alexametrics
20.5 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Ada PPKM Darurat, Kemenag Revisi Ketentuan Idul Adha dan Qurban

RADAR MALANG – Rencana Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai 3 Juli hingga 20 Juli di Pulau Jawa dan Bali bakal berdampak ke mana-mana. Tak terkecuali pelaksanaan Hari Raya Idul Adha yang sebentar lagi tiba.

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, memastikan kesiapan pihaknya dalam menjalankan PPKM Darurat tersebut. Apalagai dalam kebijakan baru tersebut ada ketentuan tempat ibadah ditutup sementara. “Secara khusus dalam menghadapi Idul Adha, kita akan segera lakukan revisi dan sosialisasi SE Pelaksanaan salat Idul Adha dan pelaksanaan Qurban. Ini disesuaikan dengan PPKM,” kata Menag di Jakarta, Kamis (1/7).

Sementara untuk sekolah dan madrasah, lanjut Menag, seluruh kegiatan belajar mengajar juga dilakukan secara online/daring. Fasilitas umum, misanya area publik, taman umum, tempat wisata umum, dan area publik lainnya juga ditutup sementara. “Tidak benar rumah ibadah di tutup, sementara sektor pariwisata dibuka,” kata dia.

Menag menambahkan, kebijakan PPKM diterapkan sebagai upaya menurunkan penambahan kasus konfirmasi harian kurang 10 ribu per hari. Nantinya akan dilakukan pengetatan aktivitas untuk beberapa sektor kegiatan.

Misalnya, dilaksanakan 100 persen work from home untuk sektor non esensial dan 50 persen untuk sektor esensial. “Cakupan sektor esensial adalah keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina, serta industri orientasi ekspor,” pungkasnya.

Sumber: JawaPos.Com

RADAR MALANG – Rencana Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai 3 Juli hingga 20 Juli di Pulau Jawa dan Bali bakal berdampak ke mana-mana. Tak terkecuali pelaksanaan Hari Raya Idul Adha yang sebentar lagi tiba.

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, memastikan kesiapan pihaknya dalam menjalankan PPKM Darurat tersebut. Apalagai dalam kebijakan baru tersebut ada ketentuan tempat ibadah ditutup sementara. “Secara khusus dalam menghadapi Idul Adha, kita akan segera lakukan revisi dan sosialisasi SE Pelaksanaan salat Idul Adha dan pelaksanaan Qurban. Ini disesuaikan dengan PPKM,” kata Menag di Jakarta, Kamis (1/7).

Sementara untuk sekolah dan madrasah, lanjut Menag, seluruh kegiatan belajar mengajar juga dilakukan secara online/daring. Fasilitas umum, misanya area publik, taman umum, tempat wisata umum, dan area publik lainnya juga ditutup sementara. “Tidak benar rumah ibadah di tutup, sementara sektor pariwisata dibuka,” kata dia.

Menag menambahkan, kebijakan PPKM diterapkan sebagai upaya menurunkan penambahan kasus konfirmasi harian kurang 10 ribu per hari. Nantinya akan dilakukan pengetatan aktivitas untuk beberapa sektor kegiatan.

Misalnya, dilaksanakan 100 persen work from home untuk sektor non esensial dan 50 persen untuk sektor esensial. “Cakupan sektor esensial adalah keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina, serta industri orientasi ekspor,” pungkasnya.

Sumber: JawaPos.Com

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/