alexametrics
22.3 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Ribuan Pemudik Dipaksa Balik Kucing di Tol Jakarta-Cikampek

RADAR MALANG – Ribuan warga Jakarta dan sekitarnya masih nekat mudik lebaran. Ratusan di antaranya terpaksa gigit jari karena dipaksa balik kucing saat melintas di jalur Tol Jakarta-Cikampek. Di hari pertama kebijakan peniadaan mudik, Kamis (6/5) kemarin, sedikitnya 648 kendaraan yang terindikasi mau mudik dikeluarkan di gerbang tol terdekat.

Aksi menghalau para pemudik tersebut dilakukan PT Jasa Marga (Persero) Tbk bersama pihak kepolisian. Ratusan kendaraan itu terindikasi mudik setelah diperiksa di dua lokasi check point di Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Yakni di km 31 Cikarang Barat Arah Cikampek dan km 47 Karawang Barat Arah Cikampek.

General Manager Representatif Office 1 Jasamarga Transjawa Tollroad Widiyatmiko Nursejati mengatakan, dari 648 kendaraan yang dialihkan tersebut hampir 90 persen kendaraan pribadi dan sisanya kendaraan angkutan penumpang. Karena rata-rata di dalam mobil lebih ada lebih dari satu penumpang, jumlah calon pemudik yang dipaksa batal mudik tersebut mencapai ribuan.

Menurut Widiyatmiko, kepadatan terlihat di lokasi check point kedua karena petugas kepolisian melakukan pengecekkan dokumen pendukung Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang masuk dalam kategori dikecualikan.

’’Namun kami amati di lapangan, setelah lokasi titik penyekatan relatif lancar. Jika ada yang tidak memenuhi syarat perjalanan maka akan ditindak keluar ke gerbang tol terdekat, Gerbang Tol (GT) Cikarang Barat 3 dan GT Karawang Barat 1 untuk diputar balik kembali ke arah Jakarta,’’ ujarnya Jumat (7/5).

Sementara itu, Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Akmal mengatakan, pihaknya terus mempelajari dan mengevaluasi pengawasan di titik-titik check point yang diberlakukan, terutama di jalan tol. Menurutnya, jumlah kendaraan di hari pertama yang dikeluarkan dari jalan tol cenderung lebih banyak dibandingkan dengan di hari kedua yang mulai mengalami penurunan.

’’Kami tetap meningkatkan pengawasan khususnya untuk kendaraan-kendaraan truk yang terindikasi mudik, misalnya dengan mencirikan kendaraan truk yang beralaskan terpal. Kendaraan ini yang kemudian kita buka, seperti di hari pertama, kami menemukan truk yang berisi penumpang di dalam bak. Jika terjadi seperti ini, maka kami memberlakukan sanksi seperti tilang karena tidak sesuai dengan fungsinya dan mengantar penumpangnya ke terminal terdekat,’’ urainya.

Akmal menambahkan, selain di jalur tol, penyekatan bagi para pemudik hamir merata di setiap daerah. ”Banyak sekali sekat-sekat antarprovinsi, bahkan masuk Kota/Kabupaten pun ada, jadi kecil kemungkinan untuk lolos. Mungkin bisa saja di titik Cikarang Barat Km 31 ini lolos ya, namun di titik pemeriksaan berikutnya juga akan dikeluarkan. Untuk menghindari Covid-19, lebih baik kita semua di rumah saja, tunda untuk mudik sampai benar-benar pandemi ini berakhir,” paparnya.

Sumber: Jawapos

RADAR MALANG – Ribuan warga Jakarta dan sekitarnya masih nekat mudik lebaran. Ratusan di antaranya terpaksa gigit jari karena dipaksa balik kucing saat melintas di jalur Tol Jakarta-Cikampek. Di hari pertama kebijakan peniadaan mudik, Kamis (6/5) kemarin, sedikitnya 648 kendaraan yang terindikasi mau mudik dikeluarkan di gerbang tol terdekat.

Aksi menghalau para pemudik tersebut dilakukan PT Jasa Marga (Persero) Tbk bersama pihak kepolisian. Ratusan kendaraan itu terindikasi mudik setelah diperiksa di dua lokasi check point di Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Yakni di km 31 Cikarang Barat Arah Cikampek dan km 47 Karawang Barat Arah Cikampek.

General Manager Representatif Office 1 Jasamarga Transjawa Tollroad Widiyatmiko Nursejati mengatakan, dari 648 kendaraan yang dialihkan tersebut hampir 90 persen kendaraan pribadi dan sisanya kendaraan angkutan penumpang. Karena rata-rata di dalam mobil lebih ada lebih dari satu penumpang, jumlah calon pemudik yang dipaksa batal mudik tersebut mencapai ribuan.

Menurut Widiyatmiko, kepadatan terlihat di lokasi check point kedua karena petugas kepolisian melakukan pengecekkan dokumen pendukung Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang masuk dalam kategori dikecualikan.

’’Namun kami amati di lapangan, setelah lokasi titik penyekatan relatif lancar. Jika ada yang tidak memenuhi syarat perjalanan maka akan ditindak keluar ke gerbang tol terdekat, Gerbang Tol (GT) Cikarang Barat 3 dan GT Karawang Barat 1 untuk diputar balik kembali ke arah Jakarta,’’ ujarnya Jumat (7/5).

Sementara itu, Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Akmal mengatakan, pihaknya terus mempelajari dan mengevaluasi pengawasan di titik-titik check point yang diberlakukan, terutama di jalan tol. Menurutnya, jumlah kendaraan di hari pertama yang dikeluarkan dari jalan tol cenderung lebih banyak dibandingkan dengan di hari kedua yang mulai mengalami penurunan.

’’Kami tetap meningkatkan pengawasan khususnya untuk kendaraan-kendaraan truk yang terindikasi mudik, misalnya dengan mencirikan kendaraan truk yang beralaskan terpal. Kendaraan ini yang kemudian kita buka, seperti di hari pertama, kami menemukan truk yang berisi penumpang di dalam bak. Jika terjadi seperti ini, maka kami memberlakukan sanksi seperti tilang karena tidak sesuai dengan fungsinya dan mengantar penumpangnya ke terminal terdekat,’’ urainya.

Akmal menambahkan, selain di jalur tol, penyekatan bagi para pemudik hamir merata di setiap daerah. ”Banyak sekali sekat-sekat antarprovinsi, bahkan masuk Kota/Kabupaten pun ada, jadi kecil kemungkinan untuk lolos. Mungkin bisa saja di titik Cikarang Barat Km 31 ini lolos ya, namun di titik pemeriksaan berikutnya juga akan dikeluarkan. Untuk menghindari Covid-19, lebih baik kita semua di rumah saja, tunda untuk mudik sampai benar-benar pandemi ini berakhir,” paparnya.

Sumber: Jawapos

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/