alexametrics
25.6 C
Malang
Sunday, 3 July 2022

Staf Kelurahan Jadi Operator Sindikat Penjual Surat Vaksin Palsu

JAKARTA – Sindikat penjual surat vaksin digulung Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya. Mereka beroperasi dengan cara melakukan ilegal akses terhadap data seseorang kemudian diregistrasi ke aplikasi PeduliLindungi.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran mengatakan, anggota sindikat ini berjumlah 4 orang. Mereka adalah FB, HH, AN, dan BI. “Pelaku yang ditangkap memanfaatkan situasi masyarakat yang ingin mendapatkan sertifikat vaksin yang dapat dipergunakan untuk melakukan perjalanan maupun kunjungan ke tempat-tempat yang mewajibkan menggunakan platfrom Peduli Lindungi,” kata Fadil di Polda Metro Jaya, Jumat (3/9).

Masing-masing tersangka memiliki peran berbeda-beda. FB berperan sebagai marketing dengan cara membuat penawaran di media sosial kepada masyarakat. Kemudian tersangka HH berperan melakukan ilegal akses data ke aplikasi PeduliLindungi.

“HH ini staf kelurahan. Modusnya HH membuat sertifikat vaksin pada sistem yang terkoneksi dengan PeduliLindungi tanpa prosedur yang ditentukan,” jelas Fadil. Sementara tersangka AN dan BI yang berperan sebagai konsumen.

Sindikat ini biasa beroperasi dengan modus menggunakan NIK orang yang dikumpulkan oleh HH kemudian didaftarkan ke PeduliLindungi. “Karena dia (HH) punya akses dan mengetahui user name maka dia bisa menjual sertifikat vaksin tersebut. Akses tersebut didapatkannya melalui pekerjaanya sebagai staf tata usaha di Muara Baru,” pungkas Fadil.

Atas perbuatanya, para tersangka dijerat Pasal 30 KUHP dan atau Pasal 32 Undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2018 tentang Transaksi dan Informasi Elektronik (ITE). Mereka terancam pidana penjara 6 tahun.

Sumber: JawaPos.com

JAKARTA – Sindikat penjual surat vaksin digulung Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya. Mereka beroperasi dengan cara melakukan ilegal akses terhadap data seseorang kemudian diregistrasi ke aplikasi PeduliLindungi.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran mengatakan, anggota sindikat ini berjumlah 4 orang. Mereka adalah FB, HH, AN, dan BI. “Pelaku yang ditangkap memanfaatkan situasi masyarakat yang ingin mendapatkan sertifikat vaksin yang dapat dipergunakan untuk melakukan perjalanan maupun kunjungan ke tempat-tempat yang mewajibkan menggunakan platfrom Peduli Lindungi,” kata Fadil di Polda Metro Jaya, Jumat (3/9).

Masing-masing tersangka memiliki peran berbeda-beda. FB berperan sebagai marketing dengan cara membuat penawaran di media sosial kepada masyarakat. Kemudian tersangka HH berperan melakukan ilegal akses data ke aplikasi PeduliLindungi.

“HH ini staf kelurahan. Modusnya HH membuat sertifikat vaksin pada sistem yang terkoneksi dengan PeduliLindungi tanpa prosedur yang ditentukan,” jelas Fadil. Sementara tersangka AN dan BI yang berperan sebagai konsumen.

Sindikat ini biasa beroperasi dengan modus menggunakan NIK orang yang dikumpulkan oleh HH kemudian didaftarkan ke PeduliLindungi. “Karena dia (HH) punya akses dan mengetahui user name maka dia bisa menjual sertifikat vaksin tersebut. Akses tersebut didapatkannya melalui pekerjaanya sebagai staf tata usaha di Muara Baru,” pungkas Fadil.

Atas perbuatanya, para tersangka dijerat Pasal 30 KUHP dan atau Pasal 32 Undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2018 tentang Transaksi dan Informasi Elektronik (ITE). Mereka terancam pidana penjara 6 tahun.

Sumber: JawaPos.com

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/