alexametrics
26.1 C
Malang
Sunday, 29 May 2022

Lawan Persela Lamongan, Momentum Arema FC Pertahankan di Posisi Satu

BALI – Arema FC punya kans memuncaki klasemen sementara BRI Liga 1 lebih lama. Seperti diketahui sebelumnya, mereka jadi pemuncak dalam waktu lima hari saja. Tepatnya di pekan ke-19. Namun di pekan selanjutnya, posisi mereka harus tergeser. Itu terjadi setelah anak asuh Eduardo Almeida hanya mampu bermain imbang melawan PSIS Semarang. Di sisi lain, Bhayangkara FC yang mampu mengalahkan Persebaya bisa menggeser posisi Singo Edan.

 

Saat ini, Arema FC punya peluang besar untuk mempertahankan posisi di puncak klasemen. Calon lawan, Persela Lamongan, datang dengan keadaan yang kurang kondusif. Itu terjadi lantaran mereka masih berkutat di zona merah. Jika kembali menang di laga nanti malam, posisi Singo Edan bakal tetap aman di atas. Setidaknya hingga tiga hari ke depan. Sadar akan pentingnya tiga poin di laga nanti malam, Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida memastikan kalau timnya bakal berjuang keras untuk mengalahkan Persela Lamongan. ”Kami harus mendapatkan tiga poin dan terus menjaga posisi ini (peringkat satu, red),” jelas pelatih berlisensi UEFA Pro itu.

Menurut pria asal Portugal tersebut, kompetisi BRI Liga 1 sangatlah ketat. Alhasil, di setiap pertandingan Arema FC dituntut menang untuk mempertahankan posisi saat ini. ”Kami sudah berada di top tabel. Tapi, kami harus paham, kompetisi ini mempunyai persaingan yang ketat,” tutur eks Pelatih Semen Padang tersebut.

Demi mewujudkan misi memperpanjang waktu di posisi satu, Eduardo memastikan kalau timnya akan tampil lebih baik. ”Kami harus selalu fokus dengan apa kami kerjakan di lapangan dan berusaha menghadirkan permainan yang bagus untuk menang,” tambah bapak dua anak itu.

Lebih lanjut, Eduardo sadar kalau laga melawan Persela bukanlah hal mudah. Pasalnya, tim yang mereka lawan adalah kesebelasan yang punya motivasi tinggi untuk memperbaiki peringkat. Di sisi lain, kans menang dari Persela Lamongan juga tetap terbuka. Itu karena, performa klub berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut tengah limbung.

Mereka belum tidak pernah menang selama 12 pertandingan secara beruntun. Tiga poin terakhir yang didapatkan Riyatno Abiyoso dan kawan-kawan terjadi pada 25 Oktober 2021 lalu. Selain itu, Persela juga datang ke laga nanti malam dengan pertahanan kurang menjanjikan. Selama putaran kedua BRI Liga 1, mereka sudah kemasukan 7 gol. Artinya setiap pertandingan mereka mempunyai rata-rata kemasukan satu sampai dua gol. Jumlah itu semakin mempertegas kalau Persela saat ini menjadi tim ketiga dengan jumlah kebobolan terbanyak di BRI Liga 1.

Kelemahan tersebut harus bisa dimanfaatkan tim Singo Edan. Pasalnya, Arema FC terbukti punya produktivitas yang cukup baik. Sepanjang putaran kedua, mereka sudah menciptakan empat gol. Selain itu, mereka juga mencatatkan nirbobol di lima pertandingan secara beruntun.

Terpisah, untuk persiapan menghadapi Arema FC, Pelatih Persela Lamongan Jafri Sastra mengaku timnya bertekad tampil lebih baik laga dari sebelumnya. ”Kami benahi semua kekurangan yang muncul di laga melawan Persiraja Banda Aceh untuk tampil lebih baik di laga besok (hari ini),” kata dia. Selain itu, timnya juga akan mencoba memanfaatkan peluang sebaik mungkin.

Eks juru taktik Mitra Kukar tersebut menegaskan bila para pemainnya tidak boleh minder saat berhadapan dengan Arema FC. ”Kami tidak boleh pesimistis. Meskipun kami tahu mereka (Arema) punya capaian bagus di Liga 1,” papar pelatih asal Padang, Sumatra Barat itu. Rekor yang dimiliki tim Singo Edan menurut Jafri harus dijadikan motivasi para pemain Persela untuk tampil lebih baik dan mendapatkan raihan poin.

Hal senada juga disampaikan gelandang Persela Lamongan Gian Zola. Dia dan rekan-rekannya sudah bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan saat mereka melawan Persiraja Banda Aceh. Saat itu, kemenangan tim Persela terpaksa sirna lantaran kebobolan di menit-menit akhir. ”Yang perlu kami lakukan untuk mendapatkan hasil maksimal salah satunya adalah lebih konsentrasi mulai awal sampai akhir pertandingan,” jelas gelandang Persela Lamongan Gian Zola.

