alexametrics
21.4 C
Malang
Saturday, 28 May 2022

Pria Bersorban yang Ajak Terobos Mudik Ditangkap!

RADAR MALANG – Tak butuh lama, polisi menangkap pria berinisial W di Banda Aceh usai videonya viral mengajak masyarakat menerobos penyekatan mudik. W d diamankan Minggu (9/5) sekitar pukul 16.00.

Diketahui, pelaku membuat video tersebut karena ketidaksukaannya kepada pemerintah. Ia ditangkap berdasarkan laporan polisi LP.A/53/V/2021/SPKT.DITRESKRIMSUS/POLDA ACEH, tanggal 09 Mei 2021.

“Menentang kebijakan Pemerintah atau rasa tidak suka/benci dengan pemerintah,” ujar Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto dalam keterangannya, Senin (10/5/2021).

Agus menjelaskan awalnya konten video W terjaring Virtual Police. Polisi kemudian meminta pendapat para ahli untuk menganalisis narasi yang diucapkan W.

“Analisis yuridisnya ada, dari pendapat tiga ahli: bahasa, pidana dan sosiolog,” kata Agus seperti dilansir dari Detik, Senin (10/5).

Sementara itu Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Slamet Uliandi menjelaskan usai video viral itu terpantau Virtual Police, pihaknya langsung merekomendasikan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh untuk menyelidiki. Kalimat-kalimat yang dilontarkan W dalam video diduga berbau ujaran kebencian dan SARA.

“Kasus ini salah satu contoh konten yang terpantau Virtual Police karena diduga bersifat ujaran kebencian dan SARA yang dapat berdampak masif,” jelas Slamet.

Dalam video yang viral, W tampak duduk di dalam mobil sembari memangku anak kecil. Terlihat juga seorang anak kecil lain di kursi belakang.

“Kepada saudara-saudaraku semua yang sedang mudik di mana pun antum berada, terus mudik. Harus bersama-sama, ramaikan di tempat penyekatan-penyekatan,” ujar pria tersebut dari video beredar seperti dilihat pada Minggu (9/5).

“Lawan, terobos mereka, pulang, jumpai orang tua, jumpai ibumu, jumpai ayahmu, jumpai anakmu, jumpai sanak saudaramu. Minta keampunan dari Allah SWT, minta kerelaan, minta keridhoan kedua orang tua. Jangan pernah takut dengan rezim setan iblis yang sudah dikuasai komunis. Mereka bekerja untuk komunis,” tambahnya.(dhn/imk)

Sumber: DTC

RADAR MALANG – Tak butuh lama, polisi menangkap pria berinisial W di Banda Aceh usai videonya viral mengajak masyarakat menerobos penyekatan mudik. W d diamankan Minggu (9/5) sekitar pukul 16.00.

Diketahui, pelaku membuat video tersebut karena ketidaksukaannya kepada pemerintah. Ia ditangkap berdasarkan laporan polisi LP.A/53/V/2021/SPKT.DITRESKRIMSUS/POLDA ACEH, tanggal 09 Mei 2021.

“Menentang kebijakan Pemerintah atau rasa tidak suka/benci dengan pemerintah,” ujar Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto dalam keterangannya, Senin (10/5/2021).

Agus menjelaskan awalnya konten video W terjaring Virtual Police. Polisi kemudian meminta pendapat para ahli untuk menganalisis narasi yang diucapkan W.

“Analisis yuridisnya ada, dari pendapat tiga ahli: bahasa, pidana dan sosiolog,” kata Agus seperti dilansir dari Detik, Senin (10/5).

Sementara itu Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Slamet Uliandi menjelaskan usai video viral itu terpantau Virtual Police, pihaknya langsung merekomendasikan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh untuk menyelidiki. Kalimat-kalimat yang dilontarkan W dalam video diduga berbau ujaran kebencian dan SARA.

“Kasus ini salah satu contoh konten yang terpantau Virtual Police karena diduga bersifat ujaran kebencian dan SARA yang dapat berdampak masif,” jelas Slamet.

Dalam video yang viral, W tampak duduk di dalam mobil sembari memangku anak kecil. Terlihat juga seorang anak kecil lain di kursi belakang.

“Kepada saudara-saudaraku semua yang sedang mudik di mana pun antum berada, terus mudik. Harus bersama-sama, ramaikan di tempat penyekatan-penyekatan,” ujar pria tersebut dari video beredar seperti dilihat pada Minggu (9/5).

“Lawan, terobos mereka, pulang, jumpai orang tua, jumpai ibumu, jumpai ayahmu, jumpai anakmu, jumpai sanak saudaramu. Minta keampunan dari Allah SWT, minta kerelaan, minta keridhoan kedua orang tua. Jangan pernah takut dengan rezim setan iblis yang sudah dikuasai komunis. Mereka bekerja untuk komunis,” tambahnya.(dhn/imk)

Sumber: DTC

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/