alexametrics
33C
Malang
Sunday, 18 April 2021

Nasib Punya Suami TTD

MALANG KOTA – Air susu dibalas dengan air tuba. Peribahasa itu agaknya tepat menggambarkan nasib yang dialami Markonah, 26, warga Kecamatan Sukun, Kota Malang. Beberapa tahun menjadi istri Markucel, 30, warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, selama itu pula dia banyak mengalah. Salah satunya dia lakukan dengan rela bekerja menjadi tenaga kerja wanita (TKW).

Kerja keras Markonah itu nyatanya mendapat balasan yang kurang baik dari Markucel. Seiring berjalannya waktu, dia menjadi lupa diri soal kodratnya sebagai suami yang harus memberi nafkah. ”Karena setiap bulannya Markonah (istri) selalu intens mentransfer uang untuk Markucel,” terang narasumber yang enggan dikorankan namanya.

Selama ini, Markonah hanya berpikir bila pengorbanannya itu dilakukan agar semua kebutuhan keluarganya tercukupi. Sebab, dari pernikahan keduanya, sudah ada 3 orang anak yang hadir. Di sisi lain, Markucel yang notabenenya lelaki tidak tahu diri (TTD) malah tak menghargai kerja keras Markonah. ”Karena kerjaannya hanya bisa menghabiskan uang Markonah dan tidak memedulikan kebutuhan anak-anaknya,” kata dia.

Sehari-hari, Markucel hanya sibuk menggeluti hobinya yang jauh dari menghasilkan uang. Yakni, menghabiskan waktunya hanya untuk memburu binatang. Meski usia rumah tangganya sudah berjalan sekitar 5 tahun, Markonah akhirnya memutuskan untuk melayangkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Malang di awal 2021. ”Walaupun sekarang Markonahnya masih di luar negeri,” tutup sumber koran ini. (rmc/ulf/c1/by)

MALANG KOTA – Air susu dibalas dengan air tuba. Peribahasa itu agaknya tepat menggambarkan nasib yang dialami Markonah, 26, warga Kecamatan Sukun, Kota Malang. Beberapa tahun menjadi istri Markucel, 30, warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, selama itu pula dia banyak mengalah. Salah satunya dia lakukan dengan rela bekerja menjadi tenaga kerja wanita (TKW).

Kerja keras Markonah itu nyatanya mendapat balasan yang kurang baik dari Markucel. Seiring berjalannya waktu, dia menjadi lupa diri soal kodratnya sebagai suami yang harus memberi nafkah. ”Karena setiap bulannya Markonah (istri) selalu intens mentransfer uang untuk Markucel,” terang narasumber yang enggan dikorankan namanya.

Selama ini, Markonah hanya berpikir bila pengorbanannya itu dilakukan agar semua kebutuhan keluarganya tercukupi. Sebab, dari pernikahan keduanya, sudah ada 3 orang anak yang hadir. Di sisi lain, Markucel yang notabenenya lelaki tidak tahu diri (TTD) malah tak menghargai kerja keras Markonah. ”Karena kerjaannya hanya bisa menghabiskan uang Markonah dan tidak memedulikan kebutuhan anak-anaknya,” kata dia.

Sehari-hari, Markucel hanya sibuk menggeluti hobinya yang jauh dari menghasilkan uang. Yakni, menghabiskan waktunya hanya untuk memburu binatang. Meski usia rumah tangganya sudah berjalan sekitar 5 tahun, Markonah akhirnya memutuskan untuk melayangkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Malang di awal 2021. ”Walaupun sekarang Markonahnya masih di luar negeri,” tutup sumber koran ini. (rmc/ulf/c1/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru