alexametrics
30.6 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Baru Juga Sekolah, Polisi Amankan 14 Pelajar yang Hendak Tawuran

RADAR MALANG – Pembelajaran tatap muka (PTM) disejumlah sekolah baru saja dilaksanakan. Namun momentum ini justru diwarnai dengan tindakan tercela oleh pelajar di Tebet, Jakarta Selatan.

Sebanyak 14 remaja diamankan polisi saat hendak melakukan tawuran. Mereka diamankan di dua lokasi yang berbeda. Rinciannya, 11 orang diamankan di Depan SD 07 Kelurahan Menteng Dalam, dan tiga orang di Jalan Bukit Duri Tanjakan, Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.

Kapolsek Tebet Kompol Alexander Yurikho Hadi mengatakan, penangapan terhadap para pelaku tawuran ini berdasakan patroli siber yang dilakukan oleh jajarannya. Dari situ, polisi langsung menuju lokasi dan berhasil mengamankan belasan remaja dibawah umur. Satu diantaranya merupakan admin berinisial ENP, 26.

“Pelaku (ENP) kerap menantang serta menghasut untuk melakukan tawuran melalui Instagram,” kata Alexander Jumat (1/10).

Alexander mengatakan, 11 orang pertama yang diamankan itu merupakan remaja tanggung yang kerap menantang kelompok remaja lainnya untuk tawuran melalui media sosial Instagram dengan akun @mentengdalamofficial. ENP juga kerap berkomunikasi melalui media sosial menggunakan kode tertentu untuk memberitahu saat ada patroli polisi di wilayah Manggarai.

“Jadi, saat ada polisi patroli mereka menyebutnya ‘Angin Ribut’. Selain itu mereka mengaktifkan mode privasinya saat mau menantang kelompok lain, seperti dengan kata-kata ‘hoy cemen lu‘ dan semacamnya,” tuturnya.

Alexander menerangkan, selain di wilayah Tebet, para remaja juga kerap melakukan aksi tawuran di wilayah Jatinegara, Jakarta Timur. Tak tanggung-tanggung, layaknya gangster dalam film, para remaja membawa beragam senjata seperti celurit, stik golf, hingga panah.

“Mereka ini tak ada motif sama sekali sampai melakukan tawuran, misal karena lapaknya direbut atau saling ejek, tidak. Hanya ada saling menantang saja lalu melakukan tawuran,” tuturnya.

Kepada polisi, paparnya, mereka mengaku mendapatkan senjata tajam itu dari sesama temannya, tapi polisi bakal mendalami lebih lanjut asal senjata tajam tersebut mengingat ada informasi senjata itu dijual seseorang.

“Kami kenakan pasal pasal 2 ayat 1 UU Darurat dan atau Pasal 28 Ayat 2 UU ITE dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara,” katanya.

Sumber: Jawa Pos

RADAR MALANG – Pembelajaran tatap muka (PTM) disejumlah sekolah baru saja dilaksanakan. Namun momentum ini justru diwarnai dengan tindakan tercela oleh pelajar di Tebet, Jakarta Selatan.

Sebanyak 14 remaja diamankan polisi saat hendak melakukan tawuran. Mereka diamankan di dua lokasi yang berbeda. Rinciannya, 11 orang diamankan di Depan SD 07 Kelurahan Menteng Dalam, dan tiga orang di Jalan Bukit Duri Tanjakan, Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.

Kapolsek Tebet Kompol Alexander Yurikho Hadi mengatakan, penangapan terhadap para pelaku tawuran ini berdasakan patroli siber yang dilakukan oleh jajarannya. Dari situ, polisi langsung menuju lokasi dan berhasil mengamankan belasan remaja dibawah umur. Satu diantaranya merupakan admin berinisial ENP, 26.

“Pelaku (ENP) kerap menantang serta menghasut untuk melakukan tawuran melalui Instagram,” kata Alexander Jumat (1/10).

Alexander mengatakan, 11 orang pertama yang diamankan itu merupakan remaja tanggung yang kerap menantang kelompok remaja lainnya untuk tawuran melalui media sosial Instagram dengan akun @mentengdalamofficial. ENP juga kerap berkomunikasi melalui media sosial menggunakan kode tertentu untuk memberitahu saat ada patroli polisi di wilayah Manggarai.

“Jadi, saat ada polisi patroli mereka menyebutnya ‘Angin Ribut’. Selain itu mereka mengaktifkan mode privasinya saat mau menantang kelompok lain, seperti dengan kata-kata ‘hoy cemen lu‘ dan semacamnya,” tuturnya.

Alexander menerangkan, selain di wilayah Tebet, para remaja juga kerap melakukan aksi tawuran di wilayah Jatinegara, Jakarta Timur. Tak tanggung-tanggung, layaknya gangster dalam film, para remaja membawa beragam senjata seperti celurit, stik golf, hingga panah.

“Mereka ini tak ada motif sama sekali sampai melakukan tawuran, misal karena lapaknya direbut atau saling ejek, tidak. Hanya ada saling menantang saja lalu melakukan tawuran,” tuturnya.

Kepada polisi, paparnya, mereka mengaku mendapatkan senjata tajam itu dari sesama temannya, tapi polisi bakal mendalami lebih lanjut asal senjata tajam tersebut mengingat ada informasi senjata itu dijual seseorang.

“Kami kenakan pasal pasal 2 ayat 1 UU Darurat dan atau Pasal 28 Ayat 2 UU ITE dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara,” katanya.

Sumber: Jawa Pos

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/