alexametrics
22 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Balada Istri KPR

MALANG – Ini bisa menjadi warning bagi para kaum laki-laki. Bila Anda tidak kerja keras untuk menjemput rezeki, bisa-bisa anak dan istri akan pergi. Kondisi itulah yang dialami Markucel, 38, warga Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Dia yang menikahi Markonah, 35, warga Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, 8 tahun lalu harus menerima kenyataan rumah tangganya berakhir.

Semua bermula dari kemalasan Markucel dalam bekerja. ”Jadi sejak awal mereka nikah, keduanya sudah tinggal di rumah orang tua Markonah. Ya karena Markucel kerjanya malas-malasan, jadinya tidak bisa beli atau nyewa rumah,” terang salah satu teman dari Markonah yang enggan disebutkan namanya. Markonah awalnya bisa bersabar. Dia turut membantu suaminya itu dengan bekerja. Problem kemudian timbul di usia pernikahan mereka yang keempat. Saat itu Markucel diterima kerja di luar kota.

Intensitas keduanya untuk bertemu menjadi jarang. Di sisi lain, Markucel juga jarang mengirimkan transferan ke Markonah. ”Akhirnya Markonah juga mencari pelarian lain,” imbuhnya. Singkat cerita, Markonah akhirnya KPR (Kecantol Pria Renyah). Dia punya hubungan VVIP dengan Srontol, tetangga desanya yang baru berusia 28 tahun. Benih-benih cinta keduanya akhirnya timbul dan semakin membesar.

Dua tahun menjalin hubungan khusus dengan Srontol, dia pun akhirnya membulatkan tekad untuk bercerai dengan Markucel. ”Dua tahun yang lalu Markonah sudah bercerai. Dia kini hidup bersama Srontol dan dua orang anaknya, hasil pernikahan dari sebelumnya,” imbuh. Bak hilang ditelan bumi, kabar Markucel sampai kini juga tak pernah diketahui oleh Markonah. (rmc/ulf/c1/by)

MALANG – Ini bisa menjadi warning bagi para kaum laki-laki. Bila Anda tidak kerja keras untuk menjemput rezeki, bisa-bisa anak dan istri akan pergi. Kondisi itulah yang dialami Markucel, 38, warga Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Dia yang menikahi Markonah, 35, warga Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, 8 tahun lalu harus menerima kenyataan rumah tangganya berakhir.

Semua bermula dari kemalasan Markucel dalam bekerja. ”Jadi sejak awal mereka nikah, keduanya sudah tinggal di rumah orang tua Markonah. Ya karena Markucel kerjanya malas-malasan, jadinya tidak bisa beli atau nyewa rumah,” terang salah satu teman dari Markonah yang enggan disebutkan namanya. Markonah awalnya bisa bersabar. Dia turut membantu suaminya itu dengan bekerja. Problem kemudian timbul di usia pernikahan mereka yang keempat. Saat itu Markucel diterima kerja di luar kota.

Intensitas keduanya untuk bertemu menjadi jarang. Di sisi lain, Markucel juga jarang mengirimkan transferan ke Markonah. ”Akhirnya Markonah juga mencari pelarian lain,” imbuhnya. Singkat cerita, Markonah akhirnya KPR (Kecantol Pria Renyah). Dia punya hubungan VVIP dengan Srontol, tetangga desanya yang baru berusia 28 tahun. Benih-benih cinta keduanya akhirnya timbul dan semakin membesar.

Dua tahun menjalin hubungan khusus dengan Srontol, dia pun akhirnya membulatkan tekad untuk bercerai dengan Markucel. ”Dua tahun yang lalu Markonah sudah bercerai. Dia kini hidup bersama Srontol dan dua orang anaknya, hasil pernikahan dari sebelumnya,” imbuh. Bak hilang ditelan bumi, kabar Markucel sampai kini juga tak pernah diketahui oleh Markonah. (rmc/ulf/c1/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/