alexametrics
27C
Malang
Thursday, 28 January 2021

2020, Menjadi Tahun Kelam Bagi Singo Edan

MALANG KOTA – Pandemi Covid-19 membuat komposisi di tim Arema FC berubah. Bongkar pasang skuad sudah dilakukan. Gaya permainan yang sebelumnya sudah dipersiapkan, akhirnya juga diubah.

Cerita pahit menjadi pengisi perjalanan Arema FC sepanjang tahun 2020 ini. Cukup banyak problematika yang harus dihadapi tim Singo Edan, mulai dari mempertahankan eksistensi tim, perubahan skuad, sampai hampir setahun tidak mencicipi kompetisi. Semua bermula ketika aktivitas sepak bola Indonesia berhenti sejak bulan Maret 2020 lalu. Padahal, sebelum kompetisi bergulir, gaya sepak bola Amerika Latin mulai diusung Singo Edan.

Barisan pelatih sampai legiun asing didatangkan dari sana, mulai pelatih kepala Roberto Carlos Mario Gomez, pelatih fisik Marcos Gonzalez, dan pelatih kiper Felipe Americo. Lalu juga ada pemain asing seperti Elias Alderete, Jonathan Bauman, sampai Matias Malvino. Pada tiga laga awal Liga 1, perubahan drastis tersebut belum begitu terlihat. Sebab, Arema FC belum benar-benar bertaji.

Upaya untuk membuktikan diri pun terhenti setelah mewabahnya Covid-19. Sejak pandemi goncangan demi goncangan terjadi, seperti adanya pergantian pelatih dan pemain. Gerbong skuad asal Argentina akhirnya meninggalkan Bumi Arema dan diganti dengan sejumlah sosok asal negara Brasil. Sosok Mario Gomez digantikan pelatih Carlos Oliveira. Slot pemain asing diisi dua penggawa, yakni Bruno Smith dan Caio Ruan.

Soal perjalanan tim di tahun 2020 itu, manajemen Arema FC mengaku tidak menyangka. Pasalnya, sejak awal mereka mengusung ekspektasi tinggi soal prestasi. ”Musim ini bisa saya katakan menjadi periode sepak bola yang berat selama saya berkecimpung di lapangan hijau,” jelas General Manager (GM) Arema FC Ruddy Widodo. Saat ini, Ruddy juga mengaku masih trauma dengan penundaan kompetisi. Sebab sebelumnya, pengumuman pembatalan kompetisi sempat disampaikan H-3 sebelum kickoff. Tepatnya pada bulan Oktober lalu.

”Karena itu, kami mengharapkan ada MoU (memorandum of understanding) mengenai kapan Liga bakal bergulir,” jelasnya. Sementara itu, para pemain Arema FC menyebut bila musim ini memang cukup mengecewakan. ”Musim yang sangat sulit dideskripsikan. Sampai-sampai terakhir kali bermain adalah bulan Maret lalu,” ungkap bek muda Singo Edan, Nur Diansyah. Bagi dia, hal semacam itu tidaklah mudah. Sebab, di musim-musim sebelumnya sepak bola bisa bergulir.

”Ini sampai-sampai izin bermain pertandingan antarkampung saja sulit,” tuturnya. Walaupun 2020 menjadi sebuah tahun yang tidak mengenakkan, namun tetap ada kabar menyenangkan bagi tim Arema FC. Pasalnya, beberapa penggawa tim Singo Edan banyak yang mendapatkan panggilan dari timnas, di antaranya adalah Titan Agung, Bagas Adi Nugroho, Muhammad Rafli, Hendro Siswato, Jhon Alfarizi, Feby Eka Putra, Hanif Sjahbandi, sampai Kushedya Hari Yudo.

Pewarta: Galih P.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Wajib Dibaca