alexametrics
26.1 C
Malang
Sunday, 29 May 2022

Cerita Sedih Ibu Zakiah; Cuma Pamit Sebentar, Ternyata Serang Mabes

RADAR MALANG – Ini masih tentang Zakiah Aini, penyerang Mabes Polri. Ada cerita sedih di balik peristiwa tragis tersebut. Sebelum melakukan aksi nekatnya, Zakiah sempat berpamitan kepada ibunya akan pergi sebentar. Namun perempuan 26 tahun itu akhirnya tewas ditembak polisi karena menyerang Mabes Polri.

Zakiah Aini diketahui berangkat dari rumahnya Rabu pagi (31/3) sekitar pukul 08.30 WIB. Kapada ibunya, dia pamit pergi ke luar rumah sebentar. “Mah, saya mau keluar sebentar,” kata Zakiah Aini kepada ibunya seperti diceritakan Kasdi, Ketua RT tempat tinggal Zakiah Aini seperti dikutip Jawapos, Jumat (2/4).

Baca juga : Di Depan Gereja Katedral Malang, Tokoh Lintas Agama Kutuk Terorisme

Saat pamitan, Zakiah tidak menjelaskan hendak pergi kemana. Sejak keluar rumah hingga sore hari, tak ada lagi kabar dari Zakiah kepada ibunya. Hingga memasuki waktu Maghrib, keluarga pun tidak tahu kabarnya.

Karena khawatir, keluarga sempat hendak melaporkan kehilangan Zakiah Aini ke kantor polisi. Namun belum sempat dilaporkan, tak lama usai salat Magrib, polisi datang ke rumah orangtua Zakiah mengabarkan yang terjadi di Mabes Polri.

Sementara itu, setelah selesai menjalani autopsi di RS Polri Kramatjati, Kamis dinihari (1/4) sekitar pukul 00.42 WIB, jenazah Zakiah Aini dimakamkan keluarganya di Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur.

Diketahui, Zakiah Aini ditembak mati oleh polisi karena dianggap menjadi ancaman ketika memasuki kawasan Mabes Polri, Rabu (31/3). Petugas pemakaman, Japit, tidak hafal siapa saja yang ikut mengantarkan jenazah ketika masuk ke liang lahat. Tetapi dia yakin salah satunya ibu dari Zakiah. “Pastinya sedih, ibunya matanya sampai merah, mukanya sedih,” kata Japit.

Selain anggota keluarga, pemakaman tersebut juga disaksikan sejumlah anggota polisi, anggota TNI, dan Satpol PP. “Ibunya ada, yang lain saya tidak jelas ya, tapi sepertinya keluarganya,” tuturnya.(Jawapos)

RADAR MALANG – Ini masih tentang Zakiah Aini, penyerang Mabes Polri. Ada cerita sedih di balik peristiwa tragis tersebut. Sebelum melakukan aksi nekatnya, Zakiah sempat berpamitan kepada ibunya akan pergi sebentar. Namun perempuan 26 tahun itu akhirnya tewas ditembak polisi karena menyerang Mabes Polri.

Zakiah Aini diketahui berangkat dari rumahnya Rabu pagi (31/3) sekitar pukul 08.30 WIB. Kapada ibunya, dia pamit pergi ke luar rumah sebentar. “Mah, saya mau keluar sebentar,” kata Zakiah Aini kepada ibunya seperti diceritakan Kasdi, Ketua RT tempat tinggal Zakiah Aini seperti dikutip Jawapos, Jumat (2/4).

Baca juga : Di Depan Gereja Katedral Malang, Tokoh Lintas Agama Kutuk Terorisme

Saat pamitan, Zakiah tidak menjelaskan hendak pergi kemana. Sejak keluar rumah hingga sore hari, tak ada lagi kabar dari Zakiah kepada ibunya. Hingga memasuki waktu Maghrib, keluarga pun tidak tahu kabarnya.

Karena khawatir, keluarga sempat hendak melaporkan kehilangan Zakiah Aini ke kantor polisi. Namun belum sempat dilaporkan, tak lama usai salat Magrib, polisi datang ke rumah orangtua Zakiah mengabarkan yang terjadi di Mabes Polri.

Sementara itu, setelah selesai menjalani autopsi di RS Polri Kramatjati, Kamis dinihari (1/4) sekitar pukul 00.42 WIB, jenazah Zakiah Aini dimakamkan keluarganya di Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur.

Diketahui, Zakiah Aini ditembak mati oleh polisi karena dianggap menjadi ancaman ketika memasuki kawasan Mabes Polri, Rabu (31/3). Petugas pemakaman, Japit, tidak hafal siapa saja yang ikut mengantarkan jenazah ketika masuk ke liang lahat. Tetapi dia yakin salah satunya ibu dari Zakiah. “Pastinya sedih, ibunya matanya sampai merah, mukanya sedih,” kata Japit.

Selain anggota keluarga, pemakaman tersebut juga disaksikan sejumlah anggota polisi, anggota TNI, dan Satpol PP. “Ibunya ada, yang lain saya tidak jelas ya, tapi sepertinya keluarganya,” tuturnya.(Jawapos)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/