alexametrics
28.1 C
Malang
Thursday, 7 July 2022

Gelar Uji Kompetensi Wartawan, Jawa Pos-PWI Jatim Pertahankan Rekor

SURABAYA – Untuk kali kedua dalam dua tahun terakhir, rekor baru uji kompetensi wartawan (UKW) dicatatkan Jawa Pos, Jawa Pos Group, dan PWI Jatim. Rekor itu yakni lulus atau dianggap kompetennya semua peserta UKW. Yang pertama terjadi akhir 2019 lalu. Saat itu ada sekitar 80 wartawan yang mengikuti UKW. Pesertanya merupakan jurnalis dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Semuanya bernaung di bawah Jawa Pos Group.

Saat itu, semua peserta yang mengikuti UKW kelas muda, madya dan utama dinyatakan lulus. Yang terbaru, mulai 13 sampai 16 Juni 2022, UKW untuk angkatan ke-41 dan 42 kembali digelar JPR, yang berkolaborasi dengan PWI Jatim dan Dewan Pers. Dalam penutupan di Graha Pena Surabaya, Kamis (16/6/2022), tim penguji menyatakan seluruh peserta 100 persen dinyatakan lulus atau kompeten.

“Ini adalah rekor bagi penyelenggaran UKW yang digelar PWI Jatim, di mana 100 persen peserta dinyatakan lulus alias kompeten,” kata Djoko Tetuko, Koordinator Dewan Penguji dari PWI Jatim. Menurut wartawan senior itu, selama ini penyelenggaraan UKW oleh PWI Jatim jarang mencatat tingkat kompetensi atau kelulusan sempurna. “Sebelumnya UKW angkatan ke-39 di Malang juga lulus (kompeten) semuanya,” tambah dia.

Biasanya, di setiap sesi UKW, dia menyebut ada saja peserta yang tidak kompeten. Baik karena masalah kemampuan atau tingkat kedisiplinan dan ketepatan waktu. “Menurut pengalaman kami, menguji peserta di sebuah grup media yang berada dalam satu naungan memang berbeda. Sebab hasil dari pembentukan wartawan di media itu pasti terlihat,” imbuh Djoko.

CEO Jawa Pos Media Leak Kustiya menyambut baik penyelenggaraan UKW yang didukung oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Pabrik Tuban (SIG) itu. Menurut Leak, kompetensi wartawan adalah salah satu upaya pihaknya untuk menyiapkan regenerasi. “Dengan acara ini maka, Jawa Pos akan kaya dengan generasi-generasi baru yang memiliki kompetensi memadai untuk menjaga keberlangsungan hidup Jawa Pos itu sendiri,” kata dia.

Leak mengakui bahwa Jawa Pos yang kini sedang mengembangkan konvergensi media membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. “Kalau lulus seratus persen begini, manajemen pasti juga tenang. Karena memiliki resources yang kompeten melalui sistem seleksi yang ketat dan dapat dipertanggungjawabkan seperti UKW ini,” paparnya.

Hal serupa juga disampaikan Sasongko Tedjo, penguji senior dari PWI Pusat. Menurut penguji kelas utama itu, media seperti Jawa Pos patut dibanggakan. Sebab, manajemen yang peduli dengan kompetensi wartawannya pasti akan menegakkan cara-cara profesional dalam pengelolaan media. “Sinergi media diperlukan karena konten sekarang juga mahal. Di sini konvergensi media dibutuhkan. Dan, Jawa Pos bisa dibanggakan karena dinamikanya masuk yang terbaik, editorial sistem dan SDM juga terjaga,” jelas mantan pemred Suara Merdeka dan juga sekretaris Dewan Kehormatan PWI Pusat ini.

UKW Jawa Pos bekerja sama dengan PWI Jatim, Dewan Pers dan SIG itu diikuti 51 peserta. Mereka dibagi dalam kelas utama (2 kelas), kelas madya (1 kelas) dan kelas muda (6 kelas) dengan tim penguji dari PWI Jatim. Peserta berasal dari grup Jawa Pos. Mulai dari cetak, online dan televisi. Selain Jawa Pos, peserta juga datang dari berbagai radar dan anak perusahaan. Antara lain dari Radar Surabaya, Tuban, Madura, Mojokerto, Jombang, Malang, Kediri, Madiun, Jember, Bromo, Tulungagung, Solo, Kudus dan JTV. Dari Jawa Pos Radar Malang, ada tiga wartawan yang ambil bagian dalam UKW tersebut. (jay/by)

SURABAYA – Untuk kali kedua dalam dua tahun terakhir, rekor baru uji kompetensi wartawan (UKW) dicatatkan Jawa Pos, Jawa Pos Group, dan PWI Jatim. Rekor itu yakni lulus atau dianggap kompetennya semua peserta UKW. Yang pertama terjadi akhir 2019 lalu. Saat itu ada sekitar 80 wartawan yang mengikuti UKW. Pesertanya merupakan jurnalis dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Semuanya bernaung di bawah Jawa Pos Group.

