alexametrics
30.6 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Maling Sapi Terekam CCTV, Diduga Kabur dengan Membobol Pagar Tol

RADAR MALANG – Aksi pencurian hewan ternak kembali terjadi di Kabupaten Probolinggo. Sabtu (14/8) dini hari, sapi jenis brangus warna hitam milik warga RT 3/RW 1, Dusun Bintaos, Desa Kedungsupit, Kecamatan Wonomerto dicuri maling. Sapi jantan seharga Rp 20 juta itu hilang sekitar pukul 02.30 WIB.

Aksi pencurian itu terekam CCTV pemilik rumah, yakni Umi Siti Aminah, 43. Dari rekaman CCTV itu tampak tiga orang yang melakukan aksi pencurian. Hingga kini, petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan.

Umi Siti Aminah menerangkan bahwa sekitar pukul 01.00 sapi yang dirawatnya mulai lima bulan lalu itu masih berada di kandang. Sekitar pukul 04.00, Umi Siti terbangun dan hendak mengambil wudhu untuk salat subuh.

Dia lalu berjalan ke dapur. Kebetulan dapurnya menjadi satu dengan kandang sapi. Nah, saat melihat kandang, Umi Siti terkejut karena satu-satunya sapi yang ada di kandangnya itu sudah raib. Dia juga melihat atap dapur terbuka, termasuk pintu belakang dapur

Begitu hilang, Umi Siti lalu mengecek closed circuit television (CCTV). “Setelah dilakukan pengecekan di CCTV rumah, rupanya pelaku beraksi sekitar pukul 02.30. Dari rekaman CCTV, yang terlihat ada dua orang. Tapi diperkirakan jumlah pelaku lebih dari dua orang,” beber Umi Siti seperti dilansir Radar Bromo (Jawa Pos Group). Sebab, sempat ada saksi yang melihat ada satu orang lagi yang berada di luar dapur bagian belakang rumah. Belum lagi yang ada di mobil.

Ia menyakini bahwa sapinya dibawa menggunakan mobil lantaran ada jejak sapi yang mengarah ke jalan. “Jadi rumah saya belakangnya ini langsung tol, dan lagi ada bekas tembok tol yang dibongkar agar sapinya bisa masuk tol,” tambahnya.

Atas peristiwa tersebut pihak keluarga melaporkan ke Polsek Wonomerto. Sekitar pukul 08.00 ada sejumlah petugas dari polsek yang datang untuk melihat dan melakukan olah TKP. “Tadi (kemarin, Red) ada petugas yang datang dan melakukan pemeriksaan. Bahkan juga ada sandal jepit putus yang diduga milik pelaku,” tambahnya.

Umi Siti berharap sapinya bisa ditemukan. “Semoga pelaku tertangkap dan sapinya juga ketemu,” harapnya.

Terpisah, Kapolsek Wonomerto Iptu Agus Wahyono membenarkan peristiwa itu. Saat ini petugas masih dalam proses penyelidikan atas peristwa pencurian sapi yang terjadi di Desa Kedungsupit tersebut. “Jadi kami masih proses penyelidikan. Termasuk masih akan mengambil rekaman CCTV yang ada. Pasalnya masih belum bisa di-copy lantaran operatornya belum ada. Kami juga minta agar warga juga waspada dan berhati-hati,” katanya.

Sumber: Jawa Pos Group

RADAR MALANG – Aksi pencurian hewan ternak kembali terjadi di Kabupaten Probolinggo. Sabtu (14/8) dini hari, sapi jenis brangus warna hitam milik warga RT 3/RW 1, Dusun Bintaos, Desa Kedungsupit, Kecamatan Wonomerto dicuri maling. Sapi jantan seharga Rp 20 juta itu hilang sekitar pukul 02.30 WIB.

Aksi pencurian itu terekam CCTV pemilik rumah, yakni Umi Siti Aminah, 43. Dari rekaman CCTV itu tampak tiga orang yang melakukan aksi pencurian. Hingga kini, petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan.

Umi Siti Aminah menerangkan bahwa sekitar pukul 01.00 sapi yang dirawatnya mulai lima bulan lalu itu masih berada di kandang. Sekitar pukul 04.00, Umi Siti terbangun dan hendak mengambil wudhu untuk salat subuh.

Dia lalu berjalan ke dapur. Kebetulan dapurnya menjadi satu dengan kandang sapi. Nah, saat melihat kandang, Umi Siti terkejut karena satu-satunya sapi yang ada di kandangnya itu sudah raib. Dia juga melihat atap dapur terbuka, termasuk pintu belakang dapur

Begitu hilang, Umi Siti lalu mengecek closed circuit television (CCTV). “Setelah dilakukan pengecekan di CCTV rumah, rupanya pelaku beraksi sekitar pukul 02.30. Dari rekaman CCTV, yang terlihat ada dua orang. Tapi diperkirakan jumlah pelaku lebih dari dua orang,” beber Umi Siti seperti dilansir Radar Bromo (Jawa Pos Group). Sebab, sempat ada saksi yang melihat ada satu orang lagi yang berada di luar dapur bagian belakang rumah. Belum lagi yang ada di mobil.

Ia menyakini bahwa sapinya dibawa menggunakan mobil lantaran ada jejak sapi yang mengarah ke jalan. “Jadi rumah saya belakangnya ini langsung tol, dan lagi ada bekas tembok tol yang dibongkar agar sapinya bisa masuk tol,” tambahnya.

Atas peristiwa tersebut pihak keluarga melaporkan ke Polsek Wonomerto. Sekitar pukul 08.00 ada sejumlah petugas dari polsek yang datang untuk melihat dan melakukan olah TKP. “Tadi (kemarin, Red) ada petugas yang datang dan melakukan pemeriksaan. Bahkan juga ada sandal jepit putus yang diduga milik pelaku,” tambahnya.

Umi Siti berharap sapinya bisa ditemukan. “Semoga pelaku tertangkap dan sapinya juga ketemu,” harapnya.

Terpisah, Kapolsek Wonomerto Iptu Agus Wahyono membenarkan peristiwa itu. Saat ini petugas masih dalam proses penyelidikan atas peristwa pencurian sapi yang terjadi di Desa Kedungsupit tersebut. “Jadi kami masih proses penyelidikan. Termasuk masih akan mengambil rekaman CCTV yang ada. Pasalnya masih belum bisa di-copy lantaran operatornya belum ada. Kami juga minta agar warga juga waspada dan berhati-hati,” katanya.

Sumber: Jawa Pos Group

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/