alexametrics
24.1 C
Malang
Tuesday, 15 June 2021

Aniaya Jurnalis, Dua Oknum Polisi Jadi Tersangka

RADAR MALANG – Kasus kekerasan dan penganiayaan terhadap jurnalis di Surabaya beberapa waktu lalu memasuki babak baru. Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Jatim telah menetapkan dua oknum polisi, yaitu Brigpol Muhammad Firman Subhekhi dan Bripka Purwanto, menjadi tersangka.

Fatkhul Khoir, pengacara jurnalis Tempo, Nurhadi, menjelaskan, dalam konteks konstruksi pasal 18, kategori menghalang-halangi itu tidak berhenti pada dua orang itu saja. Fakta-fakta menunjukkan bahwa yang terlibat sekitar 10–15 orang.

”Ini yang menjadi desakan kami kepada penyidik agar tidak berhenti di dua orang saja,” ungkap Fatkhul Senin (10/5). Dia menambahkan, dari kesaksian Nurhadi, ada oknum lain yang harus diperiksa lebih mendalam.

”Dari keterangan saksi juga sudah jelas, fakta menyebut kalau dia sempat melihat sekitar 5 menit bahwa Ahmad Yani sempat nengok peristiwa itu. Artinya si Ahmad Yani ini kan tuan rumah, orang yang punya hajat. Dia juga seorang polisi. Dia bisa memerintahkan untuk menghentikan itu. Tapi kenapa nggak dihentikan. Nah ini kan harusnya dimintai keterangan,” kata Fatkhul.

Sementara itu, Polda Jatim mengagendakan rekonstruksi perkara penganiayaan jurnalis digelar Selasa (11/5). ”Minggu (9/5) sudah ditetapkan dua tersangka. Prosesnya sampai sekarang masih berjalan. Ada kemungkinan tersangka bakal bertambah,” tutur Kepala Bagian (Kabag) Humas Polda Jatim Kombespol Gatot Repli Handoko Senin (10/5).

Namun, dia belum berkomentar lebih rinci terkait siapa dalang terhadap kasus kekerasan terhadap jurnalis tersebut. Gatot menyatakan, sejauh ini kasus itu masih terus dalam penyelidikan. ”Ini masih kita terapkan hasil gelar. Jadi, dari hasil tersebut, kita putuskan dulu dua orang tadi. Ini masih dilakukan pemeriksaan lagi,” ucap Gatot.

Sumber: Jawapos

RADAR MALANG – Kasus kekerasan dan penganiayaan terhadap jurnalis di Surabaya beberapa waktu lalu memasuki babak baru. Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Jatim telah menetapkan dua oknum polisi, yaitu Brigpol Muhammad Firman Subhekhi dan Bripka Purwanto, menjadi tersangka.

Fatkhul Khoir, pengacara jurnalis Tempo, Nurhadi, menjelaskan, dalam konteks konstruksi pasal 18, kategori menghalang-halangi itu tidak berhenti pada dua orang itu saja. Fakta-fakta menunjukkan bahwa yang terlibat sekitar 10–15 orang.

”Ini yang menjadi desakan kami kepada penyidik agar tidak berhenti di dua orang saja,” ungkap Fatkhul Senin (10/5). Dia menambahkan, dari kesaksian Nurhadi, ada oknum lain yang harus diperiksa lebih mendalam.

”Dari keterangan saksi juga sudah jelas, fakta menyebut kalau dia sempat melihat sekitar 5 menit bahwa Ahmad Yani sempat nengok peristiwa itu. Artinya si Ahmad Yani ini kan tuan rumah, orang yang punya hajat. Dia juga seorang polisi. Dia bisa memerintahkan untuk menghentikan itu. Tapi kenapa nggak dihentikan. Nah ini kan harusnya dimintai keterangan,” kata Fatkhul.

Sementara itu, Polda Jatim mengagendakan rekonstruksi perkara penganiayaan jurnalis digelar Selasa (11/5). ”Minggu (9/5) sudah ditetapkan dua tersangka. Prosesnya sampai sekarang masih berjalan. Ada kemungkinan tersangka bakal bertambah,” tutur Kepala Bagian (Kabag) Humas Polda Jatim Kombespol Gatot Repli Handoko Senin (10/5).

Namun, dia belum berkomentar lebih rinci terkait siapa dalang terhadap kasus kekerasan terhadap jurnalis tersebut. Gatot menyatakan, sejauh ini kasus itu masih terus dalam penyelidikan. ”Ini masih kita terapkan hasil gelar. Jadi, dari hasil tersebut, kita putuskan dulu dua orang tadi. Ini masih dilakukan pemeriksaan lagi,” ucap Gatot.

Sumber: Jawapos

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru