alexametrics
30.5 C
Malang
Sunday, 3 July 2022

Sertifikat Vaksin Presiden Jokowi Beredar di Sosmed, Menkes Bertindak

RADAR MALANG – Informasi sertifikat vaksin Covid-19 Presiden Joko Widodo (Jokowi) beredar di sosial media. Bahkan di sertifikat tersebut tertera Nomor Induk Kependudukan (NIK) dari kepala negara.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman mengeluhkan, soal beredarnya data pribadi kependudukan dari Presiden Jokowi ini.

“Menyayangkan kejadian beredarnya data pribadi tersebut,” ujar Fadroel kepada wartawan, Jumat (3/9).

Mantan aktivis 98 yang sebelumnya gencar mengkritik kalangan pemerintah itu berharap, pihak terkait melakukan langkah-langkah khusus. Hal itu dilakukan agar tak terjadi kejadian serupa.

“Siapapun pihak terkait segera melakukan langkah khusus untuk mencegah kejadian serupa termasuk melindungi data milik masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan pemerintah telah menutup semua data para pejabat terkait informasi dalam aplikasi pedulilindungi. Langkah ini diambil agar kebocoran data tidak meluas.

“Sejak tadi malam sudah terinfo soal ini (akses terhadap NIK Presiden Jokowi). Sekarang sudah dirapikan. Data para pejabat ditutup,” ujar Menkes dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Kamis (3/9).

Aplikasi pedulilindungi itu, kata Budi, sebenarnya sarana warga untuk melakukan pengecekan status vaksinasi atau hasil tes laboratorium. Budi mengungkapkan, bukan hanya presiden, tapi banyak juga pejabat yang NIK-nya sudah tersebar.

“Kita menyadari itu kita tutup beberapa pejabat yang data pribadinya sudah terbuka kita akan tutup,” tegas Budi Gunadi.

Sebelumnya, terjadi aksi warganet menggunakan NIK Jokowi untuk akses kartu vaksin di aplikasi PeduliLindungi. Modus itu pun kini telah viral di jagat maya. NIK Jokowi diketahui bisa dengan mudah diakses.

Salah satunya melalui situs KPU. Pada situs tersebut tercantum data NIK Jokowi. ketika itu Jokowi mencantumkan NIK untuk kepentingan administrasi dalam Pemilihan Presiden.

Sumber: Jawa Pos Group

RADAR MALANG – Informasi sertifikat vaksin Covid-19 Presiden Joko Widodo (Jokowi) beredar di sosial media. Bahkan di sertifikat tersebut tertera Nomor Induk Kependudukan (NIK) dari kepala negara.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman mengeluhkan, soal beredarnya data pribadi kependudukan dari Presiden Jokowi ini.

“Menyayangkan kejadian beredarnya data pribadi tersebut,” ujar Fadroel kepada wartawan, Jumat (3/9).

Mantan aktivis 98 yang sebelumnya gencar mengkritik kalangan pemerintah itu berharap, pihak terkait melakukan langkah-langkah khusus. Hal itu dilakukan agar tak terjadi kejadian serupa.

“Siapapun pihak terkait segera melakukan langkah khusus untuk mencegah kejadian serupa termasuk melindungi data milik masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan pemerintah telah menutup semua data para pejabat terkait informasi dalam aplikasi pedulilindungi. Langkah ini diambil agar kebocoran data tidak meluas.

“Sejak tadi malam sudah terinfo soal ini (akses terhadap NIK Presiden Jokowi). Sekarang sudah dirapikan. Data para pejabat ditutup,” ujar Menkes dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Kamis (3/9).

Aplikasi pedulilindungi itu, kata Budi, sebenarnya sarana warga untuk melakukan pengecekan status vaksinasi atau hasil tes laboratorium. Budi mengungkapkan, bukan hanya presiden, tapi banyak juga pejabat yang NIK-nya sudah tersebar.

“Kita menyadari itu kita tutup beberapa pejabat yang data pribadinya sudah terbuka kita akan tutup,” tegas Budi Gunadi.

Sebelumnya, terjadi aksi warganet menggunakan NIK Jokowi untuk akses kartu vaksin di aplikasi PeduliLindungi. Modus itu pun kini telah viral di jagat maya. NIK Jokowi diketahui bisa dengan mudah diakses.

Salah satunya melalui situs KPU. Pada situs tersebut tercantum data NIK Jokowi. ketika itu Jokowi mencantumkan NIK untuk kepentingan administrasi dalam Pemilihan Presiden.

Sumber: Jawa Pos Group

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/