alexametrics
28.1 C
Malang
Wednesday, 1 December 2021

Kapolsek Parigi yang Setubuhi Anak Tahanan Segera Dipecat

RADAR MALANG – Kapolsek Parigi, Sulteng, yang telah dua kali memperkosa S (20), anak seorang tersangka yang tengah dipenjara, resmi dicopot dari jabatannya. Kini Kapolsek Parigi Iptu IDGN itu telah menjalani pemeriksaan sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP).

“Kita sudah periksa terkait pelanggaran KKEP. Kan yang bersangkutan sudah dicopot dari jabatan Kapolsek,” kata Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Pol Ferdy Sambo, dilansir dari Pojoksatu, Kamis (21/10).

Menurut Jendral bintang dua ini, usai sidang KKEP rampung dilakukan, barulah pihaknya akan melakukan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) atau pemecatan terhadap Kapolsek Iptu IDGN.

“Pemeriksaan Kode Etik dulu, baru nanti PTDH,” tegasnya.

Seperti diketahui, korban S blak-blakan mengaku dirayu berkali-kali oleh Iptu IDGN agar mau tidur dengannya dengan janji ayahnya yang tengah ditahan di Polsek akan dibebaskan.

S awalnya tidak termakan oleh bujuk rayu Iptu IDGN. Namun, selama hampir 2 pekan, Iptu IDGN terus membujuk S dengan janji ayahnya selaku tersangka akan dibebaskan.

Korban S, yang prihatin dengan kondisi ayahnya yang ditahan di polsek, akhirnya termakan bujuk rayu Iptu IDGN. Korban S ingin ayahnya segera dibebaskan dari Polsek.

Peristiwa biadab itu pun akhirnya terjadi. Iptu IDGN dan S bertemu di salah satu hotel. Belum sampai menepati janjinya membebaskan ayah S, Iptu IDGN di hari yang lain malah kembali mengajak S untuk tidur bersama.

“Dia ajak lagi kedua kalinya, dan ada chat-nya. Harapan saya memang dia bisa mengeluarkan Papaku,” kata S kepada wartawan, Senin (18/10/2021).

Sumber: Jawa Pos Group

RADAR MALANG – Kapolsek Parigi, Sulteng, yang telah dua kali memperkosa S (20), anak seorang tersangka yang tengah dipenjara, resmi dicopot dari jabatannya. Kini Kapolsek Parigi Iptu IDGN itu telah menjalani pemeriksaan sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP).

“Kita sudah periksa terkait pelanggaran KKEP. Kan yang bersangkutan sudah dicopot dari jabatan Kapolsek,” kata Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Pol Ferdy Sambo, dilansir dari Pojoksatu, Kamis (21/10).

Menurut Jendral bintang dua ini, usai sidang KKEP rampung dilakukan, barulah pihaknya akan melakukan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) atau pemecatan terhadap Kapolsek Iptu IDGN.

“Pemeriksaan Kode Etik dulu, baru nanti PTDH,” tegasnya.

Seperti diketahui, korban S blak-blakan mengaku dirayu berkali-kali oleh Iptu IDGN agar mau tidur dengannya dengan janji ayahnya yang tengah ditahan di Polsek akan dibebaskan.

S awalnya tidak termakan oleh bujuk rayu Iptu IDGN. Namun, selama hampir 2 pekan, Iptu IDGN terus membujuk S dengan janji ayahnya selaku tersangka akan dibebaskan.

Korban S, yang prihatin dengan kondisi ayahnya yang ditahan di polsek, akhirnya termakan bujuk rayu Iptu IDGN. Korban S ingin ayahnya segera dibebaskan dari Polsek.

Peristiwa biadab itu pun akhirnya terjadi. Iptu IDGN dan S bertemu di salah satu hotel. Belum sampai menepati janjinya membebaskan ayah S, Iptu IDGN di hari yang lain malah kembali mengajak S untuk tidur bersama.

“Dia ajak lagi kedua kalinya, dan ada chat-nya. Harapan saya memang dia bisa mengeluarkan Papaku,” kata S kepada wartawan, Senin (18/10/2021).

Sumber: Jawa Pos Group

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru