alexametrics
25C
Malang
Monday, 19 April 2021

Motor Cepat Rusak di Musim Hujan? Paling Sering Karena Ini

RADAR MALANG – Jika sering mengendarai motor, sesekali pasti pernah terjebak dalam cuaca buruk. Hingga akhirnya motor sering terkena paparan air hujan. Banyak pengendara yang bertanya-tanya, potensi kerusakan apa yang dapat dilakukan air hujan terhadap sepeda motor dari waktu ke waktu?

Melansir dari MotorCycleHabit, Kamis (25/2), kebanyakan sepeda motor memang dirancang untuk basah. Namun paparan air berlebih memang menyebabkan kerusakan. Meski membilas ulang motor dengan air bersih dapat meminimalisir kerusakan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar tidak terjadi kerusakan yang parah.

Jika motor dibiarkan terlalu lama dan sering terkena hujan, air akan dapat menemukan cara untuk masuk ke mesin motor. Ketika sudah masuk, motor akan sulit dinyalakan. Karena air yang masuk ke mesin menjadi bercampur dengan oli. Sehingga pada akhirnya, oli perlu diganti.

”Satu motor yang pernah saya beli, mesinnya banyak air sampai jamur tumbuh di dalamnya. Ada bongkahan besar hijau dan coklat yang harus saya buang saat melakukan rekondisi mesin,” ucap Kyle Cannon, seorang teknisi mesin sekaligus penulis untuk MotorCycleHabit. Air kemudian juga akhirnya akan merusak pelumas rantai, tangki motor, dan saluran bahan bakar, lanjutnya.

Maka, ketika air masuk masuk ke saluran bahan bakar dan gas motor dinyalakan, molekul air itu akan mendidih. Saat air mendidih hal itu mengakibatkan lonjakan tekanan yang besar hingga bisa meretakkan piston mesin.

Sedangkan, kandungan zat asam pada air hujan dapat membuat rantai motor menjadi berkarat. Rantai motor yang berkarat menimbulkan suara kasar, karena pergerakan rantai yang terganggu. Hal tersebut akan membuat rantai juga berpotensi lebih cepat putus.

Untuk itu, perlu membiasakan untuk sering-sering mencuci motor meski sedang dalam musim penghujan. Serta lakukan pengecekan dan jika melihat adanya karat, ampelas dan cat ulang bagian tersebut untuk mencegah karat semakin menyebar.

Penulis: Aulia Hamazunnisa

RADAR MALANG – Jika sering mengendarai motor, sesekali pasti pernah terjebak dalam cuaca buruk. Hingga akhirnya motor sering terkena paparan air hujan. Banyak pengendara yang bertanya-tanya, potensi kerusakan apa yang dapat dilakukan air hujan terhadap sepeda motor dari waktu ke waktu?

Melansir dari MotorCycleHabit, Kamis (25/2), kebanyakan sepeda motor memang dirancang untuk basah. Namun paparan air berlebih memang menyebabkan kerusakan. Meski membilas ulang motor dengan air bersih dapat meminimalisir kerusakan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar tidak terjadi kerusakan yang parah.

Jika motor dibiarkan terlalu lama dan sering terkena hujan, air akan dapat menemukan cara untuk masuk ke mesin motor. Ketika sudah masuk, motor akan sulit dinyalakan. Karena air yang masuk ke mesin menjadi bercampur dengan oli. Sehingga pada akhirnya, oli perlu diganti.

”Satu motor yang pernah saya beli, mesinnya banyak air sampai jamur tumbuh di dalamnya. Ada bongkahan besar hijau dan coklat yang harus saya buang saat melakukan rekondisi mesin,” ucap Kyle Cannon, seorang teknisi mesin sekaligus penulis untuk MotorCycleHabit. Air kemudian juga akhirnya akan merusak pelumas rantai, tangki motor, dan saluran bahan bakar, lanjutnya.

Maka, ketika air masuk masuk ke saluran bahan bakar dan gas motor dinyalakan, molekul air itu akan mendidih. Saat air mendidih hal itu mengakibatkan lonjakan tekanan yang besar hingga bisa meretakkan piston mesin.

Sedangkan, kandungan zat asam pada air hujan dapat membuat rantai motor menjadi berkarat. Rantai motor yang berkarat menimbulkan suara kasar, karena pergerakan rantai yang terganggu. Hal tersebut akan membuat rantai juga berpotensi lebih cepat putus.

Untuk itu, perlu membiasakan untuk sering-sering mencuci motor meski sedang dalam musim penghujan. Serta lakukan pengecekan dan jika melihat adanya karat, ampelas dan cat ulang bagian tersebut untuk mencegah karat semakin menyebar.

Penulis: Aulia Hamazunnisa

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru