alexametrics
26.5 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Curi 800 Ponsel, Dua Pegawai Toko Kantongi Rp 1,8 Miliar

RADAR MALANG – Kurang ajar betul aksi dua pegawai toko ponsel ini. Mereka menggasak sedikitnya 800 unit handphone merk Xiaomi dan Vivo dari toko milik bosnya sendiri. Selain untuk berjudi dan membeli narkoba, kedua pelaku menggunakan uang hasil kejahatannya untuk membeli rumah dan mobil.

Dua orang pegawai toko ponsel itu adalah Adek Danang Pamungkas (ADP) dan Donny Rifaldy (DR). Kedua merupakan pegawai toko Firstindo yang menjual berbagai merk telepon genggam di PGC Cililitan, Jakarta Timur. Atas perbuatannya, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjatuhkan hukuman terhadap Adek Danang Pamungkas dengan hukuman dua tahun penjara. Sementara itu, Donny Rifaldy dihukum dua tahun dan enam bulan penjara.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa I dengan pidana penjara selama dua tahun dan terdakwa II dengan pidana penjara selama dua tahun dan enam bulan penjara. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh para terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan,” sebagaimana dikutip dari Direktori Putusan Mahkamah Agung, Sabtu (3/4).

Putusan untuk mantan pegawai toko handphone itu dibacakan Selasa, 9 Februari 2021 di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Perkara ini diadili oleh Ketua Majelis Hakim Sutikna, dengan hakim anggota Muhammad Sirad dan Lingga Setiawan.

Bagaimana keduanya bisa membobol 800 ponsel dari tempat mereka bekerja? Aksi tersebut dilakukan Adek dan Donny dalam kurun waktu kurang lebih 18 bulan antara bulan Maret 2019 hingga September 2020. Adek diketahui bekerja di toko Firstindo sebagai administrasi bagian penjualan handphone dengan cara daring. Sementara Donny merupakan kepala toko Firstindo.

Keduanya bersekongkol membobol sistem penjualan dengan melakukan transaksi tanggal pembelian yang dimundurkan. Sehingga seolah-olah sudah terjadi transaksi pembelian yang tanggalnya dimundurkan tanpa harus menyetorkan uangnya.

Setelah handphone berhasil dikeluarkan dari sistem, kemudian handphone yang diambil tersebut dijual untuk kemudian uangnya dibagi dua antara Adek dan Donny. Adek mendapatkan bagian Rp 800 juta, sedangkan Donny Rp 1 miliar.

Mendapatkan banyak uang dengan cara yang singkat, Adek membeli rumah, mobil hingga sepeda motor dan juga untuk berfoya-foya. Sementara uang bagian Donny digunakan untuk melunasi utang, bermain judi online, membeli narkoba jenis sabu-sabu dan untuk kesenangan lainnya.

Sumber: Jawapos

RADAR MALANG – Kurang ajar betul aksi dua pegawai toko ponsel ini. Mereka menggasak sedikitnya 800 unit handphone merk Xiaomi dan Vivo dari toko milik bosnya sendiri. Selain untuk berjudi dan membeli narkoba, kedua pelaku menggunakan uang hasil kejahatannya untuk membeli rumah dan mobil.

Dua orang pegawai toko ponsel itu adalah Adek Danang Pamungkas (ADP) dan Donny Rifaldy (DR). Kedua merupakan pegawai toko Firstindo yang menjual berbagai merk telepon genggam di PGC Cililitan, Jakarta Timur. Atas perbuatannya, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjatuhkan hukuman terhadap Adek Danang Pamungkas dengan hukuman dua tahun penjara. Sementara itu, Donny Rifaldy dihukum dua tahun dan enam bulan penjara.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa I dengan pidana penjara selama dua tahun dan terdakwa II dengan pidana penjara selama dua tahun dan enam bulan penjara. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh para terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan,” sebagaimana dikutip dari Direktori Putusan Mahkamah Agung, Sabtu (3/4).

Putusan untuk mantan pegawai toko handphone itu dibacakan Selasa, 9 Februari 2021 di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Perkara ini diadili oleh Ketua Majelis Hakim Sutikna, dengan hakim anggota Muhammad Sirad dan Lingga Setiawan.

Bagaimana keduanya bisa membobol 800 ponsel dari tempat mereka bekerja? Aksi tersebut dilakukan Adek dan Donny dalam kurun waktu kurang lebih 18 bulan antara bulan Maret 2019 hingga September 2020. Adek diketahui bekerja di toko Firstindo sebagai administrasi bagian penjualan handphone dengan cara daring. Sementara Donny merupakan kepala toko Firstindo.

Keduanya bersekongkol membobol sistem penjualan dengan melakukan transaksi tanggal pembelian yang dimundurkan. Sehingga seolah-olah sudah terjadi transaksi pembelian yang tanggalnya dimundurkan tanpa harus menyetorkan uangnya.

Setelah handphone berhasil dikeluarkan dari sistem, kemudian handphone yang diambil tersebut dijual untuk kemudian uangnya dibagi dua antara Adek dan Donny. Adek mendapatkan bagian Rp 800 juta, sedangkan Donny Rp 1 miliar.

Mendapatkan banyak uang dengan cara yang singkat, Adek membeli rumah, mobil hingga sepeda motor dan juga untuk berfoya-foya. Sementara uang bagian Donny digunakan untuk melunasi utang, bermain judi online, membeli narkoba jenis sabu-sabu dan untuk kesenangan lainnya.

Sumber: Jawapos

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/