alexametrics
18.5 C
Malang
Wednesday, 29 June 2022

Kasus Covid-19 Melandai, 17 Juta Warga Jatim Sudah Jalani Vaksinasi

SURABAYA – Sebanyak 17 juta lebih warga Jawa Timur telah menjalani vaksinasi Covid-19. Beberapa daerah jugab berhasil menurunkan level-nya sesuai dengan asesmen situasi Covid-19 dari Kemenkes RI. Bahkan per 9 September, ada 3 kabupaten/kota yang masuk level 1. Yakni Lamongan, Tuban, dan Pasuruan.

Kondisi itu mengalami kemajuan dibandingkan sebelumnya dalam asesmen yang dilakukan Kemenkes RI per 8 September. Level 1 dari hanya 1 kabupaten menjadi 3 kabupaten.

Sementara untuk level 2, terdapat 19 kabupaten/kota yakni Kabupaten Sumenep, Situbondo, Sidoarjo, Sampang, Probolinggo, Pamekasan, Ngawi, Nganjuk, Malang, Kota Surabaya, Kota Pasuruan, Kabupaten Kediri, Jombang, Jember, Gresik, Bondowoso, Bojonegoro, Banyuwangi, dan Bangkalan.

Dari hasil asesmen PPKM yang dilaksanakan pada 8 dan 9 September 2021, untuk level 3 terjadi penurunan dari 18 menjadi 16 kabupaten/kota di Jatim. Yakni Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Mojokerto, Magetan, Madiun, Lumajang, Kota Probolinggo, Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Batu, dan Kabupaten Blitar.

Atas capaian yang diperoleh Pemprov Jatim, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih atas gerak cepat dan sinergi dari semua pihak yang ikut mencegah penyebaran Covid-19 di Jatim.

Tak hanya pemprov, tetapi Forkopimda Jatim, bupati/wali kota dan forkopimda kabupaten/kota, tenaga kesehatan (nakes), serta semua elemen masyarakat se-Jatim yang saling bersinergi dan menjaga kekompakan dalam mencegah dan mengendalikan penyebaran Covid-19.

’’Alhamdulillah hari ini (11/9) sudah ada 3 kabupaten/kota di Jatim yang masuk level 1. Data ini berasal dari asesmen situasi Covid-19 yang dirilis Kemenkes RI per Jumat (10/9),” tutur Khofifah.

Terkait capaian vaksinasi di Jatim, gubernur perempuan pertama di Jatim itu menjelaskan, berdasar Dashboard Kemenkes/KCPEN per 10 September, jumlah total capaian vaksinasi dosis pertama dan kedua sudah mencapai 17.471.879 dosis. Terdiri atas capaian dosis pertama mencapai 11.244.023 orang dan dosis kedua mencapai 6.227.856 orang.

Menurut Khofifah, capaian itu sejalan dengan langkah Pemprov bersama Forkopimda Jatim dan seluruh pihak dalam mempercepat pelaksanaan vaksinasi di Jatim. Pasalnya, untuk vaksinasi memang dibutuhkan kerja sama yang kuat lintas sektor dan semua pihak. Termasuk melibatkan pentahelix approach di dalamnya. Sebab mewujudkan herd immunity memang menjadi tanggung jawab bersama.

’’Yang patut kita syukuri saat ini, Jatim sudah bebas zona merah dan terlepas dari level 4. Vaksinasi terus kita gencarkan. Meski demikian saya kembali mengingatkan protokol kesehatan (prokes) jangan sampai lengah. Tetap jaga prokes agar kita segera bisa keluar dari pandemi,” ucap Khofifah.

Sumber: JawaPos.com

SURABAYA – Sebanyak 17 juta lebih warga Jawa Timur telah menjalani vaksinasi Covid-19. Beberapa daerah jugab berhasil menurunkan level-nya sesuai dengan asesmen situasi Covid-19 dari Kemenkes RI. Bahkan per 9 September, ada 3 kabupaten/kota yang masuk level 1. Yakni Lamongan, Tuban, dan Pasuruan.

Kondisi itu mengalami kemajuan dibandingkan sebelumnya dalam asesmen yang dilakukan Kemenkes RI per 8 September. Level 1 dari hanya 1 kabupaten menjadi 3 kabupaten.

Sementara untuk level 2, terdapat 19 kabupaten/kota yakni Kabupaten Sumenep, Situbondo, Sidoarjo, Sampang, Probolinggo, Pamekasan, Ngawi, Nganjuk, Malang, Kota Surabaya, Kota Pasuruan, Kabupaten Kediri, Jombang, Jember, Gresik, Bondowoso, Bojonegoro, Banyuwangi, dan Bangkalan.

Dari hasil asesmen PPKM yang dilaksanakan pada 8 dan 9 September 2021, untuk level 3 terjadi penurunan dari 18 menjadi 16 kabupaten/kota di Jatim. Yakni Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Mojokerto, Magetan, Madiun, Lumajang, Kota Probolinggo, Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Batu, dan Kabupaten Blitar.

Atas capaian yang diperoleh Pemprov Jatim, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih atas gerak cepat dan sinergi dari semua pihak yang ikut mencegah penyebaran Covid-19 di Jatim.

Tak hanya pemprov, tetapi Forkopimda Jatim, bupati/wali kota dan forkopimda kabupaten/kota, tenaga kesehatan (nakes), serta semua elemen masyarakat se-Jatim yang saling bersinergi dan menjaga kekompakan dalam mencegah dan mengendalikan penyebaran Covid-19.

’’Alhamdulillah hari ini (11/9) sudah ada 3 kabupaten/kota di Jatim yang masuk level 1. Data ini berasal dari asesmen situasi Covid-19 yang dirilis Kemenkes RI per Jumat (10/9),” tutur Khofifah.

Terkait capaian vaksinasi di Jatim, gubernur perempuan pertama di Jatim itu menjelaskan, berdasar Dashboard Kemenkes/KCPEN per 10 September, jumlah total capaian vaksinasi dosis pertama dan kedua sudah mencapai 17.471.879 dosis. Terdiri atas capaian dosis pertama mencapai 11.244.023 orang dan dosis kedua mencapai 6.227.856 orang.

Menurut Khofifah, capaian itu sejalan dengan langkah Pemprov bersama Forkopimda Jatim dan seluruh pihak dalam mempercepat pelaksanaan vaksinasi di Jatim. Pasalnya, untuk vaksinasi memang dibutuhkan kerja sama yang kuat lintas sektor dan semua pihak. Termasuk melibatkan pentahelix approach di dalamnya. Sebab mewujudkan herd immunity memang menjadi tanggung jawab bersama.

’’Yang patut kita syukuri saat ini, Jatim sudah bebas zona merah dan terlepas dari level 4. Vaksinasi terus kita gencarkan. Meski demikian saya kembali mengingatkan protokol kesehatan (prokes) jangan sampai lengah. Tetap jaga prokes agar kita segera bisa keluar dari pandemi,” ucap Khofifah.

Sumber: JawaPos.com

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/