alexametrics
25.1 C
Malang
Sunday, 25 July 2021

Oknum Kades Nggak Ada Ahlak, Aniaya Warga hingga Giginya Rontok

RADAR MALANG – Aksi layaknya preman ditunjukkan oknum kepala desa (kades) atau Kuwu di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Pejabat berinisal ES ini bukannya mengayomi warga, dia malah mengajak berkelahi dan melakukan penganiayaan.

ES diketahui sebagai salah satu kades di Kecamatan Cikijing. Dia menganiaya US, warga Desa Kawalu, Kota Tasikmalaya 5 Juni lalu. Akibat perbuatannya, kini ES terancam mendekam di tahanan maksimal selama 5 (Lima) tahun enam bulan penjara.

Kapolres Majalengka Polda Jabar AKBP Syamsul Huda melalui Kasat Reskrim Polres Majalengka Polda Jabar AKP Siswo De Cuellar Tarigan mengatakan, peristiwa penganiayaaan melibatkan oknum kades itu berawal dari insiden di jalan, tepatnya Desa Kencana, Kecamatan Cikijing. “Dari pertikaian itu, pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban dengan cara memukul. Korban sendiri, yang saat itu mengendarai mobil bermaksud berkunjung ke rumah sahabatnya di Desa Kancana, Kecamatan Cikijing,” jelasnya Selasa (22/6).

Kasatreskrim menambahkan, pelaku awalnya memberhentikan mobil korban. “Setelah mobil korban berhenti, pelaku sempat menanyakan tujuan korban, yang dijawab korban akan berkunjung ke sahabatnya, H. OP di Desa Kencana itu. Tiba-tiba tanpa alasan, ES langsung melakukan pemukulan ke bagian wajah korban dengan menggunakan kepalan tangan sebanyak 3 kali,” ungkap Kasatreskrim.

Beruntung, korban berhasil melarikan diri dan langsung menuju rumah sahabatnya. “Namun, ES tetap melakukan pengejaran hingga ke rumah H. OP dan kembali melakukan penganiayaan. Di TKP, ES dibantu temannya dengan inisial UN, warga Desa Cipulus, Kecamatan Cikijing,” jelasnya.

Di rumah H. OP, ES kembali melakukan penganiayaan dengan cara membanting sampai tersungkur sebanyak 2 kali dan menedang bagian wajah sebanyak 2 kali.

“Pelaku lainya yaitu inisial UN ikut melakukan pemukulan sebanyak 2 kali menggunakan kepalan tangan kananya ke bagian wajah korban,” jelas AKP Siswo.

Akibat penganiayaan itu, korban mengalami sejumlah luka di bagian wajah dan gigi rontok. “Korban juga mengalami luka gores dan gigi seri terlepas. Dari hasil pemeriksaan petugas, pelaku mengaku melakukan aksi itu spontanitas, dikarenakan awalnya ada pertikaian ketika berpapasan di jalan,” terangnya.

Saat kejadian, para pelaku juga diketahui di bawah pengaruh minuman keras (Miras), berbarengan dengan adanya hiburan organ tunggal dalam hajatan di Desa Kancana.

“Para pelaku diamankan di Polres Majalengka Polda Jabar 17 Juni lalu. Mereka dijerat dengan pasal 170 KUHPidana dengan ancaman hukuman selama-lamanya 5 tahun enam bulan penjara,” pungkas Kasat Reskrim AKP Siswo DC Tarigan.

Sumber: Jawa Pos Group

RADAR MALANG – Aksi layaknya preman ditunjukkan oknum kepala desa (kades) atau Kuwu di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Pejabat berinisal ES ini bukannya mengayomi warga, dia malah mengajak berkelahi dan melakukan penganiayaan.

ES diketahui sebagai salah satu kades di Kecamatan Cikijing. Dia menganiaya US, warga Desa Kawalu, Kota Tasikmalaya 5 Juni lalu. Akibat perbuatannya, kini ES terancam mendekam di tahanan maksimal selama 5 (Lima) tahun enam bulan penjara.

Kapolres Majalengka Polda Jabar AKBP Syamsul Huda melalui Kasat Reskrim Polres Majalengka Polda Jabar AKP Siswo De Cuellar Tarigan mengatakan, peristiwa penganiayaaan melibatkan oknum kades itu berawal dari insiden di jalan, tepatnya Desa Kencana, Kecamatan Cikijing. “Dari pertikaian itu, pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban dengan cara memukul. Korban sendiri, yang saat itu mengendarai mobil bermaksud berkunjung ke rumah sahabatnya di Desa Kancana, Kecamatan Cikijing,” jelasnya Selasa (22/6).

Kasatreskrim menambahkan, pelaku awalnya memberhentikan mobil korban. “Setelah mobil korban berhenti, pelaku sempat menanyakan tujuan korban, yang dijawab korban akan berkunjung ke sahabatnya, H. OP di Desa Kencana itu. Tiba-tiba tanpa alasan, ES langsung melakukan pemukulan ke bagian wajah korban dengan menggunakan kepalan tangan sebanyak 3 kali,” ungkap Kasatreskrim.

Beruntung, korban berhasil melarikan diri dan langsung menuju rumah sahabatnya. “Namun, ES tetap melakukan pengejaran hingga ke rumah H. OP dan kembali melakukan penganiayaan. Di TKP, ES dibantu temannya dengan inisial UN, warga Desa Cipulus, Kecamatan Cikijing,” jelasnya.

Di rumah H. OP, ES kembali melakukan penganiayaan dengan cara membanting sampai tersungkur sebanyak 2 kali dan menedang bagian wajah sebanyak 2 kali.

“Pelaku lainya yaitu inisial UN ikut melakukan pemukulan sebanyak 2 kali menggunakan kepalan tangan kananya ke bagian wajah korban,” jelas AKP Siswo.

Akibat penganiayaan itu, korban mengalami sejumlah luka di bagian wajah dan gigi rontok. “Korban juga mengalami luka gores dan gigi seri terlepas. Dari hasil pemeriksaan petugas, pelaku mengaku melakukan aksi itu spontanitas, dikarenakan awalnya ada pertikaian ketika berpapasan di jalan,” terangnya.

Saat kejadian, para pelaku juga diketahui di bawah pengaruh minuman keras (Miras), berbarengan dengan adanya hiburan organ tunggal dalam hajatan di Desa Kancana.

“Para pelaku diamankan di Polres Majalengka Polda Jabar 17 Juni lalu. Mereka dijerat dengan pasal 170 KUHPidana dengan ancaman hukuman selama-lamanya 5 tahun enam bulan penjara,” pungkas Kasat Reskrim AKP Siswo DC Tarigan.

Sumber: Jawa Pos Group

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru