alexametrics
29C
Malang
Thursday, 15 April 2021

Cekik Dua Wanita Sampai Tewas, Aipda RS Terancam Hukuman Berat

RADAR MALANG –Ancaman hukuman berat menunggu Aipda RS, oknum polisi di Polres Pelabuhan Belawan di Sumatera Utara (Sumut). Menyusul dugaan RS terlibat kasus pembunuhan terhadap dua wanita bernama Rizka Fitria dan Aprilia Cinta.

“Tersangka dikenakan pasal 340 juncto pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” kata Kasubbid Penmas Polda Sumatera Utara, AKBP MP Nainggolan, di Medan, Senin (1/3). Dia menambahkan, RS sudah ditahan dan kini sedang menjalani pemerksaan intensif. “Kami tegas dan profesional meski pelakunya oknum anggota polisi,” katanya.

Sebelumnya, dugaan pembunuhan yang dilakukan Aipda RS dilatarbelakangi rasa sakit hati, yang diawali dari pertemuannya dengan Fitria. Saat itu Fitria meminta RS untuk menyampaikan titipan kepada tahanan di sel Markas Polres Pelabuhan Belawan.

Kemudian pada Sabtu (20/2), Fitria bersama Cinta mendatangi RS menanyakan perihal titipan tersebut di salah satu hotel di Jalan Jamin Ginting, Medan.

Mereka berdua bisa sampai ke hotel setelah dipaksa RS. Alasan RS, untuk menyelesaikan perselisihan di antara mereka yang terjadi sebelumnya. Di hotel tersebut, Fitria dan Cinta dibunuh dengan cara dicekik.

Selanjutnya jenazah mereka dibuang secara terpisah. Jenazah Fitria ditemukan di pinggir Jalan Lintas, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Senin (22/2).

Sementara jenazah Cinta ditemukan di Jalan Budi Kemasyarakatan Lingkungan 24, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat, Senin (22/2). (jpnn.com)

RADAR MALANG –Ancaman hukuman berat menunggu Aipda RS, oknum polisi di Polres Pelabuhan Belawan di Sumatera Utara (Sumut). Menyusul dugaan RS terlibat kasus pembunuhan terhadap dua wanita bernama Rizka Fitria dan Aprilia Cinta.

“Tersangka dikenakan pasal 340 juncto pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” kata Kasubbid Penmas Polda Sumatera Utara, AKBP MP Nainggolan, di Medan, Senin (1/3). Dia menambahkan, RS sudah ditahan dan kini sedang menjalani pemerksaan intensif. “Kami tegas dan profesional meski pelakunya oknum anggota polisi,” katanya.

Sebelumnya, dugaan pembunuhan yang dilakukan Aipda RS dilatarbelakangi rasa sakit hati, yang diawali dari pertemuannya dengan Fitria. Saat itu Fitria meminta RS untuk menyampaikan titipan kepada tahanan di sel Markas Polres Pelabuhan Belawan.

Kemudian pada Sabtu (20/2), Fitria bersama Cinta mendatangi RS menanyakan perihal titipan tersebut di salah satu hotel di Jalan Jamin Ginting, Medan.

Mereka berdua bisa sampai ke hotel setelah dipaksa RS. Alasan RS, untuk menyelesaikan perselisihan di antara mereka yang terjadi sebelumnya. Di hotel tersebut, Fitria dan Cinta dibunuh dengan cara dicekik.

Selanjutnya jenazah mereka dibuang secara terpisah. Jenazah Fitria ditemukan di pinggir Jalan Lintas, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Senin (22/2).

Sementara jenazah Cinta ditemukan di Jalan Budi Kemasyarakatan Lingkungan 24, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat, Senin (22/2). (jpnn.com)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru