alexametrics
30.3 C
Malang
Sunday, 29 May 2022

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal Jatuh Hari Kamis

RADAR MALANG – Pemerintah telah menetapkan bahwa 1 Syawal 1442 H atau Hari Raya Idul Fitri 2021 jatuh pada Kamis Wage, 13 Mei 2021.
Kesepakatan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas  setelah menggelar sidang isbat secara daring melalui live streaming di Chanel Resmi Youtube Kemenag RI, Selasa (11/5).
‘’Kami menetapkan 1 Syawal 1442 H jatuh pada Kamis Wage, 13 Mei 2021. Jadi nanti masih bisa melakukan sahur dan besok masih menjalankan ibadah puasa,’’ kata Yaqut.
Sidang isbat diawali dengan pemaparan letak hilal oleh Tim Falakiyah Kemenag RI Cecep Nurwendaya.
‘’Sejak pemaparan awal, ternyata hilal di Indonesia terlihat antara -5,6 derajat di timur dan -4,4 derajat di bagian barat daya, hasil tersebut belum memenuhi kriteria karena hilal dibawah ufuk, atau ketinggian hilal negatif,’’ ungkap Cecep.
Kemenag sendiri sudah menyatakan pos pemantauan hilal yang tersebar di 88 titik di seluruh Indonesia menetapkan bahwa para saksi yang sudah di sumpah tidak melihat hilal.
Terpisah, Anggota VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily juga menyatakan sepakat dengan hasil sidang isbat tersebut merupakan wujud persatuan umat Islam.
‘’Kesepakatan sidang isbat ini juga menandakan bahwa masyarakat Indonesia ini selalu bersatu kesatuan,’’ katanya.
Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Abdullah Zaidi juga menyerukan prediksi dari kesepakatan sidang isbat tersebut.
‘‘Bahwa 1 syawal 1442 Hijriyah akan jatuh hari Kamis 13 Mei 2021 ini merupakan kesepakatan yang sebelumnya memang sudah kita prediksi. Bahwa dari seluruh ulama dan ahli-ahli Islam, bahwa hari ini belum terjadi kesempurnaan (dalam melihat hilal), bahwa bulan masih jauh dari pada ufuk. Sehingga puasa kita digenapkan jadi 30 hari,’’ katanya.
Dia juga menghimbau agar umat Islam  tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan (prokes). Bagi zona hijau, dia mengizinkan salat Idul Fitri dilaksanakan, sementara untuk zona merah di himbau untuk salat ied di rumah.
Penetapan Idul Fitri tersebut yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Komisi VIII DPR RI, Ahli Ilmu Falak, Ketua Lapan, BMKG, dan organisasi masyarakat (ormas) Islam lainnya.
Penulis : Fanda Yusnia
RADAR MALANG – Pemerintah telah menetapkan bahwa 1 Syawal 1442 H atau Hari Raya Idul Fitri 2021 jatuh pada Kamis Wage, 13 Mei 2021.
Kesepakatan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas  setelah menggelar sidang isbat secara daring melalui live streaming di Chanel Resmi Youtube Kemenag RI, Selasa (11/5).
‘’Kami menetapkan 1 Syawal 1442 H jatuh pada Kamis Wage, 13 Mei 2021. Jadi nanti masih bisa melakukan sahur dan besok masih menjalankan ibadah puasa,’’ kata Yaqut.
Sidang isbat diawali dengan pemaparan letak hilal oleh Tim Falakiyah Kemenag RI Cecep Nurwendaya.
‘’Sejak pemaparan awal, ternyata hilal di Indonesia terlihat antara -5,6 derajat di timur dan -4,4 derajat di bagian barat daya, hasil tersebut belum memenuhi kriteria karena hilal dibawah ufuk, atau ketinggian hilal negatif,’’ ungkap Cecep.
Kemenag sendiri sudah menyatakan pos pemantauan hilal yang tersebar di 88 titik di seluruh Indonesia menetapkan bahwa para saksi yang sudah di sumpah tidak melihat hilal.
Terpisah, Anggota VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily juga menyatakan sepakat dengan hasil sidang isbat tersebut merupakan wujud persatuan umat Islam.
‘’Kesepakatan sidang isbat ini juga menandakan bahwa masyarakat Indonesia ini selalu bersatu kesatuan,’’ katanya.
Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Abdullah Zaidi juga menyerukan prediksi dari kesepakatan sidang isbat tersebut.
‘‘Bahwa 1 syawal 1442 Hijriyah akan jatuh hari Kamis 13 Mei 2021 ini merupakan kesepakatan yang sebelumnya memang sudah kita prediksi. Bahwa dari seluruh ulama dan ahli-ahli Islam, bahwa hari ini belum terjadi kesempurnaan (dalam melihat hilal), bahwa bulan masih jauh dari pada ufuk. Sehingga puasa kita digenapkan jadi 30 hari,’’ katanya.
Dia juga menghimbau agar umat Islam  tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan (prokes). Bagi zona hijau, dia mengizinkan salat Idul Fitri dilaksanakan, sementara untuk zona merah di himbau untuk salat ied di rumah.
Penetapan Idul Fitri tersebut yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Komisi VIII DPR RI, Ahli Ilmu Falak, Ketua Lapan, BMKG, dan organisasi masyarakat (ormas) Islam lainnya.
Penulis : Fanda Yusnia

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/