiap Kota Cari Kekasih). Tabiatnya itu akhirnya terbongkar sang istri.

”Suami dari klien saya itu memang jarang ada di rumah,” terang kuasa hukum Markonah yang tak mau disebut namanya. Awal terciumnya kedok Markucel terjadi pada bulan Desember 2017 lalu. Semua bermula ketika penghasilan Markucel seret. ”Biasanya sekali kasih ke istrinya itu Rp 3 juta, tapi makin ke sini makin berkurang uangnya,” imbuh sumber koran ini.

Baca juga : Terbuai Asmara Pemburu Rupiah

Beberapa waktu setelah itu, sang suami tidak bekerja lagi di PO bus tempatnya bekerja. Padahal kebutuhan rumah tangga sedang banyak-banyaknya. ”Ya sudah, kosong pendapatan. Sementara di rumah banyak yang perlu diganti, seperti lemari kayu dan lain-lain,” kata pengacara yang berkantor di Kecamatan Kedungkandang itu. Sejak saat itulah cekcok sering terjadi.

Dari problem itulah nama Srintil yang menjadi orang ketiga dalam hubungan rumah tangga keduanya naik ke permukaan. ”Selama ini memang disembunyikan, ternyata uangnya (Markucel) banyak lari ke selingkuhannya,” tambah sumber Jawa Pos Radar Malang.

Amarah Markonah akhirnya mencapai puncak ketika mendapati bukti-bukti perselingkuhan Markucel. Mereka pun sempat pisah ranjang selama satu bulan kemudian. Setelah itu, dia mengajukan gugatan cerai. Sejak 2020 lalu keduanya dinyatakan secara resmi telah berpisah. (biy/c1/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru