SURABAYA – Banjir kembali menggenangi sejumlah kawasan di Metropolis.
Misalnya di kawasan Surabaya Utara.
Luapan Kali Lamong membuat akses menuju komplek Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) tergenang.
Tak jarang sebagian pengendara yang melintas harus mendorong kendaraannya karena mogok.
Muhammad Gozali, warga Sumberejo menuturkan bahwa air itu masuk dari sungai kecil untuk irigasi tambak, bukan karena tanggul jebol.
Wilayah yang banjir hanya di area jalan yang elevasinya rendah.
Tepatnya dari Gelora Bung Tomo (GBT) ke utara arah Romokalisari.
”Sedangkan untuk arah ke selatan atau permukiman warga kondisinya aman,” jelas dia.
Menurutnya, warga di tepi tanggul Kali Lamong juga sudah melakukan antisipasi.
Sebab, air Kali Lamong merembes dari dinding tanggul.
”Tapi sudah aman karena langsung diberi sandbag oleh dinas terkait,” ucapnya.
Gozali mengatakan, ketinggian genangan sekitar 30 cm.
Hingga kemarin, debit Kali Lamong masih tinggi tapi kondisinya terkendali, tidak ada luberan.
Warga berharap banjir tersebut segera surut.
Sehingga petambak bisa mengambil udang dan bandeng yang tersisa.
Kepala BPBD Gresik Sukardi mengatakan, arus dan tekanan aliran dari anak Kali Lamong dan Kali Lamong cukup deras.
Hal itu membuat 10 tanggul di anak kali jebol.
”Dari tanggul jebol ini kemudian yang membuat area banjir meluas,” ucapnya.
Di Kecamatan Cerme terdapat enam desa yang terendam.
Namun Desa Morowudi paling parah.
Sudah lima hari kebanjiran.
Saat ini ketinggian air di sana masih mencapai 20-50 sentimeter.
Lalu di Kecamatan Menganti ada enam desa yang kebanjiran akibat tanggul jebol.
Air tersebut sampai meluber hingga wilayah Kota Surabaya. (omy/leh/jun/adn)
Editor : A. Nugroho