alexametrics
18.6 C
Malang
Wednesday, 29 June 2022

Hari Ini, Korban Pelecehan KPI Jalani Pemeriksaan di Dua Tempat

KOTA BATU – Babak baru kasus pelecehan dan bullying pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) resmi dimulai. Hari ini, korban berinisial MS dijadwalkan menjalani proses pemeriksaan di dua tempat. Yakni Polres Jakarta Pusat dan pemeriksaan psikologis di Rumah Sakit Polri.

Selain itu, delapan orang pegawai yang diduga menjadi pelaku perundungan dan pelecehan seksual juga telah diproses. “Delapan orang itu telah dibebastugaskan, jika terbukti mereka melakukan dan telah ada keputusan hukum tetap maka bisa jadi dipecat,” ujar Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Nuning Rodiyah, Minggu (5/9).

Adapun sanksi tegas yang diberlakukan akan disesuaikan dengan aturan kepegawaian yang ada. Sanksi terberat yakni diberhentikan. Untuk mengetahui detil kasus dugaan perundungan dan pelecehan seksual tersebut, pihaknya akan mendatangkan sejumlah saksi yang merupakan mantan pegawai KPI untuk dimintai keterangan.

“Hal tersebut perlu dilakukan mengingat dugaan kasus perundungan dan pelecehan seksual yang dialami korban MS terjadi pada periode 2012-2015. Dalam kurun waktu tersebut, juga telah terjadi beberapa perubahan dalam kepegawaian,” tambahnya.

Namun, untuk menghadirkan mantan pegawai KPI tersebut tidak bisa secara langsung. Selain itu, KPI juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kepegawaian yang ada. Beberapa hal yang akan dilakukan evaluasi tersebut di antaranya mulai dari sistem rekrutmen, monitoring dan pengawasan.

Dirinya berharap kedepan, KPI akan menyiapkan ruang konseling, dan pengaduan, yang merupakan bentuk jaminan kenyamanan kepada para pegawai. Hal tersebut juga bertujuan agar tidak ada lagi kasus serupa di KPI.

“Untuk itu, kami berharap atas munculnya kasus ini bisa menjadi pemicu bagi para korban di luar sana agar berani berbicara,” katanya.

Pewarta : Roisyatul Mufidah

KOTA BATU – Babak baru kasus pelecehan dan bullying pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) resmi dimulai. Hari ini, korban berinisial MS dijadwalkan menjalani proses pemeriksaan di dua tempat. Yakni Polres Jakarta Pusat dan pemeriksaan psikologis di Rumah Sakit Polri.

Selain itu, delapan orang pegawai yang diduga menjadi pelaku perundungan dan pelecehan seksual juga telah diproses. “Delapan orang itu telah dibebastugaskan, jika terbukti mereka melakukan dan telah ada keputusan hukum tetap maka bisa jadi dipecat,” ujar Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Nuning Rodiyah, Minggu (5/9).

Adapun sanksi tegas yang diberlakukan akan disesuaikan dengan aturan kepegawaian yang ada. Sanksi terberat yakni diberhentikan. Untuk mengetahui detil kasus dugaan perundungan dan pelecehan seksual tersebut, pihaknya akan mendatangkan sejumlah saksi yang merupakan mantan pegawai KPI untuk dimintai keterangan.

“Hal tersebut perlu dilakukan mengingat dugaan kasus perundungan dan pelecehan seksual yang dialami korban MS terjadi pada periode 2012-2015. Dalam kurun waktu tersebut, juga telah terjadi beberapa perubahan dalam kepegawaian,” tambahnya.

Namun, untuk menghadirkan mantan pegawai KPI tersebut tidak bisa secara langsung. Selain itu, KPI juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kepegawaian yang ada. Beberapa hal yang akan dilakukan evaluasi tersebut di antaranya mulai dari sistem rekrutmen, monitoring dan pengawasan.

Dirinya berharap kedepan, KPI akan menyiapkan ruang konseling, dan pengaduan, yang merupakan bentuk jaminan kenyamanan kepada para pegawai. Hal tersebut juga bertujuan agar tidak ada lagi kasus serupa di KPI.

“Untuk itu, kami berharap atas munculnya kasus ini bisa menjadi pemicu bagi para korban di luar sana agar berani berbicara,” katanya.

Pewarta : Roisyatul Mufidah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/