alexametrics
30.2 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Tahap Awal, KEK Mandalika Bakal Serap 11 Ribu Pekerja

MATARAM – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) bakal menyerap banyak tenaga kerja. Di tahap awal saja, SDM yang dibutuhkan setidaknya mencapai 11.000 orang lebih.

Hal itu diutarakan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB I Gede Putu Aryadi (23/8). Dengan catatan, Sirkuit Mandalika berikut komponen pendukungnya telah aktif beroperasi. Termasuk layanan dan jasa akomodasi transportasi. Serta event-event internasional juga sudah dapat digelar. ”Berdasarkan gabungan hasil survei lapangan bersama pihak lainnya, kita perkirakan keseluruhan kebutuhan sekitar 11 ribuan naker,” jelasnya.

Ia mencontohkan, 300 homestay di kawasan sekitar saja, mampu menyerap sedikitnya 900 tenaga kerja. Dengan estimasi minimal tiga orang direkrut tiap homestay. Harapan lebih besar juga muncul dengan keberadaan delapan hotel bintang lima yang saat ini kebanyakan tengah dalam proses pembangunan. Minimal 4.250 naker dibidik untuk sektor ini. Belum lagi pekerja bagi 27 UMKM penyedia merchandise.
Ada juga sumber tenaga kerja dari fasilitas lain seperti layanan telekomunikasi, fasilitas kesehatan yang mampu menyerap sedikitnya 500-1.000 pekerja. Termasuk aneka pembangunan infrastruktur 5.800-6.000 pekerja.

Pihaknya optimistis, dalam beberapa tahun ke depan, serapan tenaga kerja bahkan mampu mencapai 58 ribuan orang saat seluruh sektor telah sepenuhnya beroperasi. ”Selain hotel, sektor penunjang ini yang diperkirakan mampu terus menyerap lebih banyak,” ujarnya.

Sayangnya, kepastian terkait perhelatan event dan pandemi yang belum juga berakhir masih menjadi kendala terbesar. Juga baru ada satu hotel bintang lima yang akan resmi beroperasi dalam waktu dekat. Akibatnya sejumlah tenaga kerja terpaksa harus ditahan sebelum akhirnya benar-benar akan dipekerjakan. Namun demikian, pihaknya tetap melakukan pelatihan bagi para calon tenaga kerja.

Saat ini sudah ada sekitar 14.000 tenaga kerja lulusan balai latihan kerja yang siap diserap. Serta persiapan 90 tenaga kerja magang lainnya di hotel jelang event. ”Kalau direkrut dari sekarang tapi didiamkan kan kasian, jadi kita hold (tahan) sampai semuanya jelas,” paparnya.
Sementara itu, Ruslan, ketua Asosiasi Homestay Mandalika mengatakan progress persiapan di KEK Mandalika yang terus dikebut menjadi angin segar. Diharapkan upaya ini ampuh membangkitkan kembali sektor bisnis yang dihantam pandemi selama hampir dua tahun ini.

Meski demikian, pihaknya mengaku tak berani banyak berharap jika kepastian penyelenggaraan event-event belum secara resmi diumumkan. ”Ya senang aja kita mendengarnya, tapi kepastian benar nggaknya belum jelas. Apalagi beberapa juga diumumkan diundur terus,” katanya. Seiring persiapan yang semakin matang, penyerapan tenaga kerja juga akan maksimal digencarkan. ”Satu homestay bisa serap 3-5 orang. Bisa jadi lebih banyak,” tegasnya.
Sumber: Jawa Pos Group

MATARAM – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) bakal menyerap banyak tenaga kerja. Di tahap awal saja, SDM yang dibutuhkan setidaknya mencapai 11.000 orang lebih.

Hal itu diutarakan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB I Gede Putu Aryadi (23/8). Dengan catatan, Sirkuit Mandalika berikut komponen pendukungnya telah aktif beroperasi. Termasuk layanan dan jasa akomodasi transportasi. Serta event-event internasional juga sudah dapat digelar. ”Berdasarkan gabungan hasil survei lapangan bersama pihak lainnya, kita perkirakan keseluruhan kebutuhan sekitar 11 ribuan naker,” jelasnya.

Ia mencontohkan, 300 homestay di kawasan sekitar saja, mampu menyerap sedikitnya 900 tenaga kerja. Dengan estimasi minimal tiga orang direkrut tiap homestay. Harapan lebih besar juga muncul dengan keberadaan delapan hotel bintang lima yang saat ini kebanyakan tengah dalam proses pembangunan. Minimal 4.250 naker dibidik untuk sektor ini. Belum lagi pekerja bagi 27 UMKM penyedia merchandise.
Ada juga sumber tenaga kerja dari fasilitas lain seperti layanan telekomunikasi, fasilitas kesehatan yang mampu menyerap sedikitnya 500-1.000 pekerja. Termasuk aneka pembangunan infrastruktur 5.800-6.000 pekerja.

Pihaknya optimistis, dalam beberapa tahun ke depan, serapan tenaga kerja bahkan mampu mencapai 58 ribuan orang saat seluruh sektor telah sepenuhnya beroperasi. ”Selain hotel, sektor penunjang ini yang diperkirakan mampu terus menyerap lebih banyak,” ujarnya.

Sayangnya, kepastian terkait perhelatan event dan pandemi yang belum juga berakhir masih menjadi kendala terbesar. Juga baru ada satu hotel bintang lima yang akan resmi beroperasi dalam waktu dekat. Akibatnya sejumlah tenaga kerja terpaksa harus ditahan sebelum akhirnya benar-benar akan dipekerjakan. Namun demikian, pihaknya tetap melakukan pelatihan bagi para calon tenaga kerja.

Saat ini sudah ada sekitar 14.000 tenaga kerja lulusan balai latihan kerja yang siap diserap. Serta persiapan 90 tenaga kerja magang lainnya di hotel jelang event. ”Kalau direkrut dari sekarang tapi didiamkan kan kasian, jadi kita hold (tahan) sampai semuanya jelas,” paparnya.
Sementara itu, Ruslan, ketua Asosiasi Homestay Mandalika mengatakan progress persiapan di KEK Mandalika yang terus dikebut menjadi angin segar. Diharapkan upaya ini ampuh membangkitkan kembali sektor bisnis yang dihantam pandemi selama hampir dua tahun ini.

Meski demikian, pihaknya mengaku tak berani banyak berharap jika kepastian penyelenggaraan event-event belum secara resmi diumumkan. ”Ya senang aja kita mendengarnya, tapi kepastian benar nggaknya belum jelas. Apalagi beberapa juga diumumkan diundur terus,” katanya. Seiring persiapan yang semakin matang, penyerapan tenaga kerja juga akan maksimal digencarkan. ”Satu homestay bisa serap 3-5 orang. Bisa jadi lebih banyak,” tegasnya.
Sumber: Jawa Pos Group

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/