alexametrics
18.5 C
Malang
Wednesday, 29 June 2022

Lega, Akhirnya Kominfo Blokir Iklan Homoseksual di YouTube Kids

RADAR MALANG – Warganet baru-baru ini dihebohkan dengan munculnya iklan 18+ di platform Youtube Kids. Iklan yang berjudul Sindu – Aku Bukan Homo tersebut akhirnya berhasil di blokir oleh Kominfo karena dinilai sangat meresahkan orang tua.

Iklan yang muncul di sela tayangan coco melon itu berisi grafis 3D dua buah pisang yang sedang bernyanyi. Judul dan lirik lagu tersebut jelas mendeskripsikan tentang homoseksual.

Vidio iklan yang diblokir Kominfo tersebut berasal dari unggahan akun youtube Sinduatiga. Namun saat ini vidio berdurasi pendek tersebut tak lagi ditemukan di channel Sinduatiga.

Langkah tegas ini disampaikan oleh juru bicara Kominfo, Dedy Permadi. Beliau juga berharap agar platform digital lebih menjaga ekosistem digital agar tidak melanggar peraturan perundang-undangan.

“Kementerian Kominfo meminta seluruh platform digital untuk lebih serius menjaga keamanan ekosistem digital dari konten yang melanggar peraturan perundang-undangan,” jelas Dedy Selasa (14/9).

“Apabila masyarakat menemukan konten yang melanggar ketentuan yang berlaku untuk dapat melaporkannya melalui aduankonten@kominfo.go.id atau kanal aduan lain yang kami sediakan,” terangnya.

Penulis : Eka Fahrun Nisak Ramadhani

RADAR MALANG – Warganet baru-baru ini dihebohkan dengan munculnya iklan 18+ di platform Youtube Kids. Iklan yang berjudul Sindu – Aku Bukan Homo tersebut akhirnya berhasil di blokir oleh Kominfo karena dinilai sangat meresahkan orang tua.

Iklan yang muncul di sela tayangan coco melon itu berisi grafis 3D dua buah pisang yang sedang bernyanyi. Judul dan lirik lagu tersebut jelas mendeskripsikan tentang homoseksual.

Vidio iklan yang diblokir Kominfo tersebut berasal dari unggahan akun youtube Sinduatiga. Namun saat ini vidio berdurasi pendek tersebut tak lagi ditemukan di channel Sinduatiga.

Langkah tegas ini disampaikan oleh juru bicara Kominfo, Dedy Permadi. Beliau juga berharap agar platform digital lebih menjaga ekosistem digital agar tidak melanggar peraturan perundang-undangan.

“Kementerian Kominfo meminta seluruh platform digital untuk lebih serius menjaga keamanan ekosistem digital dari konten yang melanggar peraturan perundang-undangan,” jelas Dedy Selasa (14/9).

“Apabila masyarakat menemukan konten yang melanggar ketentuan yang berlaku untuk dapat melaporkannya melalui aduankonten@kominfo.go.id atau kanal aduan lain yang kami sediakan,” terangnya.

Penulis : Eka Fahrun Nisak Ramadhani

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/