alexametrics
30C
Malang
Sunday, 18 April 2021

Rumah Tangga Buyar Akibat UKM

MALANG – Biduk rumah tangga Markonah, dan Markucel, warga Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, hanya bertahan 3 tahun. Gara-gara usia yang masih muda saat memutuskan menikah, emosi Markonah menjadi sulit dikontrol. ”Saat itu dia (Markonah) memang menikah di usia yang sangat muda, kalau tidak salah 19 tahun,” terang narasumber koran ini yang tak ingin namanya disebut.

Dengan usia kurang matang (UKM), secara mental Markonah memang kesulitan untuk beradaptasi dengan kehidupan barunya. Terlebih, kondisi ekonomi Markucel juga tidak terlalu mendukung. ”Suaminya (markucel) kerjanya serabutan, kadang jadi buruh tani, kadang jadi kuli bangunan,” terangnya.

Awalnya, Markonah sudah mencoba untuk bersabar dan ikhlas menjalani kehidupannya. Namun setelah usia pernikahannya berjalan 3 tahun, rasa sabarnya mulai habis. ”Di usia pernikahan masuk di tahun ke tiga, Markonah akhirnya memilih berpisah dengan Markucel,” imbuhnya. Satu buah hati menjadi korban dari perpisahan keduanya.

”Jadi umur 22 tahun dia (Markonah) sudah berganti status menjadi janda anak satu,” beber sumber koran ini. Setelah perpisahan itu, Markonah memilih untuk memulai kehidupan barunya dengan merantau ke luar negeri. Selain untuk melupakan masa lalunya, langkah itu diambil untuk membiayai kelangsungan hidup sang buah hati. ”Selama Markonah kerja di Hongkong, anaknya dititipkan ke orang tuanya,” tutupnya. (rmc/ulf/c1/by)

MALANG – Biduk rumah tangga Markonah, dan Markucel, warga Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, hanya bertahan 3 tahun. Gara-gara usia yang masih muda saat memutuskan menikah, emosi Markonah menjadi sulit dikontrol. ”Saat itu dia (Markonah) memang menikah di usia yang sangat muda, kalau tidak salah 19 tahun,” terang narasumber koran ini yang tak ingin namanya disebut.

Dengan usia kurang matang (UKM), secara mental Markonah memang kesulitan untuk beradaptasi dengan kehidupan barunya. Terlebih, kondisi ekonomi Markucel juga tidak terlalu mendukung. ”Suaminya (markucel) kerjanya serabutan, kadang jadi buruh tani, kadang jadi kuli bangunan,” terangnya.

Awalnya, Markonah sudah mencoba untuk bersabar dan ikhlas menjalani kehidupannya. Namun setelah usia pernikahannya berjalan 3 tahun, rasa sabarnya mulai habis. ”Di usia pernikahan masuk di tahun ke tiga, Markonah akhirnya memilih berpisah dengan Markucel,” imbuhnya. Satu buah hati menjadi korban dari perpisahan keduanya.

”Jadi umur 22 tahun dia (Markonah) sudah berganti status menjadi janda anak satu,” beber sumber koran ini. Setelah perpisahan itu, Markonah memilih untuk memulai kehidupan barunya dengan merantau ke luar negeri. Selain untuk melupakan masa lalunya, langkah itu diambil untuk membiayai kelangsungan hidup sang buah hati. ”Selama Markonah kerja di Hongkong, anaknya dititipkan ke orang tuanya,” tutupnya. (rmc/ulf/c1/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru