alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Polisi Bongkar Penjualan APAR Bekas Disulap Jadi Tabung Oksigen

RADAR MALANG – Kreatif dalam menghasilkan uang di masa pandemi seperti sekarang ini memang banyak dilakukan masyarakat. Namun yang dilakukan pria ini sudah kelewatan. Di saat tabung oksigen langka, dia menyulap tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR) menjadi tabung oksigen.

Kasus penjualan tabung oksigen dari APAR bekas tersebut diungkap Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pihaknya menangkap sarjana akutansi berinisial WS alias KL yang diduga sebagai tersangka tunggal dalam kasus ini. “Kita amankan di kediamannya di Jalan Prof. Dr. Hamka, Larangan, Tangerang,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (30/7).

Yusri mengatakan, tabung oksigen yang tidak sesuai ketentuan ini dijual melalui akun Facebook @Erwan02. Melihat adanya kejanggalan tabung yang dijual, polisi berpura-pura menjadi pembeli.

Setelah terjadi kesepakatan, polisi dan penjual sepakat bertemu. Saat diterima, tabung tersebut dipastikan APAR. Karena terdapat tulisan CO2 (karbondioksida) dan PMK (Pemadam Kebakaran).

“Tabung ini APAR, yang biasa diisi dengan CO2 untuk pemadam kebakaran. Tapi, dengan upaya tersangka ini mencari keuntungan mengubah tabung ini kemudian diisi dengan oksigen,” imbuh Yusri.

Untuk menyamarkan pemalsuan ini, pelaku mengecat tabung APAR dengan warna merah. Isi tabung APAR kemudian dicuci dengan air, lalu diisi oksigen.

Kepada petugas, pelaku mengaku menjual tabung abal-abal ini setelah terjadinya lonjakan pencari oksigen akibat pandemi Covid-19. Pelaku tergiur untuk menjual tabung oksigen palsu itu baik ke rumah sakit atau perorangan.

“Pengakuan sudah 20 tabung dia jual, tapi kami masih mendalami,” pungkas Yusri.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Pasal 113 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, dengan ancaman 10 tahun penjara.

Sumber: JawaPos.Com

RADAR MALANG – Kreatif dalam menghasilkan uang di masa pandemi seperti sekarang ini memang banyak dilakukan masyarakat. Namun yang dilakukan pria ini sudah kelewatan. Di saat tabung oksigen langka, dia menyulap tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR) menjadi tabung oksigen.

Kasus penjualan tabung oksigen dari APAR bekas tersebut diungkap Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pihaknya menangkap sarjana akutansi berinisial WS alias KL yang diduga sebagai tersangka tunggal dalam kasus ini. “Kita amankan di kediamannya di Jalan Prof. Dr. Hamka, Larangan, Tangerang,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (30/7).

Yusri mengatakan, tabung oksigen yang tidak sesuai ketentuan ini dijual melalui akun Facebook @Erwan02. Melihat adanya kejanggalan tabung yang dijual, polisi berpura-pura menjadi pembeli.

Setelah terjadi kesepakatan, polisi dan penjual sepakat bertemu. Saat diterima, tabung tersebut dipastikan APAR. Karena terdapat tulisan CO2 (karbondioksida) dan PMK (Pemadam Kebakaran).

“Tabung ini APAR, yang biasa diisi dengan CO2 untuk pemadam kebakaran. Tapi, dengan upaya tersangka ini mencari keuntungan mengubah tabung ini kemudian diisi dengan oksigen,” imbuh Yusri.

Untuk menyamarkan pemalsuan ini, pelaku mengecat tabung APAR dengan warna merah. Isi tabung APAR kemudian dicuci dengan air, lalu diisi oksigen.

Kepada petugas, pelaku mengaku menjual tabung abal-abal ini setelah terjadinya lonjakan pencari oksigen akibat pandemi Covid-19. Pelaku tergiur untuk menjual tabung oksigen palsu itu baik ke rumah sakit atau perorangan.

“Pengakuan sudah 20 tabung dia jual, tapi kami masih mendalami,” pungkas Yusri.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Pasal 113 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, dengan ancaman 10 tahun penjara.

Sumber: JawaPos.Com

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/