alexametrics
21.6 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Bawa Dokumen Vaksin Palsu, 31 ABK Diamankan di Pelabuhan Padangbai

RADAR MALANG – Praktik tipu-tipu sertifikasi vaksin palsu masih saja terjadi. Seperti yang dilakukan sedikitnya 31 penumpang bus dan kendaraan pribadi yang akan menyeberang menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) Kamis (26/8). Mereka diamankan petugas Polsek Kawasan Pelabuhan Padangbai.

Saat dilakukan pemeriksaan, para penumpang yang terdiri dari pekerja Anak Buah Kapal (ABK) tersebut ternyata mengantongi sertifikat vaksin palsu. Atas temuan itu, Polsek Kawasan Laut Pelabuhan Padangbai lalu melimpahkan kasus tersebut kepada Satreskrim Polres Karangasem untuk dilakukan pemeriksaan intensif.

Kapolres Karangasem AKBP Riko Abdillah Andang Taruna mengungkapkan, temuan itu berawal dari kecurigaan petugas saat melakukan pemeriksaan surat keterangan vaksin dan surat keterangan rapid tes antigen kepada para ABK sebagai syarat perjalanan.

Para ABK itu menumpang kendaraan bus DK 8774 KK dan satu mobil pribadi Inova DR 1686 LZ. “Yang di bus itu ada 27 orang dan di mobil pribadi ada 4 orang totalnya 31 ABK. Mereka datang dari Pelabuhan Benoa dan akan menuju Lombok,” ujarnya kepada awak media ditemui di Mapolres Karangasem.

Saat diperiksa, semua ABK tidak dapat menunjukkan surat keterangan rapid tes antigen. Selain itu, saat ditanya sertifikat vaksin, dari 31 ABK itu hanya 18 yang membawa surat vaksin. Hanya saja, saat dilakukan pemeriksaan secara detil oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Padangbai, surat vaksin tersebut tidak dilengkapi denga barcode. “Dari sana ada dugaan bahwa surat vaksin itu palsu. Hanya 18 ABK yang membawa surat vaksin. Sisanya tidak,” jelasnya.

Atas temuan itu, para ABK ini digiring menuju Mapolres Karangasem. Selanjutnya, para ABK tersebut dilakukan tes rapid antigen untuk kemudian dilakukan penyelidikan lebih lanjut. “Saat ini masih proses pendalaman. Seperti dapat surat dari mana, siapa koordinatornya itu sedang kami cari tahu. Dari pengakuan para ABK ini mereka mau pulang ke kampung halaman di NTB setelah melaut selama enam bulan,” kata Ricko. Semua ABK masih diamankan di Mapolres Karangasem. Sebelum menjalani pemeriksaan, para ABK terlebih dulu menjalani tes rapid antigen dan ditempatkan di satu ruan aula dengan protokol kesehatan yang ketat.

Selain mengamankan para ABK, kepolisian juga menahan dua kendaraan yang ditumpangi para ABK ini sebagai barang bukti. “Kami bersama pak bupati Karangasem sudah sempat melakukan kunjungan juga ke Pelabuhan Padangbai. Intinya kami komitmen untuk menekan angka kasus covid-19 di Karangasem agar tidak melonjak. Selain itu juga memperketat jalur-jalur lintas seperti di pelabuhan,” tukasnya.

Sumber: Jawa Pos Group

RADAR MALANG – Praktik tipu-tipu sertifikasi vaksin palsu masih saja terjadi. Seperti yang dilakukan sedikitnya 31 penumpang bus dan kendaraan pribadi yang akan menyeberang menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) Kamis (26/8). Mereka diamankan petugas Polsek Kawasan Pelabuhan Padangbai.

Saat dilakukan pemeriksaan, para penumpang yang terdiri dari pekerja Anak Buah Kapal (ABK) tersebut ternyata mengantongi sertifikat vaksin palsu. Atas temuan itu, Polsek Kawasan Laut Pelabuhan Padangbai lalu melimpahkan kasus tersebut kepada Satreskrim Polres Karangasem untuk dilakukan pemeriksaan intensif.

Kapolres Karangasem AKBP Riko Abdillah Andang Taruna mengungkapkan, temuan itu berawal dari kecurigaan petugas saat melakukan pemeriksaan surat keterangan vaksin dan surat keterangan rapid tes antigen kepada para ABK sebagai syarat perjalanan.

Para ABK itu menumpang kendaraan bus DK 8774 KK dan satu mobil pribadi Inova DR 1686 LZ. “Yang di bus itu ada 27 orang dan di mobil pribadi ada 4 orang totalnya 31 ABK. Mereka datang dari Pelabuhan Benoa dan akan menuju Lombok,” ujarnya kepada awak media ditemui di Mapolres Karangasem.

Saat diperiksa, semua ABK tidak dapat menunjukkan surat keterangan rapid tes antigen. Selain itu, saat ditanya sertifikat vaksin, dari 31 ABK itu hanya 18 yang membawa surat vaksin. Hanya saja, saat dilakukan pemeriksaan secara detil oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Padangbai, surat vaksin tersebut tidak dilengkapi denga barcode. “Dari sana ada dugaan bahwa surat vaksin itu palsu. Hanya 18 ABK yang membawa surat vaksin. Sisanya tidak,” jelasnya.

Atas temuan itu, para ABK ini digiring menuju Mapolres Karangasem. Selanjutnya, para ABK tersebut dilakukan tes rapid antigen untuk kemudian dilakukan penyelidikan lebih lanjut. “Saat ini masih proses pendalaman. Seperti dapat surat dari mana, siapa koordinatornya itu sedang kami cari tahu. Dari pengakuan para ABK ini mereka mau pulang ke kampung halaman di NTB setelah melaut selama enam bulan,” kata Ricko. Semua ABK masih diamankan di Mapolres Karangasem. Sebelum menjalani pemeriksaan, para ABK terlebih dulu menjalani tes rapid antigen dan ditempatkan di satu ruan aula dengan protokol kesehatan yang ketat.

Selain mengamankan para ABK, kepolisian juga menahan dua kendaraan yang ditumpangi para ABK ini sebagai barang bukti. “Kami bersama pak bupati Karangasem sudah sempat melakukan kunjungan juga ke Pelabuhan Padangbai. Intinya kami komitmen untuk menekan angka kasus covid-19 di Karangasem agar tidak melonjak. Selain itu juga memperketat jalur-jalur lintas seperti di pelabuhan,” tukasnya.

Sumber: Jawa Pos Group

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/