alexametrics
24.5 C
Malang
Friday, 20 May 2022

BOR ICU RS Bangkalan Madura Sentuh Angka 90 Persen

RADAR MALANG – Bed Occupancy Rate (BOR) alias persentase keterisian tempat tidur ICU di Bangkalan terus meningkat. Per Rabu (16/6), BOR mencapai 90 persen.

”BOR Bangkalan 90 persen,” tutur Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir pada Kamis (17/6).

Sebelumnya, BOR ICU di Bangkalan mencapai 63 persen pada 7 Juni, menjadi 38 persen pada 13 Juni. Sedangkan BOR isolasi Covid-19 turun dari 90 persen pada 7 Juni menjadi 82 persen pada 13 Juni.

Berdasar data nasional per Rabu (16//6), tercatat ada 2.470 kasus di Bangkalan. Sebanyak 86 di antaranya adalah kasus baru. Sementara itu, ada 654 kasus aktif, 56 di antaranya kasus baru dan 1.576 di antaranya dinyatakan sembuh.

Sementara itu, di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) Bangkalan, hanya ada 36 kamar tidur yang tersisa. Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, Pemprov bersama Forkopimda Jatim dan Forkopimda Kabupaten Bangkalan serta Forkopimda Kota Surabaya dengan cepat melakukan langkah serta mengindentifikasi kasus-kasus tersebut. Pihaknya memastikan, pasien-pasien dengan infeksi Covid-19 sudah diisolasi secara khusus.

”Dua di antara ketiga pasien dengan mutasi virus baru dirawat di RS Lapangan Indrapura. Sedangkan, satu orang lainnya dirawat di RS di Bojonegoro,” ujar Khofifah seperti dilansir dari Jawa Pos, Kamis (17/6).

”Kami pastikan pasien-pasien dengan infeksi Covid-19 varian mutasi delta tersebut diisolasi dengan baik agar tidak menyebar. Segera setelah mengonfirmasi kasus ini, kami langsung melakukan upaya-upaya dan langkah-langkah strategis untuk mencegah penyebaran kasus ini baik dari segi testing, tracing, treatment maupun edukasi,” tambah Khofifah.

Menurut Khofifah, guna mencegah penyebaran kasus Covid-19 varian delta tersebut, Pemprov Jatim bersama tim Kodam dan Polda. Tim tracer Kabupaten Bangkalan juga telah melakukan tracing masal di daerah-daerah zona merah di Bangkalan untuk menemukan kasus-kasus positif yang diduga termasuk strain mutasi. Harapannya, dengan tracing dan isolasi cepat ini bisa semakin efektif memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Bangkalan.

”Jadi hingga kini, kami terus lakukan genomic surveillance aktif untuk memetakan pola mutasi di Jawa Timur, melakukan tracing dan isolasi masal di daerah kantong infeksi Covid-19, demi memastikan kasus mutasi tersebut tidak menyebar ke daerah-daerah yang lain,” terang Khofifah.

Tak hanya itu, Pemprov Jatim juga berkolaborasi dengan Pemkot Surabaya dan Polda Jatim melakukan penyekatan di Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dengan Madura sejak 5 Juni. Dalam program kolaborasi tersebut, sebanyak 31.578 orang telah dilakukan swab antigen dengan hasil 668 positif antigen dengan hasil akhir 362 kasus dengan hasil swab PCR positif.

Sumber: Jawa Pos Group

RADAR MALANG – Bed Occupancy Rate (BOR) alias persentase keterisian tempat tidur ICU di Bangkalan terus meningkat. Per Rabu (16/6), BOR mencapai 90 persen.

”BOR Bangkalan 90 persen,” tutur Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir pada Kamis (17/6).

Sebelumnya, BOR ICU di Bangkalan mencapai 63 persen pada 7 Juni, menjadi 38 persen pada 13 Juni. Sedangkan BOR isolasi Covid-19 turun dari 90 persen pada 7 Juni menjadi 82 persen pada 13 Juni.

Berdasar data nasional per Rabu (16//6), tercatat ada 2.470 kasus di Bangkalan. Sebanyak 86 di antaranya adalah kasus baru. Sementara itu, ada 654 kasus aktif, 56 di antaranya kasus baru dan 1.576 di antaranya dinyatakan sembuh.

Sementara itu, di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) Bangkalan, hanya ada 36 kamar tidur yang tersisa. Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, Pemprov bersama Forkopimda Jatim dan Forkopimda Kabupaten Bangkalan serta Forkopimda Kota Surabaya dengan cepat melakukan langkah serta mengindentifikasi kasus-kasus tersebut. Pihaknya memastikan, pasien-pasien dengan infeksi Covid-19 sudah diisolasi secara khusus.

”Dua di antara ketiga pasien dengan mutasi virus baru dirawat di RS Lapangan Indrapura. Sedangkan, satu orang lainnya dirawat di RS di Bojonegoro,” ujar Khofifah seperti dilansir dari Jawa Pos, Kamis (17/6).

”Kami pastikan pasien-pasien dengan infeksi Covid-19 varian mutasi delta tersebut diisolasi dengan baik agar tidak menyebar. Segera setelah mengonfirmasi kasus ini, kami langsung melakukan upaya-upaya dan langkah-langkah strategis untuk mencegah penyebaran kasus ini baik dari segi testing, tracing, treatment maupun edukasi,” tambah Khofifah.

Menurut Khofifah, guna mencegah penyebaran kasus Covid-19 varian delta tersebut, Pemprov Jatim bersama tim Kodam dan Polda. Tim tracer Kabupaten Bangkalan juga telah melakukan tracing masal di daerah-daerah zona merah di Bangkalan untuk menemukan kasus-kasus positif yang diduga termasuk strain mutasi. Harapannya, dengan tracing dan isolasi cepat ini bisa semakin efektif memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Bangkalan.

”Jadi hingga kini, kami terus lakukan genomic surveillance aktif untuk memetakan pola mutasi di Jawa Timur, melakukan tracing dan isolasi masal di daerah kantong infeksi Covid-19, demi memastikan kasus mutasi tersebut tidak menyebar ke daerah-daerah yang lain,” terang Khofifah.

Tak hanya itu, Pemprov Jatim juga berkolaborasi dengan Pemkot Surabaya dan Polda Jatim melakukan penyekatan di Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dengan Madura sejak 5 Juni. Dalam program kolaborasi tersebut, sebanyak 31.578 orang telah dilakukan swab antigen dengan hasil 668 positif antigen dengan hasil akhir 362 kasus dengan hasil swab PCR positif.

Sumber: Jawa Pos Group

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/