Di tiga laga sebelumnya, timnya memang selalu kemasukan di akhir-akhir pertandingan. Pertama melawan Persita Tangerang, di mana mereka kebobolan di menit ke-90. Lalu saat bersua Persija Jakarta, mereka kebobolan di menit 81. Sedangkan ketika menghadapi Persiraja, mereka kemasukan gol di menit 86. Zola juga memastikan bila persiapan timnya sudah cukup maksimal. Tim pelatih sudah mengeksplorasi apa menjadi kelebihan dan kekurangan tim Singo Edan. ”Kami sudah siap 100 persen untuk pertandingan besok (hari ini),” tutupnya. (gp/by)

BALI – Arema FC punya kans memuncaki klasemen sementara BRI Liga 1 lebih lama. Seperti diketahui sebelumnya, mereka jadi pemuncak dalam waktu lima hari saja. Tepatnya di pekan ke-19. Namun di pekan selanjutnya, posisi mereka harus tergeser. Itu terjadi setelah anak asuh Eduardo Almeida hanya mampu bermain imbang melawan PSIS Semarang. Di sisi lain, Bhayangkara FC yang mampu mengalahkan Persebaya bisa menggeser posisi Singo Edan.

 

Saat ini, Arema FC punya peluang besar untuk mempertahankan posisi di puncak klasemen. Calon lawan, Persela Lamongan, datang dengan keadaan yang kurang kondusif. Itu terjadi lantaran mereka masih berkutat di zona merah. Jika kembali menang di laga nanti malam, posisi Singo Edan bakal tetap aman di atas. Setidaknya hingga tiga hari ke depan. Sadar akan pentingnya tiga poin di laga nanti malam, Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida memastikan kalau timnya bakal berjuang keras untuk mengalahkan Persela Lamongan. ”Kami harus mendapatkan tiga poin dan terus menjaga posisi ini (peringkat satu, red),” jelas pelatih berlisensi UEFA Pro itu.

Menurut pria asal Portugal tersebut, kompetisi BRI Liga 1 sangatlah ketat. Alhasil, di setiap pertandingan Arema FC dituntut menang untuk mempertahankan posisi saat ini. ”Kami sudah berada di top tabel. Tapi, kami harus paham, kompetisi ini mempunyai persaingan yang ketat,” tutur eks Pelatih Semen Padang tersebut.

Demi mewujudkan misi memperpanjang waktu di posisi satu, Eduardo memastikan kalau timnya akan tampil lebih baik. ”Kami harus selalu fokus dengan apa kami kerjakan di lapangan dan berusaha menghadirkan permainan yang bagus untuk menang,” tambah bapak dua anak itu.

Lebih lanjut, Eduardo sadar kalau laga melawan Persela bukanlah hal mudah. Pasalnya, tim yang mereka lawan adalah kesebelasan yang punya motivasi tinggi untuk memperbaiki peringkat. Di sisi lain, kans menang dari Persela Lamongan juga tetap terbuka. Itu karena, performa klub berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut tengah limbung.

Mereka belum tidak pernah menang selama 12 pertandingan secara beruntun. Tiga poin terakhir yang didapatkan Riyatno Abiyoso dan kawan-kawan terjadi pada 25 Oktober 2021 lalu. Selain itu, Persela juga datang ke laga nanti malam dengan pertahanan kurang menjanjikan. Selama putaran kedua BRI Liga 1, mereka sudah kemasukan 7 gol. Artinya setiap pertandingan mereka mempunyai rata-rata kemasukan satu sampai dua gol. Jumlah itu semakin mempertegas kalau Persela saat ini menjadi tim ketiga dengan jumlah kebobolan terbanyak di BRI Liga 1.

Kelemahan tersebut harus bisa dimanfaatkan tim Singo Edan. Pasalnya, Arema FC terbukti punya produktivitas yang cukup baik. Sepanjang putaran kedua, mereka sudah menciptakan empat gol. Selain itu, mereka juga mencatatkan nirbobol di lima pertandingan secara beruntun.

Terpisah, untuk persiapan menghadapi Arema FC, Pelatih Persela Lamongan Jafri Sastra mengaku timnya bertekad tampil lebih baik laga dari sebelumnya. ”Kami benahi semua kekurangan yang muncul di laga melawan Persiraja Banda Aceh untuk tampil lebih baik di laga besok (hari ini),” kata dia. Selain itu, timnya juga akan mencoba memanfaatkan peluang sebaik mungkin.

Eks juru taktik Mitra Kukar tersebut menegaskan bila para pemainnya tidak boleh minder saat berhadapan dengan Arema FC. ”Kami tidak boleh pesimistis. Meskipun kami tahu mereka (Arema) punya capaian bagus di Liga 1,” papar pelatih asal Padang, Sumatra Barat itu. Rekor yang dimiliki tim Singo Edan menurut Jafri harus dijadikan motivasi para pemain Persela untuk tampil lebih baik dan mendapatkan raihan poin.

Hal senada juga disampaikan gelandang Persela Lamongan Gian Zola. Dia dan rekan-rekannya sudah bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan saat mereka melawan Persiraja Banda Aceh. Saat itu, kemenangan tim Persela terpaksa sirna lantaran kebobolan di menit-menit akhir. ”Yang perlu kami lakukan untuk mendapatkan hasil maksimal salah satunya adalah lebih konsentrasi mulai awal sampai akhir pertandingan,” jelas gelandang Persela Lamongan Gian Zola.

Di tiga laga sebelumnya, timnya memang selalu kemasukan di akhir-akhir pertandingan. Pertama melawan Persita Tangerang, di mana mereka kebobolan di menit ke-90. Lalu saat bersua Persija Jakarta, mereka kebobolan di menit 81. Sedangkan ketika menghadapi Persiraja, mereka kemasukan gol di menit 86. Zola juga memastikan bila persiapan timnya sudah cukup maksimal. Tim pelatih sudah mengeksplorasi apa menjadi kelebihan dan kekurangan tim Singo Edan. ”Kami sudah siap 100 persen untuk pertandingan besok (hari ini),” tutupnya. (gp/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/