alexametrics
24C
Malang
Thursday, 15 April 2021

Ribuan Perusahaan Swasta Daftar Vaksinasi Mandiri, Dimulai Maret

JAKARTA – Pelaksanaan vaksinasi mandiri terus dipersiapkan. Menteri BUMN Erick Thohir menyebut ada 6.644 perusahaan swasta yang berminat terhadap vaksinasi mandiri atau gotong royong.

“Kadin sudah bilang ada 6.644 perusahaan yang daftar di Kadin yang kurang lebih kebutuhan vaksinnya 7,5 juta,” ujarnya, Kamis (25/2).

Perusahaan swasta itu membelinya dari pemerintah atau BUMN dan diberikan gratis kepada para pegawai.

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menambahkan, vaksinasi mandiri dimulai Maret. Pelaksanaannya akan menggunakan vaksin Sinopharm dari Tiongkok.

Vaksin Sinopharm untuk vaksinasi mandiri akan masuk secara bertahap. Pada Maret, rencananya ada 2 juta dosis vaksin dari Sinopharm yang masuk ke Indonesia. “Jadi, 2 juta ini Maret akan masuk, kita coba 3 juta, itu harapan kita. Nanti semua pegawai bisa langsung divaksin. Kemudian, pada April, Mei, Juni, Juli, itu semua total 15 juta sampai 20 juta vaksin kita dapat,” tutur Luhut.

Selain Sinopharm, pasokan vaksin mandiri mungkin datang dari Novavax dan Johnson & Johnson.

Sementara itu, kemarin (25/2) vaksinasi massal untuk wartawan dihelat di Gelora Bung Karno, Jakarta. Vaksinasi diberikan kepada 5.512 jurnalis media cetak, elektronik, maupun daring.

Ketua Dewan Pers Indonesia Muhammad Nuh mengapresiasi terselenggaranya vaksinasi Covid-19 bagi jurnalis. “Kami akan terus bergerak ke daerah-daerah. Mereka harus kita pastikan mendapatkan vaksin,” ucapnya.

Sementara itu, vaksinasi dengan model drive-thru sedang dikembangkan di Bali untuk wisatawan. Lokasi vaksinasi drive-thru berada di lahan kosong seluas 1 hektare di kawasan Waterbom Bali.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, konsep vaksinasi dengan cara drive-thru merupakan usul CEO Waterbom Bali Sayan Gulino.

“Jadi, nanti para wisatawan bisa datang ke Bali dan diarahkan untuk melakukan vaksinasi atau yang disebut vaccine based tourism (wisata berbasis vaksin),” kata Sandi.

Sumber: Jawapos

JAKARTA – Pelaksanaan vaksinasi mandiri terus dipersiapkan. Menteri BUMN Erick Thohir menyebut ada 6.644 perusahaan swasta yang berminat terhadap vaksinasi mandiri atau gotong royong.

“Kadin sudah bilang ada 6.644 perusahaan yang daftar di Kadin yang kurang lebih kebutuhan vaksinnya 7,5 juta,” ujarnya, Kamis (25/2).

Perusahaan swasta itu membelinya dari pemerintah atau BUMN dan diberikan gratis kepada para pegawai.

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menambahkan, vaksinasi mandiri dimulai Maret. Pelaksanaannya akan menggunakan vaksin Sinopharm dari Tiongkok.

Vaksin Sinopharm untuk vaksinasi mandiri akan masuk secara bertahap. Pada Maret, rencananya ada 2 juta dosis vaksin dari Sinopharm yang masuk ke Indonesia. “Jadi, 2 juta ini Maret akan masuk, kita coba 3 juta, itu harapan kita. Nanti semua pegawai bisa langsung divaksin. Kemudian, pada April, Mei, Juni, Juli, itu semua total 15 juta sampai 20 juta vaksin kita dapat,” tutur Luhut.

Selain Sinopharm, pasokan vaksin mandiri mungkin datang dari Novavax dan Johnson & Johnson.

Sementara itu, kemarin (25/2) vaksinasi massal untuk wartawan dihelat di Gelora Bung Karno, Jakarta. Vaksinasi diberikan kepada 5.512 jurnalis media cetak, elektronik, maupun daring.

Ketua Dewan Pers Indonesia Muhammad Nuh mengapresiasi terselenggaranya vaksinasi Covid-19 bagi jurnalis. “Kami akan terus bergerak ke daerah-daerah. Mereka harus kita pastikan mendapatkan vaksin,” ucapnya.

Sementara itu, vaksinasi dengan model drive-thru sedang dikembangkan di Bali untuk wisatawan. Lokasi vaksinasi drive-thru berada di lahan kosong seluas 1 hektare di kawasan Waterbom Bali.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, konsep vaksinasi dengan cara drive-thru merupakan usul CEO Waterbom Bali Sayan Gulino.

“Jadi, nanti para wisatawan bisa datang ke Bali dan diarahkan untuk melakukan vaksinasi atau yang disebut vaccine based tourism (wisata berbasis vaksin),” kata Sandi.

Sumber: Jawapos

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru