alexametrics
26.4 C
Malang
Friday, 20 May 2022

Usai Kibarkan Bendera Merah Putih, 30 Pemuda Terjebak di Gunung

RADAR MALANG – Puluhan mahasiswa pecinta alam terjebak di Gunung Amonggedo, Desa Ulu Benua, Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.
Mereka terjebak usai melakukan upacara pengibaran bendera Merah Putih HUT Kemerdekaan RI ke-76 di puncak gunung tersebut, Selasa (17/8).

Kepala Basarnas Kendari Aris Sofingi mengatakan, pihaknya mendapat laporan kejadian itu dari seorang staf BPBD setempat. Laporan itu didapat pihaknya pada Selasa (17/8) sekitar pukul 20.00 WITA.

“Melaporkan bahwa telah terjadi kondisi membahayakan manusia (KMM) yakni mahasiswa pencinta alam terjebak di Gunung Amonggedo setelah melaksanakan pengibaran bendera di gunung tersebut,” ujarnya dilansir dari Pojoksatu, Rabu (18/8).

Diperkirakan, mahasiswa yang terjebak di Gunung Amonggedo sebanyak 30 orang. Pihaknya akan melakukan evakuasi mengingat kondisi hujan serta logistik yang telah habis.

Berdasarkan laporan tersebut, pada pukul 20.15 WITA tim penyelamat Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk memberikan bantuan SAR.

“Jarak tempuh sekitar 56 km, cuaca hujan,” kata dia.

Aris menjelaskan, pada 16 Agustus 2021 pukul 15.00 WITA, sekitar 30 orang mahasiswa pencinta alam berangkat menuju Gunung Amonggedo. Puluhan mahasiswa itu hendak melaksanakan pengibaran bendera pada 17 Agustus 2021.

Namun, setelah melaksanakan pengibaran dan penurunan bendera, para mahasiswa tersebut tidak dapat kembali pulang akibat curah hujan yang tinggi. Sehingga aliran sungai meluap disertai arus yang deras.

“Perjalanan menuju lokasi para mahasiswa pencinta alam harus melewati tiga sungai,” jelasnya.

Upaya evakuasi para korban akan melibatkan unsur tim penyelamat KPP Kendari, BPBD Konawe, Babinsa Amonggedo dan masyarakat setempat.

Sumber: Jawa Pos Group

RADAR MALANG – Puluhan mahasiswa pecinta alam terjebak di Gunung Amonggedo, Desa Ulu Benua, Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.
Mereka terjebak usai melakukan upacara pengibaran bendera Merah Putih HUT Kemerdekaan RI ke-76 di puncak gunung tersebut, Selasa (17/8).

Kepala Basarnas Kendari Aris Sofingi mengatakan, pihaknya mendapat laporan kejadian itu dari seorang staf BPBD setempat. Laporan itu didapat pihaknya pada Selasa (17/8) sekitar pukul 20.00 WITA.

“Melaporkan bahwa telah terjadi kondisi membahayakan manusia (KMM) yakni mahasiswa pencinta alam terjebak di Gunung Amonggedo setelah melaksanakan pengibaran bendera di gunung tersebut,” ujarnya dilansir dari Pojoksatu, Rabu (18/8).

Diperkirakan, mahasiswa yang terjebak di Gunung Amonggedo sebanyak 30 orang. Pihaknya akan melakukan evakuasi mengingat kondisi hujan serta logistik yang telah habis.

Berdasarkan laporan tersebut, pada pukul 20.15 WITA tim penyelamat Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk memberikan bantuan SAR.

“Jarak tempuh sekitar 56 km, cuaca hujan,” kata dia.

Aris menjelaskan, pada 16 Agustus 2021 pukul 15.00 WITA, sekitar 30 orang mahasiswa pencinta alam berangkat menuju Gunung Amonggedo. Puluhan mahasiswa itu hendak melaksanakan pengibaran bendera pada 17 Agustus 2021.

Namun, setelah melaksanakan pengibaran dan penurunan bendera, para mahasiswa tersebut tidak dapat kembali pulang akibat curah hujan yang tinggi. Sehingga aliran sungai meluap disertai arus yang deras.

“Perjalanan menuju lokasi para mahasiswa pencinta alam harus melewati tiga sungai,” jelasnya.

Upaya evakuasi para korban akan melibatkan unsur tim penyelamat KPP Kendari, BPBD Konawe, Babinsa Amonggedo dan masyarakat setempat.

Sumber: Jawa Pos Group

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/