alexametrics
25.6 C
Malang
Thursday, 26 May 2022

RS Penuh, Bawa Bed Sendiri, Bumil di Gresik Kehilangan Bayi

RADAR MALANG – Nasib nahas dialami Mazrotul Afiro, warga Desa Gredek . Ibu yang tengah mengandung tujuh bulan itu harus kelimpungan mencari rumah sakit. Berjam-jam tidak dapat RS, bayi dalam kandungannya dinyatakan meninggal dunia.

Sejak Selasa (13/7), pukul 09.00 WIB, Mazrotul bersama bidan mencari ruangan untuk merawat dirinya. Satu–dua rumah sakit penuh. Padahal, kondisi ibu 31 tahun itu sudah parah. Selain dinyatakan positif antigen, saturasi oksigen dalam darahnya sudah diangka 40. Padahal, normalnya di angka 90-100.

Karena tak kunjung dapat rumah sakit, Mazrotul akhirnya dibawa pulang ke rumahnya di Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Di rumahnya, Mazrotul memang diberikan oksigen dan infus. Namun, perawatan berbeda dengan di rumah sakit.

”Saat itu saya juga telepon sana sini tanya RS. ICU semua penuh,” kata Kades Gredek Muhammad Bahrul Ghofar seperti dilansir dari Jawapos, Rabu (14/7).

Barulah, Ghofar mendapat konfirmasi dari rumah sakit setelah magrib. RSUD Ibnu Sina mengizinkan Mazrotul untuk dibawa ke sana. Tapi, karena bed habis, pihak keluarga harus membawa bed sendiri.

Keluarga pun menyiapkan bed dari puskesmas dinaikkan dengan menggunakan mobil untuk dibawa ke RSUD. Sayang, bayi dalam kandungan Mazrotul yang berumur tujuh bulan meninggal dunia.

Bukan hanya itu, Mazrotul pun hingga Selasa sore (13/7) kondisinya kritis di rumah sakit. ”Iya, bayi dalam kandungannya meninggal malam dan ibunya kritis,” tutup Ghofar.

Sumber: Jawa Pos Group

RADAR MALANG – Nasib nahas dialami Mazrotul Afiro, warga Desa Gredek . Ibu yang tengah mengandung tujuh bulan itu harus kelimpungan mencari rumah sakit. Berjam-jam tidak dapat RS, bayi dalam kandungannya dinyatakan meninggal dunia.

Sejak Selasa (13/7), pukul 09.00 WIB, Mazrotul bersama bidan mencari ruangan untuk merawat dirinya. Satu–dua rumah sakit penuh. Padahal, kondisi ibu 31 tahun itu sudah parah. Selain dinyatakan positif antigen, saturasi oksigen dalam darahnya sudah diangka 40. Padahal, normalnya di angka 90-100.

Karena tak kunjung dapat rumah sakit, Mazrotul akhirnya dibawa pulang ke rumahnya di Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Di rumahnya, Mazrotul memang diberikan oksigen dan infus. Namun, perawatan berbeda dengan di rumah sakit.

”Saat itu saya juga telepon sana sini tanya RS. ICU semua penuh,” kata Kades Gredek Muhammad Bahrul Ghofar seperti dilansir dari Jawapos, Rabu (14/7).

Barulah, Ghofar mendapat konfirmasi dari rumah sakit setelah magrib. RSUD Ibnu Sina mengizinkan Mazrotul untuk dibawa ke sana. Tapi, karena bed habis, pihak keluarga harus membawa bed sendiri.

Keluarga pun menyiapkan bed dari puskesmas dinaikkan dengan menggunakan mobil untuk dibawa ke RSUD. Sayang, bayi dalam kandungan Mazrotul yang berumur tujuh bulan meninggal dunia.

Bukan hanya itu, Mazrotul pun hingga Selasa sore (13/7) kondisinya kritis di rumah sakit. ”Iya, bayi dalam kandungannya meninggal malam dan ibunya kritis,” tutup Ghofar.

Sumber: Jawa Pos Group

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/