alexametrics
21.1 C
Malang
Monday, 20 September 2021

Stop Perpanjangan PPKM, Pemerintah Harus Penuhi Syarat Ini Dulu

RADAR MALANG – Pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bisa dilakukan ketika ada tren menurun kasus Covid-19 di Indonesia. Hal itu hanya bisa diketahui dengan massifnya testing yang dilakukan di masyarakat.

Guru Besar FKUI Tjandra Yoga Aditama mengatakan pemerintah perlu meningkatkan kapasitas testing hingga 400 ribu sampel per hari sebelum pelonggaran PPKM Darurat. Menurutnya, masyarakat sebaiknya menunggu saja angka-angka indikator Covid-19 sampai beberapa hari mendatang.

Setidaknya ada lima hal yang perlu dilakukan pemerintah agar kebijakan yang dibuat optimal. Di antaranya menerapkan PPKM Darurat sepenuhnya sesuai aturan sampai 25 Juli.
Kemudian menganalisis hasilnya pada indikator positivity rate, jumlah kematian, jumlah kasus baru dibandingkan awal PPKM Darurat pada 3 Juli lalu. ’’Selain itu meningkatkan tes sampai setidaknya 400 ribu (sampel, Red) per hari seperti yang sudah direncanakan sebelumnya,’’ ungkapnya.

Selain itu, syarat lainnya adalah memastikan dilakukannya penelusuran sampai 15 orang di setiap satu kasus positif Covid-19. Dan upaya lainnya adalah menggeber vaksinasi Covid-19 dikejar untuk 1-2 juta orang per hari.

Perlunya peningkatan testing untuk penanganan Covid-19 juga disampaikan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza. Di antara kendala testing Covid-19, khususnya yang berbasis tes PCR, adalah biayanya yang mahal. Sebab selama ini kit atau perangkat tesnya produk impor.

Hammam bersyukur BPPT bersama sejumlah mitra berhasil menciptakan inovasi reagen PCR lokal. Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan inovasi reagen PCR tersebut tidak bisa seluruhnya menggantikan produk impor. ’’Tetapi kami berharap bisa menurunkan biaya PCR,’’ katanya dalam Bakti Inovasi BPPT 2021 secara virtual, Jumat (23/7). Reagen untuk PCR inovasi BPPT itu bernama Reagen PCR mBioCov-19. Reagen tersebut dapat menambah jumlah kapasitas testing di Indonesia.

Untuk mendukung peningkatan testing Covid-19, BPPT membagikan 43.900 tes Reagen PCR mBioCov-19, 65 ribu tes reagen ekstraksi RNA, dan 27 ribu Viral Transport Medium (VTM) ke sejumlah fasilitas kesehatan. Seperti RS TNI Ridwan Meuraksa di Jakarta Timur, RS TNI Putri Hijau di Medan, UPT Labkesda Kota Bogor, UPT Labkesda Kota Bandung, UPT Labkesda Kabupaten Tangerang, serta Satgas Penanganan Covid-19 UGM Jogjakarta. Dia berharap dengan bantuan perangkat PCR tersebut, semakin memperkuat upaya testing, tracing, dan treatment (3T).

Sumber: JawaPos.Com

RADAR MALANG – Pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bisa dilakukan ketika ada tren menurun kasus Covid-19 di Indonesia. Hal itu hanya bisa diketahui dengan massifnya testing yang dilakukan di masyarakat.

Guru Besar FKUI Tjandra Yoga Aditama mengatakan pemerintah perlu meningkatkan kapasitas testing hingga 400 ribu sampel per hari sebelum pelonggaran PPKM Darurat. Menurutnya, masyarakat sebaiknya menunggu saja angka-angka indikator Covid-19 sampai beberapa hari mendatang.

Setidaknya ada lima hal yang perlu dilakukan pemerintah agar kebijakan yang dibuat optimal. Di antaranya menerapkan PPKM Darurat sepenuhnya sesuai aturan sampai 25 Juli.
Kemudian menganalisis hasilnya pada indikator positivity rate, jumlah kematian, jumlah kasus baru dibandingkan awal PPKM Darurat pada 3 Juli lalu. ’’Selain itu meningkatkan tes sampai setidaknya 400 ribu (sampel, Red) per hari seperti yang sudah direncanakan sebelumnya,’’ ungkapnya.

Selain itu, syarat lainnya adalah memastikan dilakukannya penelusuran sampai 15 orang di setiap satu kasus positif Covid-19. Dan upaya lainnya adalah menggeber vaksinasi Covid-19 dikejar untuk 1-2 juta orang per hari.

Perlunya peningkatan testing untuk penanganan Covid-19 juga disampaikan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza. Di antara kendala testing Covid-19, khususnya yang berbasis tes PCR, adalah biayanya yang mahal. Sebab selama ini kit atau perangkat tesnya produk impor.

Hammam bersyukur BPPT bersama sejumlah mitra berhasil menciptakan inovasi reagen PCR lokal. Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan inovasi reagen PCR tersebut tidak bisa seluruhnya menggantikan produk impor. ’’Tetapi kami berharap bisa menurunkan biaya PCR,’’ katanya dalam Bakti Inovasi BPPT 2021 secara virtual, Jumat (23/7). Reagen untuk PCR inovasi BPPT itu bernama Reagen PCR mBioCov-19. Reagen tersebut dapat menambah jumlah kapasitas testing di Indonesia.

Untuk mendukung peningkatan testing Covid-19, BPPT membagikan 43.900 tes Reagen PCR mBioCov-19, 65 ribu tes reagen ekstraksi RNA, dan 27 ribu Viral Transport Medium (VTM) ke sejumlah fasilitas kesehatan. Seperti RS TNI Ridwan Meuraksa di Jakarta Timur, RS TNI Putri Hijau di Medan, UPT Labkesda Kota Bogor, UPT Labkesda Kota Bandung, UPT Labkesda Kabupaten Tangerang, serta Satgas Penanganan Covid-19 UGM Jogjakarta. Dia berharap dengan bantuan perangkat PCR tersebut, semakin memperkuat upaya testing, tracing, dan treatment (3T).

Sumber: JawaPos.Com

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru