Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Respons Konflik Timur Tengah, Indonesia Jadi Negara ASEAN Pertama Pemilik Rudal Balistik

Aditya Novrian • Kamis, 12 Maret 2026 | 11:25 WIB

ANTISIPASI KONDISI GEOPOLITIK: Indonesia miliki rudal KHAN Turki sebagai alat pertahanan udara nasional yang dibeli sejak 1 Agustus 2025. (Sumber: CNBC Indonesia)
ANTISIPASI KONDISI GEOPOLITIK: Indonesia miliki rudal KHAN Turki sebagai alat pertahanan udara nasional yang dibeli sejak 1 Agustus 2025. (Sumber: CNBC Indonesia)

RADAR MALANG – Di tengah memanasnya situasi geopolitik Timur Tengah, Indonesia diam-diam memperkuat alutsista pertahanannya dengan rudal balistik modern.

Batalyon Artileri Medan (Yonarmed) 18/Buritkang di Tenggarong, Kalimantan Timur, kini menjadi markas bagi rudal balistik KHAN buatan Turki.

Sejak 1 Agustus 2025, Indonesia telah menerima pengiriman batch pertama rudal KHAN yang dipesan dari perusahaan pertahanan Turki, Roketsan.

Baca Juga: Peringati Satu Tahun Danantara, Presiden Minta Laporan yang Benar Bukan yang Menyenangkan Hati Saja

Pesanan ini merupakan realisasi kontrak kerja sama yang ditandatangani pada ajang Indo Defence Expo 2022 saat Prabowo Subianto masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

Rudal KHAN merupakan versi ekspor dari rudal Bora yang digunakan militer Turki. Kami kutip dari CNBC Indonesia Rudal KHAN memiliki panjang delapan meter dan diameter 61 cm, rudal ini memiliki bobot mencapai 2.500 kg.

Kecepatannya mampu melesat hingga Mach 5, masuk dalam kategori hipersonik yang sulit dicegat sistem pertahanan konvensional.

Hulu ledak seberat 470 kg yang dibawanya dirancang untuk menghancurkan infrastruktur strategis, pusat komando, radar, hingga bunker musuh.

Baca Juga: Pastikan Kemudahan dan Kenyamanan Bertransaksi Selama Periode Libur Lebaran 2026, BRI Tetap Berikan Layanan Terbaik bagi Nasabah

Sistem navigasi canggih berbasis GPS, GLONASS, dan inersia menjamin akurasi dengan tingkat meleset di bawah 10 meter .

Jangkauan rudal ini mencapai 280 km untuk versi ekspor, sementara versi asli militer Turki (Bora) mampu menjangkau hingga 700 km.

Kendaraan peluncurnya menggunakan truk taktis Tatra 8x8 yang memungkinkan kemampuan "shoot and scoot" yaitu menembak lalu segera pindah posisi untuk menghindari deteksi dan serangan balik musuh.

Baca Juga: Mengenal Model Pembelajaran Saintifik dalam Pendidikan: Metode 5M dan HOTS yang Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis

Penempatan di Tenggarong dinilai sangat strategis oleh para analis pertahanan.

Lokasi ini dekat dengan Ibu Kota Nusantara (IKN), memberikan perlindungan terhadap potensi serangan jarak jauh.

Selain itu, jangkauan rudal mencakup wilayah perbatasan dengan Malaysia Timur, termasuk Tawau dan Sabah yang berjarak 300-350 km dari markas Yonarmed 18.

Kehadiran rudal KHAN menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan sistem rudal balistik modern. Indonesia juga tercatat sebagai pengguna asing pertama sistem KHAN di dunia.

Baca Juga: Wamenpar Ni Luh Puspa Cek Langsung Keamanan Wahana di JTP 3 Menjelang Libur Lebaran

Kepala Biro Informasi Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menegaskan pengadaan ini murni untuk kepentingan pertahanan negara.

"Seluruh proses pengadaan dan kedatangan alutsista dilaksanakan sesuai kebutuhan strategis, transparan, dan akuntabel serta sepenuhnya untuk kepentingan pertahanan negara," ujarnya.

Batch pertama rudal ini telah memperkuat satuan tempur di bawah Kodam VI/Mulawarman.

Rencananya, pengiriman batch kedua akan dilakukan pada pertengahan tahun 2026 dengan serah terima resmi dari Kementerian Pertahanan kepada TNI AD.

Baca Juga: Pantau Rumah Kosong hingga Lalin Arus Mudik di Kabupaten Malang

Keputusan membeli rudal dari Turki mencerminkan strategi diversifikasi alutsista untuk tidak bergantung pada satu blok pemasok senjata saja.

Diplomasi pertahanan yang intens, termasuk kedekatan Presiden Prabowo dengan Presiden Erdogan, menjadi kunci kelancaran negosiasi pembelian ini. 

Penulis: Satya Eka Pangestu - Mahasiswa Universitas Negeri Malang

 

Editor : Aditya Novrian
#kekuatan militer indonesia #rudal KHAN #Perang Amerika Serikat Israel vs Iran #rudal balistik #Berita Terbaru