alexametrics
30.1 C
Malang
Monday, 20 September 2021

SKSD Selama 5 Tahun

KABUPATEN – Setelah kasus perceraian usai, biasanya bakal ada sesi perebutan harta gono-gini. Kondisi itulah yang dirasakan Markonah (34), warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Setelah bertahan selama 5 tahun, rumah tangganya dia bersama Markucel (50) sudah tidak bisa diselamatkan lagi.

Penyebab utamanya adalah Markucel, yang kerap berada di luar kota untuk bekerja. Tuntutan itu membuat dia kerap meninggalkan Markonah dan kedua anaknya. Harus menjalin hubungan jarak jauh membuat kesabaran Markonah akhirnya habis. ”Sebenarnya mereka tetap rukun, masih sering telepon satu sama lain,” kata narasumber yang enggan disebutkan namanya.

Kebutuhan materi juga terus disuplai Markucel. Sayangnya, kebutuhan nafkah batin menjadi jarang diterima Markonah. Untuk memenuhi kebutuhan biologisnya, keduanya kerap melakukan SKSD (saling kelon secara daring). Rutinitas itu dilakoni keduanya hampir 2 tahun. Pada tahun ketiga, gelagat mencurigakan dari Markucel mulai tercium.

Sikap dia mulai berubah. ”Jadi Markucel sudah jarang menghubungi Markonah dan anak-anaknya,” tambah sumber koran ini. Markonah awalnya mencoba untuk positif thinking. ”Dia (Markonah) tetap berusaha menjaga nama baik suaminya. Padahal kabarnya suaminya telah mendua dengan perempuan lain,” tambahnya.

Setelah 5 tahun ditinggal merantau, Markonah akhirnya mengetahui semua tabiat Markucel. Dia pun mengambil langkah untuk menggugat cerai. ”Sekarang keduanya sedang sibuk ngurusin harta gono-gini, karena Markucel ini memang cukup kaya,” pungkasnya. (rmc/ulf/by)

 

KABUPATEN – Setelah kasus perceraian usai, biasanya bakal ada sesi perebutan harta gono-gini. Kondisi itulah yang dirasakan Markonah (34), warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Setelah bertahan selama 5 tahun, rumah tangganya dia bersama Markucel (50) sudah tidak bisa diselamatkan lagi.

Penyebab utamanya adalah Markucel, yang kerap berada di luar kota untuk bekerja. Tuntutan itu membuat dia kerap meninggalkan Markonah dan kedua anaknya. Harus menjalin hubungan jarak jauh membuat kesabaran Markonah akhirnya habis. ”Sebenarnya mereka tetap rukun, masih sering telepon satu sama lain,” kata narasumber yang enggan disebutkan namanya.

Kebutuhan materi juga terus disuplai Markucel. Sayangnya, kebutuhan nafkah batin menjadi jarang diterima Markonah. Untuk memenuhi kebutuhan biologisnya, keduanya kerap melakukan SKSD (saling kelon secara daring). Rutinitas itu dilakoni keduanya hampir 2 tahun. Pada tahun ketiga, gelagat mencurigakan dari Markucel mulai tercium.

Sikap dia mulai berubah. ”Jadi Markucel sudah jarang menghubungi Markonah dan anak-anaknya,” tambah sumber koran ini. Markonah awalnya mencoba untuk positif thinking. ”Dia (Markonah) tetap berusaha menjaga nama baik suaminya. Padahal kabarnya suaminya telah mendua dengan perempuan lain,” tambahnya.

Setelah 5 tahun ditinggal merantau, Markonah akhirnya mengetahui semua tabiat Markucel. Dia pun mengambil langkah untuk menggugat cerai. ”Sekarang keduanya sedang sibuk ngurusin harta gono-gini, karena Markucel ini memang cukup kaya,” pungkasnya. (rmc/ulf/by)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru