alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Identitas Pelaku Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar Terungkap

JAKARTA – Kepolisian mengungkapkan identitas pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar Sulawesi Selatan, Minggu (28/3) kemarin. Disebut, pelaku ada dua orang. Satu pria berinisial L dan satu perempuan yang saat ini masih diidentifikasi.

“Pelaku yang meninggal dunia ada dua orang laki-laki dan perempuan,” kata kapolri, Listyo Sigit Prabowo, dalam keterangannya yang dilansir dari Jawapos, Senin (29/3).

Listyo mengaku telah mengunjungi lokasi pengeboman tersebut bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

“Pelaku merupakan bagian dari kelompok JAD yang pernah melakukan pengeboman di Jolo Filipina,” ujar Listyo.

Jenderal polisi bintang empat itu meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik pasca teror bom bunuh diri tersebut. Masyarakat, diminta tetap melaksanakan aktivitas seperti biasa.

“Kami TNI-Polri akan memberikan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat,” pinta Listyo.

Pada kesempatan yang sama, mantan Kapolda Banten itu sangat terima kasih atas keberanian seorang petugas keamanan gereja yang menahan pelaku agar tak masuk ke dalam gereja. “Kami merasa prihatin sekarang sedang dirawat di rumah sakit polri karena lukanya dan semoga lekas sembuh,” tandasnya.

Sementara itu, bom gereja Makassar kemarin adalah aksi teror bom ke-552 di Indonesia pada rentang waktu 2000 sampai 2021. Hal itu dikatakan Deputi V Kepala Staf Kepresidenan Jaleswari Pramodhawardani berdasarkan hasil kajian tim Lab45 terhadap aksi-aksi teror sepanjang tahun 2000-2021.

Jika dirata-ratakan, maka selama 21 tahun terakhir, setiap tahun setidaknya ada 26 serangan teroris di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, sedangkan setiap bulan rata-ratanya lebih 2 serangan teroris di Indonesia.

Sumber: Jawapos

JAKARTA – Kepolisian mengungkapkan identitas pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar Sulawesi Selatan, Minggu (28/3) kemarin. Disebut, pelaku ada dua orang. Satu pria berinisial L dan satu perempuan yang saat ini masih diidentifikasi.

“Pelaku yang meninggal dunia ada dua orang laki-laki dan perempuan,” kata kapolri, Listyo Sigit Prabowo, dalam keterangannya yang dilansir dari Jawapos, Senin (29/3).

Listyo mengaku telah mengunjungi lokasi pengeboman tersebut bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

“Pelaku merupakan bagian dari kelompok JAD yang pernah melakukan pengeboman di Jolo Filipina,” ujar Listyo.

Jenderal polisi bintang empat itu meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik pasca teror bom bunuh diri tersebut. Masyarakat, diminta tetap melaksanakan aktivitas seperti biasa.

“Kami TNI-Polri akan memberikan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat,” pinta Listyo.

Pada kesempatan yang sama, mantan Kapolda Banten itu sangat terima kasih atas keberanian seorang petugas keamanan gereja yang menahan pelaku agar tak masuk ke dalam gereja. “Kami merasa prihatin sekarang sedang dirawat di rumah sakit polri karena lukanya dan semoga lekas sembuh,” tandasnya.

Sementara itu, bom gereja Makassar kemarin adalah aksi teror bom ke-552 di Indonesia pada rentang waktu 2000 sampai 2021. Hal itu dikatakan Deputi V Kepala Staf Kepresidenan Jaleswari Pramodhawardani berdasarkan hasil kajian tim Lab45 terhadap aksi-aksi teror sepanjang tahun 2000-2021.

Jika dirata-ratakan, maka selama 21 tahun terakhir, setiap tahun setidaknya ada 26 serangan teroris di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, sedangkan setiap bulan rata-ratanya lebih 2 serangan teroris di Indonesia.

Sumber: Jawapos

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/