Saat itu, semua peserta yang mengikuti UKW kelas muda, madya dan utama dinyatakan lulus. Yang terbaru, mulai 13 sampai 16 Juni 2022, UKW untuk angkatan ke-41 dan 42 kembali digelar JPR, yang berkolaborasi dengan PWI Jatim dan Dewan Pers. Dalam penutupan di Graha Pena Surabaya, Kamis (16/6/2022), tim penguji menyatakan seluruh peserta 100 persen dinyatakan lulus atau kompeten.

“Ini adalah rekor bagi penyelenggaran UKW yang digelar PWI Jatim, di mana 100 persen peserta dinyatakan lulus alias kompeten,” kata Djoko Tetuko, Koordinator Dewan Penguji dari PWI Jatim. Menurut wartawan senior itu, selama ini penyelenggaraan UKW oleh PWI Jatim jarang mencatat tingkat kompetensi atau kelulusan sempurna. “Sebelumnya UKW angkatan ke-39 di Malang juga lulus (kompeten) semuanya,” tambah dia.

Biasanya, di setiap sesi UKW, dia menyebut ada saja peserta yang tidak kompeten. Baik karena masalah kemampuan atau tingkat kedisiplinan dan ketepatan waktu. “Menurut pengalaman kami, menguji peserta di sebuah grup media yang berada dalam satu naungan memang berbeda. Sebab hasil dari pembentukan wartawan di media itu pasti terlihat,” imbuh Djoko.

CEO Jawa Pos Media Leak Kustiya menyambut baik penyelenggaraan UKW yang didukung oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Pabrik Tuban (SIG) itu. Menurut Leak, kompetensi wartawan adalah salah satu upaya pihaknya untuk menyiapkan regenerasi. “Dengan acara ini maka, Jawa Pos akan kaya dengan generasi-generasi baru yang memiliki kompetensi memadai untuk menjaga keberlangsungan hidup Jawa Pos itu sendiri,” kata dia.

Leak mengakui bahwa Jawa Pos yang kini sedang mengembangkan konvergensi media membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. “Kalau lulus seratus persen begini, manajemen pasti juga tenang. Karena memiliki resources yang kompeten melalui sistem seleksi yang ketat dan dapat dipertanggungjawabkan seperti UKW ini,” paparnya.

Hal serupa juga disampaikan Sasongko Tedjo, penguji senior dari PWI Pusat. Menurut penguji kelas utama itu, media seperti Jawa Pos patut dibanggakan. Sebab, manajemen yang peduli dengan kompetensi wartawannya pasti akan menegakkan cara-cara profesional dalam pengelolaan media. “Sinergi media diperlukan karena konten sekarang juga mahal. Di sini konvergensi media dibutuhkan. Dan, Jawa Pos bisa dibanggakan karena dinamikanya masuk yang terbaik, editorial sistem dan SDM juga terjaga,” jelas mantan pemred Suara Merdeka dan juga sekretaris Dewan Kehormatan PWI Pusat ini.

UKW Jawa Pos bekerja sama dengan PWI Jatim, Dewan Pers dan SIG itu diikuti 51 peserta. Mereka dibagi dalam kelas utama (2 kelas), kelas madya (1 kelas) dan kelas muda (6 kelas) dengan tim penguji dari PWI Jatim. Peserta berasal dari grup Jawa Pos. Mulai dari cetak, online dan televisi. Selain Jawa Pos, peserta juga datang dari berbagai radar dan anak perusahaan. Antara lain dari Radar Surabaya, Tuban, Madura, Mojokerto, Jombang, Malang, Kediri, Madiun, Jember, Bromo, Tulungagung, Solo, Kudus dan JTV. Dari Jawa Pos Radar Malang, ada tiga wartawan yang ambil bagian dalam UKW tersebut. (jay/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/