alexametrics
21.5 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Sembilan Daerah di Indonesia Berstatus Darurat Covid-19

RADAR MALANG – Kenaikan kasus Covid-19 makin mengkhawatirkan. Satgas Nasional Penanganan Covid-19 menetapkan sembilan kabupaten/kota sebagai daerah dengan kategori merah. Kategori itu menunjukkan terjadinya kenaikan kasus hingga ratusan persen dan angka keterisian tempat tidur (BOR) rumah sakit di atas 70 persen.

Melansir Jawapos, Kamis (10/6), Kabupaten Kudus masih menjadi daerah yang paling kritis dengan pertumbuhan kasus positif hingga ribuan persen. Tepatnya, 7.594 persen. Kondisi BOR di Kudus saat ini sudah mencapai 90,2 persen. Meski kenaikan kasusnya tak setinggi Kudus, Kabupaten Demak mencatatkan kondisi BOR yang paling mengkhawatirkan. Yakni, 96,3 persen. Kota para wali tersebut mencatatkan kenaikan kasus hingga 370 persen. Di bawah Kudus, ada Kabupaten Jepara dengan kenaikan hingga 685 persen dan tingkat keterisian BOR mencapai 88,18 persen.

Di bawah kategori merah, ada kategori oranye. Yakni, daerah dengan BOR di atas 70 persen, tapi kenaikan kasus tidak sampai 100 persen. Ada empat kabupaten dalam kondisi oranye. Yakni, Purwakarta, Bandung Barat, Kota Bandung, dan Kabupaten Blora. Sedangkan kondisi cokelat dengan kenaikan kasus di atas 100 persen dan BOR masih di bawah 70 persen terjadi di 15 kabupaten/kota. Kemudian, kondisi kuning dengan kenaikan kasus di bawah 100 persen dan BOR di bawah 70 persen dialami sembilan kabupaten/kota.

Jika diamati, tidak ada kota atau kabupaten di Jatim yang masuk kategori warna-warna tersebut. Padahal, kasus di Bangkalan sepekan ini melonjak. Bahkan, pasien Covid-19 di Bangkalan sampai harus diungsikan ke Surabaya karena RS di sana sudah penuh. Namun, berdasar data Satgas Covid-19 kemarin, kenaikan kasusnya belum mencapai 100 persen dan BOR juga disebut masih aman.

Jubir Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan, sebagian besar kenaikan kasus di Jawa Tengah disumbang Kabupaten Kudus. Wiku mengatakan, kenaikan di atas 100 persen itu harus segera diatasi agar tidak menjadi permasalahan yang berkepanjangan dan berkontribusi pada kenaikan kasus nasional.

“Caranya adalah fokus menurunkan jumlah kasus secepat mungkin dan mencegah penularan di masyarakat,” jelas Wiku kemarin (9/6).

Kenaikan kasus dan keterisian tempat tidur RS, lanjut Wiku, menjadi indikator utama kegawatan kasus di suatu daerah. Karena jika kasus meningkat, sementara tempat tidur tidak tersedia, keadaan bisa semakin buruk dan meningkatkan angka kematian.

Sumber: Jawa Pos Group

RADAR MALANG – Kenaikan kasus Covid-19 makin mengkhawatirkan. Satgas Nasional Penanganan Covid-19 menetapkan sembilan kabupaten/kota sebagai daerah dengan kategori merah. Kategori itu menunjukkan terjadinya kenaikan kasus hingga ratusan persen dan angka keterisian tempat tidur (BOR) rumah sakit di atas 70 persen.

Melansir Jawapos, Kamis (10/6), Kabupaten Kudus masih menjadi daerah yang paling kritis dengan pertumbuhan kasus positif hingga ribuan persen. Tepatnya, 7.594 persen. Kondisi BOR di Kudus saat ini sudah mencapai 90,2 persen. Meski kenaikan kasusnya tak setinggi Kudus, Kabupaten Demak mencatatkan kondisi BOR yang paling mengkhawatirkan. Yakni, 96,3 persen. Kota para wali tersebut mencatatkan kenaikan kasus hingga 370 persen. Di bawah Kudus, ada Kabupaten Jepara dengan kenaikan hingga 685 persen dan tingkat keterisian BOR mencapai 88,18 persen.

Di bawah kategori merah, ada kategori oranye. Yakni, daerah dengan BOR di atas 70 persen, tapi kenaikan kasus tidak sampai 100 persen. Ada empat kabupaten dalam kondisi oranye. Yakni, Purwakarta, Bandung Barat, Kota Bandung, dan Kabupaten Blora. Sedangkan kondisi cokelat dengan kenaikan kasus di atas 100 persen dan BOR masih di bawah 70 persen terjadi di 15 kabupaten/kota. Kemudian, kondisi kuning dengan kenaikan kasus di bawah 100 persen dan BOR di bawah 70 persen dialami sembilan kabupaten/kota.

Jika diamati, tidak ada kota atau kabupaten di Jatim yang masuk kategori warna-warna tersebut. Padahal, kasus di Bangkalan sepekan ini melonjak. Bahkan, pasien Covid-19 di Bangkalan sampai harus diungsikan ke Surabaya karena RS di sana sudah penuh. Namun, berdasar data Satgas Covid-19 kemarin, kenaikan kasusnya belum mencapai 100 persen dan BOR juga disebut masih aman.

Jubir Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan, sebagian besar kenaikan kasus di Jawa Tengah disumbang Kabupaten Kudus. Wiku mengatakan, kenaikan di atas 100 persen itu harus segera diatasi agar tidak menjadi permasalahan yang berkepanjangan dan berkontribusi pada kenaikan kasus nasional.

“Caranya adalah fokus menurunkan jumlah kasus secepat mungkin dan mencegah penularan di masyarakat,” jelas Wiku kemarin (9/6).

Kenaikan kasus dan keterisian tempat tidur RS, lanjut Wiku, menjadi indikator utama kegawatan kasus di suatu daerah. Karena jika kasus meningkat, sementara tempat tidur tidak tersedia, keadaan bisa semakin buruk dan meningkatkan angka kematian.

Sumber: Jawa Pos Group

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/