alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Pelaku Teror Lempar Batu di 289 TKP Didor Aparat Polda Jateng

RADAR MALANG – Polda Jateng menangkap pelaku teror lempar batu yang telah beraksi ratusan kali di Jalur Pantura, khusunya di wilayah Semarang dan Kendal. Tersangka diketahui bernama Nur Hamid (NH), warga Kampung Sarean, Krajan Kulon, Kaliwungu, Kabupaten Kendal. NH diamankan di Jalan Pantura Mangkang, tepatnya di depan Taman Lele, seperti dilansir Radar Semarang (Jawa Pos Group) Selasa (24/8).

“Tersangka NH kita tangkap saat akan membuat pelat nomor palsu Rabu (18/8) siang. Jadi, setiap beraksi, tersangka naik sepeda motor menggunakan pelat nomor palsu,” ungkap Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro saat gelar perkara di Mapolda Jateng, Senin (23/8).
Kasus teror lempar batu tersebut sudah berlangsung sejak Desember 2019 sampai Agustus 2021. ”Ini perkara yang cukup lama dan pelik cara pengungkapannya. Bahkan pelaku dalam waktu semalam bisa sampai melakukan 23 TKP,” ungkapnya.

Dijelaskan Djuhandani, penangkapan tersangka berlangsung dramatis. Sempat diwarnai aksi kejar-kejaran dengan anggotanya. Namun berkat kesigapan petugas, tersangka berhasil diamankan. Selanjutnya, tersangka dan barang bukti dibawa ke Mapolda Jateng untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Tersangka saat diminta untuk menunjukkan tempat barang bukti berupaya melarikan diri. Terpaksa kita lakukan tindakan tegas terukur (ditembak, Red),” katanya.

Hasil pemeriksaan tersangka, ia melakukan aksinya sendirian dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra 125. Ia telah menyiapkan sejumlah batu untuk dilemparkan ke mobil dengan target truk pikap pengangkut barang. “Berdasarkan penyelidikan, tersangka sudah melakukan aksinya di 289 TKP. Ia biasa beraksi mulai pukul 01.00 hingga 06.00. Sasarannya truk pengangkut barang yang melintas arah berlawanan, kemudian batu yang sudah digenggam dilemparkan ke sasaran,” bebernya.

Djuhandani membeberkan, berdasarkan laporan tertulis di Polsek atau Polres jajaran Polda Jateng, tercatat sebanyak 195 TKP. Berada di Kabupaten Kendal 118 TKP, Kabupaten Semarang 76 TKP, dan Kota Semarang 1 TKP. Sedangkan penelusuran yang dilakukan, korban yang tidak melapor dan beredar di media sosial terdapat sebanyak 94 TKP. Lokasinya berada di Kabupaten Kendal 51 TKP, Kabupaten Semarang 41 TKP, dan Kota Semarang 1 TKP.

Sumber: Jawa Pos Group

RADAR MALANG – Polda Jateng menangkap pelaku teror lempar batu yang telah beraksi ratusan kali di Jalur Pantura, khusunya di wilayah Semarang dan Kendal. Tersangka diketahui bernama Nur Hamid (NH), warga Kampung Sarean, Krajan Kulon, Kaliwungu, Kabupaten Kendal. NH diamankan di Jalan Pantura Mangkang, tepatnya di depan Taman Lele, seperti dilansir Radar Semarang (Jawa Pos Group) Selasa (24/8).

“Tersangka NH kita tangkap saat akan membuat pelat nomor palsu Rabu (18/8) siang. Jadi, setiap beraksi, tersangka naik sepeda motor menggunakan pelat nomor palsu,” ungkap Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro saat gelar perkara di Mapolda Jateng, Senin (23/8).
Kasus teror lempar batu tersebut sudah berlangsung sejak Desember 2019 sampai Agustus 2021. ”Ini perkara yang cukup lama dan pelik cara pengungkapannya. Bahkan pelaku dalam waktu semalam bisa sampai melakukan 23 TKP,” ungkapnya.

Dijelaskan Djuhandani, penangkapan tersangka berlangsung dramatis. Sempat diwarnai aksi kejar-kejaran dengan anggotanya. Namun berkat kesigapan petugas, tersangka berhasil diamankan. Selanjutnya, tersangka dan barang bukti dibawa ke Mapolda Jateng untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Tersangka saat diminta untuk menunjukkan tempat barang bukti berupaya melarikan diri. Terpaksa kita lakukan tindakan tegas terukur (ditembak, Red),” katanya.

Hasil pemeriksaan tersangka, ia melakukan aksinya sendirian dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra 125. Ia telah menyiapkan sejumlah batu untuk dilemparkan ke mobil dengan target truk pikap pengangkut barang. “Berdasarkan penyelidikan, tersangka sudah melakukan aksinya di 289 TKP. Ia biasa beraksi mulai pukul 01.00 hingga 06.00. Sasarannya truk pengangkut barang yang melintas arah berlawanan, kemudian batu yang sudah digenggam dilemparkan ke sasaran,” bebernya.

Djuhandani membeberkan, berdasarkan laporan tertulis di Polsek atau Polres jajaran Polda Jateng, tercatat sebanyak 195 TKP. Berada di Kabupaten Kendal 118 TKP, Kabupaten Semarang 76 TKP, dan Kota Semarang 1 TKP. Sedangkan penelusuran yang dilakukan, korban yang tidak melapor dan beredar di media sosial terdapat sebanyak 94 TKP. Lokasinya berada di Kabupaten Kendal 51 TKP, Kabupaten Semarang 41 TKP, dan Kota Semarang 1 TKP.

Sumber: Jawa Pos Group

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/