alexametrics
26.1 C
Malang
Sunday, 29 May 2022

30 Pemda Diminta Waspada Bibit Siklon Tropis 94W, Jatim Termasuk

RADAR MALANG – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut bibit Siklon Tropis 94W (94W Cyclone) di Samudera Pasifik dari Timur Laut Papua dapat menjadi siklon tropis dalam beberapa hari ke depan. Tercatat, ada 30 provinsi yang kemungkinan akan terdampak siklon ini.

Melansir dari Jawapos, Rabu(14/4) Kepala BMKG, Dwikora Karnawati menyebut potensi siklon tropis 94W untuk tumbuh dalam beberapa hari ke depan sangat tinggi.

“Kami mohon tidak menganggap sepele adanya bibit siklon ini,” lanjut dia.

Bibit siklon tersebut berpotensi menyebabkan peningkatan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sertai angin kencang dan gelombang tinggi pada 13-19 April 2021.

Selain itu, adanya dampak yang dapat ditimbulkan siklon tropis 94W di antara lain banjir, banjir bandang, genangan, angin kencang, tanah longsor, pohon tumbang, dan jalan licin dalam satu minggu ke depan.

“Khusus kepada pengguna transportasi laut dan nelayan perlu meningkatkan kewaspadaan dalam melakukan aktivitas pelayaran karena adanya ancaman gelombang tinggi akibat siklon yang mencapai 4-6 meter,” kata Dwikorita.

Sementara itu, Deputi Meteorologi BMKG Guswanto menambahkan wilayah yang berpotensi terdampak bibit siklon tropis 94W, meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kemudian beberapa daerah lainnya, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat, serta Papua.

Wilayah dengan potensi gelombang tinggi sekitar 1,25 sampai 2,5 meter di antaranya Laut Sulawesi bagian tengah dan timur perairan utara Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud, Laut Maluku, perairan utara dan timur Halmahera, Laut Halmahera, Samudera Pasifik utara Halmahera.

Sementara itu gelombang tinggi mencapai 2,5 hingga 4 neter berpotensi terjadi di Perairan Raja Ampat-Sorong, Perairan Manokwari, Perairan Biak, Teluk Cendrawasih, Perairan Jayapura, Sarmi, Samudera Pasifik sebelah utara Papua Barat.

Gelombang setinggi 4 hingga 6 meter ini juga berpeluang terjadi di Samudera Pasifik utara Papua.

Deputi Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan menambahkan, pihaknya merekomendasikan beberapa langkah kesiapsiagaan terhadap peringatan dini dari BMKG. BNPB berharap pemerintah provinsi untuk menginstruksikan beberapa upaya, untuk meningkatkan koordinasi dengan BMKG di wilayah terkait mengenai perkembangan potensi bibit siklon tropis.

“Informasi peringatan dini BMKG dapat digunakan untuk mempercepat penyebarluasan informasi peringatan dini bencana. Serta menyusun rencana tindak lanjut dan pengambilan keputusan,” kata Lilik dalam keterangannya, Rabu (14/4).

Lilik meminta pemerintah daerah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem seperti puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, dan hujan es dan dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang maupun jalan licin.

Selain itu, meminta koordinasi antar dinas terkait dan aparatur untuk kesiapsiagaan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi serta kewenangan masing-masing. Upaya ini bertujuan untuk mencegah dampak yang mungkin timbul.

Menurutnya, koordinasi menyasar pada komunikasi risiko yang ditujukan kepada masyarakat mengenai potensi bahaya untuk menjauh dari lembah sungai, lereng rawan longsor, pohon tumbang atau tepi pantai, khususnya warga yang bermukim di wilayah risiko tinggi.

Penulis: Mega Annisa N

RADAR MALANG – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut bibit Siklon Tropis 94W (94W Cyclone) di Samudera Pasifik dari Timur Laut Papua dapat menjadi siklon tropis dalam beberapa hari ke depan. Tercatat, ada 30 provinsi yang kemungkinan akan terdampak siklon ini.

Melansir dari Jawapos, Rabu(14/4) Kepala BMKG, Dwikora Karnawati menyebut potensi siklon tropis 94W untuk tumbuh dalam beberapa hari ke depan sangat tinggi.

“Kami mohon tidak menganggap sepele adanya bibit siklon ini,” lanjut dia.

Bibit siklon tersebut berpotensi menyebabkan peningkatan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sertai angin kencang dan gelombang tinggi pada 13-19 April 2021.

Selain itu, adanya dampak yang dapat ditimbulkan siklon tropis 94W di antara lain banjir, banjir bandang, genangan, angin kencang, tanah longsor, pohon tumbang, dan jalan licin dalam satu minggu ke depan.

“Khusus kepada pengguna transportasi laut dan nelayan perlu meningkatkan kewaspadaan dalam melakukan aktivitas pelayaran karena adanya ancaman gelombang tinggi akibat siklon yang mencapai 4-6 meter,” kata Dwikorita.

Sementara itu, Deputi Meteorologi BMKG Guswanto menambahkan wilayah yang berpotensi terdampak bibit siklon tropis 94W, meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kemudian beberapa daerah lainnya, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat, serta Papua.

Wilayah dengan potensi gelombang tinggi sekitar 1,25 sampai 2,5 meter di antaranya Laut Sulawesi bagian tengah dan timur perairan utara Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud, Laut Maluku, perairan utara dan timur Halmahera, Laut Halmahera, Samudera Pasifik utara Halmahera.

Sementara itu gelombang tinggi mencapai 2,5 hingga 4 neter berpotensi terjadi di Perairan Raja Ampat-Sorong, Perairan Manokwari, Perairan Biak, Teluk Cendrawasih, Perairan Jayapura, Sarmi, Samudera Pasifik sebelah utara Papua Barat.

Gelombang setinggi 4 hingga 6 meter ini juga berpeluang terjadi di Samudera Pasifik utara Papua.

Deputi Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan menambahkan, pihaknya merekomendasikan beberapa langkah kesiapsiagaan terhadap peringatan dini dari BMKG. BNPB berharap pemerintah provinsi untuk menginstruksikan beberapa upaya, untuk meningkatkan koordinasi dengan BMKG di wilayah terkait mengenai perkembangan potensi bibit siklon tropis.

“Informasi peringatan dini BMKG dapat digunakan untuk mempercepat penyebarluasan informasi peringatan dini bencana. Serta menyusun rencana tindak lanjut dan pengambilan keputusan,” kata Lilik dalam keterangannya, Rabu (14/4).

Lilik meminta pemerintah daerah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem seperti puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, dan hujan es dan dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang maupun jalan licin.

Selain itu, meminta koordinasi antar dinas terkait dan aparatur untuk kesiapsiagaan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi serta kewenangan masing-masing. Upaya ini bertujuan untuk mencegah dampak yang mungkin timbul.

Menurutnya, koordinasi menyasar pada komunikasi risiko yang ditujukan kepada masyarakat mengenai potensi bahaya untuk menjauh dari lembah sungai, lereng rawan longsor, pohon tumbang atau tepi pantai, khususnya warga yang bermukim di wilayah risiko tinggi.

Penulis: Mega Annisa N

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/