alexametrics
32C
Malang
Friday, 23 April 2021

Tergiur Tarif Filler Murah, Payudara Dua Model Ini Sampai Bernanah

RADAR MALANG – Ini pelajaran bagi siapa saja agar tak sembarangan demi mengejar tampilan. Polres Metro Jakarta Barat menangkap dokter kecantikan abal-abal berinisial STR. Dia diduga sebagai penyuntik filler kepada dua orang model yang berujung pada payudara bernanah.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo mengatakan, pelaku memasarkan jasa filler payudara di media sosial. Untuk memikat para pelanggan, dia menawarkan harga yang sangat murah, di bawah harga standar filler pada umumnya.

“Yang bersangkutan juga dalam akun IG Beuty Sexi Store memasang iklan dan menawarkan melakukan filler payudara dengan tarif sekitar Rp 5 juta untuk filler sebanyak 500 cc dan Rp 3 juta untuk filler sebanyak 250 cc,” kata Ady kepada wartawan, Rabu (7/4).

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, STR mengaku sudah menyuntikan filler sedikitnya kepada 15 pasien. Dua pasiennya yakni dua orang model yang payudaranya bernanah dan membuat laporan polisi atas dugaan malapraktik. “Efek filler, kedua korban merasa demam. badannya tidak enak dan payudara bekas suntikan mengeluarkan nanah. Setelah itu korban menjalani pengobatannya karena terjadi luka yang cukup serius,” imbuh Ady.

Sebelumnya, aksi malapraktik dengan modus suntik filler payudara kembali diungkap jajaran Polda Metro Jaya. Kali ini Polres Metro Jakarta Barat menangkap seorang perempuan berinisial STR yang diduga sebagai dokter kecantikan abal-abal.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan, pelaku diduga telah melakukan malapraktik kepada dua orang model. Akibatnya ulah pelaku, korban mengalami luka parah pada bagian payudara. “Benar, kami baru saja menangkap pelaku penyuntik filler di Pondok Pucung, Tangsel,” kata Arsya dalam keterangan tertulis, Selasa (6/4).

Sementara itu, Kanit Krimsus Polres Metro Jakarta Barat AKP Fahmi Fiandri menambahkan, pelaku ditangkap pada 5 April 2021. Dari tangan pelaku, penyidik menyita sejumlah barang bukti yang diduga digunakan pelaku untuk penyuntikan filler. “Barang bukti alat anestesi, alat sisa suntikan, dan beberapa botol filler,” imbuh Fahmi.

Sumber: Jawapos

RADAR MALANG – Ini pelajaran bagi siapa saja agar tak sembarangan demi mengejar tampilan. Polres Metro Jakarta Barat menangkap dokter kecantikan abal-abal berinisial STR. Dia diduga sebagai penyuntik filler kepada dua orang model yang berujung pada payudara bernanah.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo mengatakan, pelaku memasarkan jasa filler payudara di media sosial. Untuk memikat para pelanggan, dia menawarkan harga yang sangat murah, di bawah harga standar filler pada umumnya.

“Yang bersangkutan juga dalam akun IG Beuty Sexi Store memasang iklan dan menawarkan melakukan filler payudara dengan tarif sekitar Rp 5 juta untuk filler sebanyak 500 cc dan Rp 3 juta untuk filler sebanyak 250 cc,” kata Ady kepada wartawan, Rabu (7/4).

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, STR mengaku sudah menyuntikan filler sedikitnya kepada 15 pasien. Dua pasiennya yakni dua orang model yang payudaranya bernanah dan membuat laporan polisi atas dugaan malapraktik. “Efek filler, kedua korban merasa demam. badannya tidak enak dan payudara bekas suntikan mengeluarkan nanah. Setelah itu korban menjalani pengobatannya karena terjadi luka yang cukup serius,” imbuh Ady.

Sebelumnya, aksi malapraktik dengan modus suntik filler payudara kembali diungkap jajaran Polda Metro Jaya. Kali ini Polres Metro Jakarta Barat menangkap seorang perempuan berinisial STR yang diduga sebagai dokter kecantikan abal-abal.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan, pelaku diduga telah melakukan malapraktik kepada dua orang model. Akibatnya ulah pelaku, korban mengalami luka parah pada bagian payudara. “Benar, kami baru saja menangkap pelaku penyuntik filler di Pondok Pucung, Tangsel,” kata Arsya dalam keterangan tertulis, Selasa (6/4).

Sementara itu, Kanit Krimsus Polres Metro Jakarta Barat AKP Fahmi Fiandri menambahkan, pelaku ditangkap pada 5 April 2021. Dari tangan pelaku, penyidik menyita sejumlah barang bukti yang diduga digunakan pelaku untuk penyuntikan filler. “Barang bukti alat anestesi, alat sisa suntikan, dan beberapa botol filler,” imbuh Fahmi.

Sumber: Jawapos

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru